Light Dark

Tebing Lembah Koi di Jalur Cipanas-Puncak Longsor, Banyak Sampah yang Terbawa

Jawa Barat | 29 Mar 2021, 15:30 WIB
Tebing setinggi kurang lebih 50 meter di Kampung Tugaran (Lembah Koi), Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, longsor. Material longsoran di jalur Cipanas-Puncak ini tak hanya tanah saja, tapi juga sampah ikut terbawa. | Deden Abdul Aziz

SUKABUMIUPDATE.com - Tebing setinggi kurang lebih 50 meter di Kampung Tugaran (Lembah Koi), Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, longsor. Material longsoran di jalur Cipanas-Puncak ini tak hanya tanah saja, tapi juga Sampah ikut terbawa.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu (28/3/2021) sekitar pukul 21.30 WIB, namun beberapa rumah yang berada di atas tebing tersebut saat ini terancam longsor. 


Advertisement

Aang (34 tahun), salah satu saksi yang tinggal di Lembah koi, mengatakan, peristiwa Longsor tebing tinggi kurang lebih 50 meter tersebut terjadi setelah sebelumnya sempat diguyur hujan deras. "Kejadiannya setelah diguyur hujan deras kurang lebih pukul 21.30 WIB," kata Aang, saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (29/3/2021). 

Aang mengaku, ia bersama istrinya tinggal persis di bawah tebing longsoran tersebut. "Saya kan tinggal persis di Lembah Koi, nunggu rumah milik orang lain. Pada saat terdengar suara gemuruh istri saya sempat mau lari ke luar karena takut," ungkapnya. 

Sementara itu Koordinator Rumah Singgah Sampah Cipanas, Dede Ikhsan, mengaku mendengar informasi tebing setinggi kurang lebih 50 meter Longsor dari warga sekitar.  "Begitu mendengar adanya longsoran, saya pun langsung menuju lokasi untuk memastikan, ternyata benar tebing setinggi kurang lebih 50 meter yang berlokasi di Lembah Koi longsor," ungkapnya. 

Menurut Dede, yang menjadi pertanyaan, longsoran tebing tersebut didapati tumpukan Sampah yang begitu banyak, sehingga penanganannya perlu adanya pengangkutan sampah. "Saya yakin, warga yang tinggal di atas tebing tersebut tidak disiplin, sehingga Sampah dibuang sembarangan dan sekarang terjadi bencana," ujarnya. 


Advertisement

Image

Andri Somantri

Redaktur

Image

Andri Somantri

Redaktur

Image

Reporter