Light Dark

533 Juta Data Pribadi Pengguna Facebook Dibobol

Aplikasi | 07 Apr 2021, 14:31 WIB
Ilustrasi Facebook yang dihack. | makeuseofimages.com

SUKABUMIUPDATE.com - Facebook tengah menghadapi masalah serius terkait pembobolan Data Pribadi sebanyak 533 juta penggunanya di 106 negara. Salah satu korbannya adalah Mark Zuckerberg, founder dan CEO Facebook itu beberapa Data Pribadi seperti nomor teleponnya telah beredar luas secara online.

Tak hanya nomor telepon, informasi pribadi lainnya milik Zuckerberg telah dipublikasikan di berbagai forum hacker di berbagai dunia. Informasi itu meliputi, lokasi dan informasi pernikahan Zuckerberg dan istrinya.

Dave Walker, seorang peneliti dunia cyber mengatakan, dua pendiri Facebook.Inc lainnya yakni Chris Hughes dan Dustin Moskovitz juga menjadi korban pembobolan data ini. ID Facebook, nama lengkap, lokasi, ulang tahun, biografi dan alamat email mereka berdua tersebar secara online.

Baca Juga :

Disamping itu, Alon Gal, salah satu pendiri firma intelijen kejahatan cyber menemukan, berbagai data-data tersebut tersaji secara gratis dan online sejak Sabtu (3/4/2021) lalu. Berdasarkan analisanya, data-data yang bocor tersebut ternyata sudah berusia tahunan atau diperkirakan diambil sejak tahun 2010 silam. 

Data Pribadi Yang Diperjualbelikan

photoIlustrasi Database Facebook. - (miro.medium.com)

Seorang juru bicara Facebook mengatakan, memang sebelumnya pihak Facebook pernah melakukan backup berbagai Data Pribadi para penggunanya pada tahun 2010. Lalu, data-data tersebut tiba-tiba muncul dan diperjualbelikan oleh salah satu situs di internet dengan berbagai harga tertentu. 

Namun, seluruh kumpulan data itu kini tersaji secara gratis. Artinya, siapapun dapat mengakses dan mendapatkan data tersebut asal mempunyai keterampilan dasar peretasan sistem. Meskipun data-data tersebut bukanlah sebuah data yang mutakhir, namun dari berbagai data itu bisa saja digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab atau para penjahat cyber untuk melakukan penyamaran atau penipuan.

Melansir dari Business Insider, Gal mengatakan berbagai basis data itu berisikan sejumlah informasi pribadi seperti nomor telepon pengguna Facebook yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan cyber untuk melakukan serangan rekayasa sosial.

"Pengguna Facebook harus waspada terhadap serangan rekayasa sosial oleh orang-orang yang mungkin memperoleh nomor telepon mereka dalam beberapa bulan mendatang," katanya.

Image

Teguh Setiawan

Reporter

Image

Muhammad Gumilang

Redaktur