Light Dark

Kematian Kasus Corona Tahun 2021 di Kota Sukabumi Tinggi, Simak Penjelasannya

Sukabumi | 21 Apr 2021, 17:48 WIB
Vaksinasi Covid-19 atau Virus Corona terhadap aparatur sipil negara di Kota Sukabumi, Rabu, 3 Maret 2021. | Dok. Sukabumiupdate.com

SUKABUMIUPDATE.com - Angka kematian kasus Virus Corona di Kota Sukabumi periode 1 Januari hingga 21 April 2021 (diasumsikan empat bulan) mencapai 45 orang.

Situasi tersebut cukup mengkhawatirkan karena jika melihat jumlah kematian periode 1 April hingga 31 Desember 2020 (sembilan bulan), hanya ada di angka 59 orang.

Ini juga terjadi pada kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Periode 1 Januari hingga 21 April 2021 mencatat 2.033 kasus. Sementara periode 1 April hingga 31 Desember 2020 hanya ada 1.888 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Lulis Delawati mengatakan sebagian besar pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal di tahun ini memiliki penyakit penyerta atau komorbiditas.

"Jika dilihat dari datanya, sebagian besar memiliki komorbid," kata Lulis kepada sukabumiupdate.com, Rabu, 21 April 2021.

Baca Juga :

Dari 45 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia di periode 1 Januari hingga 21 April 2021, kata Lulis, hanya 2,2 persen yang tidak memiliki penyakit penyerta.

Artinya, 97,8 persen lainnya meninggal dunia dengan penyakit penyerta. "Ada komorbid penyakit gula, jantung, dan darah tinggi," ujar Lulis.

Lulis menyebut tingginya kasus Covid-19 di Kota Sukabumi pada tahun ini telah menginfeksi masyarakat yang memiliki penyakit penyerta, sehingga menyebabkan angka kematian yang meningkat.

"Kebanyakan lanjut usia jadi sekarang vaksinasi juga kan prioritas lanjut usia," tambahnya.

Tingginya kasus Covid-19 di empat bulan pertama 2021 ini juga dipengaruhi oleh masifnya pelacakan yang dilakukan petugas. Lulis mengimbau masyarakat tidak terlena dengan adanya program vaksinasi dan tetap mematuhi arahan pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Tingkatkan penerapan protokol kesehatan dan tidak mudik," pungkasnya.

Image

Admin SUpdate

Image

Oksa Bachtiar Camsyah

Redaktur