Light Dark

China Kembangkan Roket Tiruan SpaceX

Science | 30 Apr 2021, 21:17 WIB
Screenshot video promosi dari roket CALT buatan China yang meniru roket SpaceX | Weibo/CALT

SUKABUMIUPDATE.com - Perlombaan misi luar angkasa antara Amerika Serikat (AS) dengan China semakin sengit. Tak ingin kalah dengan AS, China kini tengah mengembangkan versi tiruan Roket SpaceX yang diperbaharui berbagai fiturnya. 

Melansir dari The Sun, dalam video promo yang ditampilkan pembuat Roket asal China, terlihat betapa Roket tersebut dibuat sangat mirip dengan Roket Starship yang dikembangkan SpaceX di Texas.

Kemiripan terletak pada bentuk ujung roket, sirip aerodinamis segitiga dan lapisan baja tahan karat. 

photoScreenshot video promosi yang ditayangkan China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT) - (Weibo/CALT)

Video animasi itu dipamerkan di Nanjing, kota di Timur China, sebagai bagian perayaan Hari Luar Angkasa Nasional ke-6 dan diposting ke situs sosial media Weibo dan diterbitkan oleh Ars Technica.

photo Screenshot video promosi yang menampilkan roket CALT sedang melakukan orbit di atas Bumi - (Weibo/CALT)

Terlihat rincian proses peluncuran wahana luar angkasa mirip Starship SpaceX itu mampu melakukan perjalanan sub-orbital dengan sangat cepat.

Perusahaan di balik proyek itu adalah China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT), sebuah badan usaha milik negara yang khusus mengembangkan roket.

photoScreenshot video promosi yang menampilkan roket CALT telah berhasil mendarat secara vertikal - (Weibo/CALT)

Seperti Starship milik SpaceX, Roket CALT adalah sebuah wahana besar yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal. Roket ini berpotensi dapat mengangkut manusia ke planet lain.

Dalam video promosi terlihat, nampak para penumpang yang berada di dalam Roket tersebut tengah mengelilingi Bumi sebelum akhirnya mendarat di tempat tujuan. Video pendaratan Roket hampir persis dengan video Roket Starship yang dipromosikan SpaceX pada tahun 2017 silam. 

China menargetkan pengembangan pesawat ruang angkasa secara point-to-point (paket wisata ke luar angkasa, red) hingga tahun 2045. Pakar Roket China terus mengamati gebrakan dan perkembangan yang dilakukan SpaceX. Mereka tidak hanya mempelajari keberhasilan peluncuran, namun juga kegagalan yang dialami SpaceX.

Baca Juga :

SpaceX sendiri telah mengalami jatuh bangun dalam usahanya meluncurkan Roket Starship pada misi tanpa awak, kendati empat penerbangan berakhir dengan kegagalan dramatis, namun pada akhirnya SpaceX berhasil membuat roketnya mendarat sebelum akhirnya meledak juga setelah beberapa detik melakukan pendaratan. 

Bahkan yang terakhir, kabar menggembirakan terjadi pada hari Senin 27 April 2021 kemarin, kolaborasi SpaceX Dragon Crew dan NASA berhasil menerbangkan empat Astronot untuk berlabuh di Stasiun Luar Angkasa (ISS).

Misi SpaceX selanjutnya yakni akan membawa Astronot ke Bulan pada tahun 2024, mendatang, sedangkan perjalanan point-to-point diperkirakan akan terealisasi pada tahun 2030.

Image

Teguh Setiawan

Reporter

Image

Muhammad Gumilang

Redaktur