Light Dark

Jembatan Miring di Karang Bolong Sukabumi, Warga Harus Lewat Sungai

Sukabumi | 09 Mar 2021, 02:00 WIB
Jembatan bambu sepanjang 50 meter yang dibangun di atas Sungai Karang Bolong, Sukabumi, Jawa Barat yang dibangun delapan bulan lalu kini kondisinya rusak dan miring. | SU/Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Jembatan bambu sepanjang 50 meter yang dibangun di atas Sungai Karang Bolong, Sukabumi, Jawa Barat yang dibangun delapan bulan lalu kini kondisinya rusak dan miring.

Padahal, Jembatan yang menghubungkan Desa Sukatani Kecamatan Surade dan Desa Cidahu Kecamatan Cibitung tersebut sebelumnya dibangun atas dasar swadaya masyarakat.

Baca Juga :

Untuk sementara waktu, warga yang melintas terpaksa harus menyeberangi sungai karena Jembatan bambu sudah tidak layak digunakan. Jembatan ini seringkali digunakan warga yang ingin beraktivitas.

"Kami dari Jampang Peduli, bersama Vertical Rescue Indonesia sedang membangun Jembatan gantung. Pengerjaan sudah lima hari. Sudah pembuatan 10 lubang galian dan coran pemberat untuk jembatan," kata relawan Jampang Peduli, Igoy Alianzee kepada sukabumiupdate.com, Senin (8/3/2021).

Rencananya, kata Igoy, Jembatan akan dibangun dengan panjang 60 meter dan lebar 20 meter. Material yang digunakan berupa sling baja, besi UNP, besi siku, besi holo, kawat bronjong, hanger bolt, klem sling dan papan atas jembatan.

photoJembatan bambu sepanjang 50 meter yang dibangun di atas Sungai Karang Bolong, Sukabumi, Jawa Barat yang dibangun delapan bulan lalu kini kondisinya rusak dan miring. - (SU/Ragil Gilang)

"Untuk material baru terpenuhi 60 persen, jadi sisanya 40 persen, perlu adanya bantuan dari berbagai pihak. Kami berharap adanya dukungan dari berbagai pihak agar Jembatan gantung segera rampung," terangnya.

Ingat Pesan Ibu: Wajib 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas serta aktivitas di luar rumah). Redaksi sukabumiupdate.com mengajak seluruh pembaca untuk menerapkan protokol kesehatan COVID-19 di setiap kegiatan.

Image

Ragil Gilang

Reporter

Image

Herlan Heryadie

Redaktur