Light Dark

Virtual Lab Apakah Itu dan Apa Keuntungan dan Kekurangannya?

Science | 27 Feb 2021, 05:30 WIB
Ilustrasi virtual lab. | Istimewa

Oleh: Marina Artiyasa.ST.MT

Dosen Prodi Elektro Universitas Nusa Putra (NPU) Sukabumi

Covid-19 sudah hampir satu tahun  melanda Indonesia dan juga seluruh dunia. Pandemi ini membuat kita semua harus berhati hati termasuk para mahasiswa dan juga para  murid sekolah, sehingga kita kadang suka mendengar Virtual lab dari para mahasiswa dan juga murid sekolah.

Sebenarnya apa sih Virtual lab itu, dan apa saja yang kita dapatkan dari Virtual lab, dan bagaimana cara mengakses Virtual lab dan apa kelebihan dan kekurangannya dan banyak lagi pertanyaan kita tentang virtual lab.

Jadi  untuk mencegah penularan virus covid maka Virtual lab memang terbaik untuk menggantikan lab yang biasa ada di kampus dan sekolah sekolah .karena jadi minimal interaksi fisiknya.

Karena dengan itu maka menghindari apa yang namanya bergerombol, karena kalau kita belajar ke sekolah dan ke lab pasti banyak orang dan pastinya itu sangat dilarang di saat pandemic sekarang ini.

Untuk mengakses Virtual lab maka kita bisa mengunjungi situs situs yang ada di  internet ada yang dalam negeri ada juga yang dari luar negeri. Biasanya kampus kampus ternama  yang ada juga universitas yang berada di india dan juga Negara  lainnya seperti amerika , inggris, jerman dan banyak lagi.

Virtual lab bukan saja diadakan untuk mahasiswa dan juga  pelajar, tetapi juga   diadakan  untuk anak pra sekolah atau lainnya, sehingga mereka lebih nyaman belajar. Virtual lab juga memungkinkan kita berkonsultasi dengan dokter  atau ahli kesehatan dan juga lainnya sehingga walau jauh tetap bisa berkonsultasi.

Laboratorium Virtual atau bisa disebut dengan istilah Virtual Labs adalah serangkaian alat-alat laboratorium yang berbentuk perangkat lunak (software) komputer berbasis multimedia interaktif, yang dioperasikan dengan komputer dan dapat mensimulasikan kegiatan di laboratorium seakan-akan pengguna berada pada laboratorium sebenarnya. 

Laboratorium Virtual potensial untuk memberikan peningkatan secara signifikan dan pengalaman belajar yang lebih efektif. Pengembangan laboratorium Virtual ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan belajar yang dialami oleh peserta didik dan mengatasi permasalahan biaya dalam pengadaan alat dan bahan yang digunakan untuk melakukan kegiatan praktikum bagi sekolah-sekolah yang kurang mampu.

Menurut Farreira (2010), Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan laboratorium Virtual online adalah

1. Mengurangi keterbatasan waktu, jika tidak ada cukup waktu  untuk mengajari seluruh peserta didik di dalam lab hingga mereka paham,

2. Mengurangi hambatan geografis, jika terdapat siswa atau mahasiswa yang berlokasi jauh dari pusat pembelajaran (kampus),

3. Ekonomis, tidak membutuhkan bangunan lab, alat-alat dan bahan-bahan seperti pada laboratorium konvensional,

4. Meningkatkan kualitas eksperimen, karena memungkinkan untuk diulang untuk memperjelas keraguan dalam pengukuran di lab,

5. Meningkatkan efektivitas pembelajaran, karena siswa atau mahasiswa akan semakin lama menghabiskan waktunya dalam lab Virtual tersebut berulang-ulang,

6. Meningkatkan keamanan dan keselamatan, karena tidak berinteraksi dengan alat dan bahan kimia yang nyata.

Kelemahan dalam pemanfaatan Laboratorium Virtual online :

1. Peserta didik harus online (terkoneksi internet) untuk menjalankan simulasi suatu praktikum.

2. Keterbatasan pengetahuan mengenai tata cara pelaksanaan praktikum online, karena kebanyakan penyedia layanan Virtual Labs menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

3. Kurangnya pengalaman secara riil di laboratorium nyata, sehingga terjadi kebingungan peserta didik dalam merangkai alat dan mengoperasikannya.

4. Laboratorium Virtual tidak memberikan pengalaman di lapangan secara nyata.

Beberapa penyedia layanan Laboratorium Virtual (Virtual Labs) memberikan layanan secara gratis dan sebagiannya lagi secara berbayar. Kita bisa memanfaatkan Virtual Labs gratis untuk menunjang pemahaman peserta didik kita dalam memahami suatu konsep. Kadang guru tidak sempat melakukan praktikum bersama siswa karena adanya keterbatasan waktu ataupun karena keterbatasan peralatan serta sarana prasana praktikum. 

Virtual Labs menjadi solusi terbaik untuk melakukan praktikum secara “REAL TIME” kapanpun dan dimanapun peserta didik berada.

Persyaratan teknis komputer agar bisa mengakses Virtual Labs yaitu :

Komputer  atau laptop yang cukup cepat  untuk internet dan browsing misalnya intel Pentium I 5 supaya lancar jangan lupa graphic cardnya juga disesuaikan  

Kecepatan internet yang cukup baik misalnya  bandwidth 10mb atau lebih 

Kemudian 

1. Terinstal Flash Player

2. Terinstal Java Run Time Environment

Penyedia layanan Virtual Labs gratis diantaranya yaitu :

1. Virtual Labs India (IIT-H)

India memperkenalkan laboratorium Virtual sains dan teknik pertama di negeri itu. Laboratorium yang diluncurkan pada 23 Februari 2012 ini bertujuan memberikan fasilitas laboratorium sains dan teknik kepada pelajar negeri itu sehingga bisa melakukan eksperimen secara online.

Laboratorium bertajuk Virtual Labs Project ini dapat memfasilitasi percobaan dalam 97 bidang di sembilan disiplin sains dan teknik termasuk elektronik dan komunikasi, teknik sipil, ilmu komputer, teknik rekayasa, bioteknologi, dan rekayasa biomedis.

Para pendukung proyek mengatakan bahwa laboratorium Virtual merupakan cara untuk menangani kekurangan pengajar di perguruan tinggi teknik di India. Demikian seperti dikutip dari University World News, Senin (12/3/2012). 

(Sumber : http://kampus.okezone.com)

2. Virtual Labs Biologi Stanford

3. McGraw-Hill Biology: Virtual Laboratory Links :

Dependent and Independent Variables

Cellular Pursuit

Enzyme-controlled Reactions

Cell Reproduction

Punnett Squares

Sex-linked Traits

Tracking Grizzlies

Knocking Out Genes

Gene Splicing

Natural Selection

Dino Dig

Classifying Arthropods

Classifying Using Biotechnology

Plant Transpiration

Earthworm Dissection

Blood Pressure

Muscle Simulations

Population Biology

Model Ecosystems

Assessing Water Quality

Ecosystems, Organisms, and Trophic Levels

Virtual Pathology

Virtual Frog Dissection

Mealworm Behavior

Communities and Biomes

Energy in a Cell

DNA and Genes

Mammals

The Digestive and Endocrine System

The Doppler Effect

Kinetic Theory

The Periodic Table

Universal Gravitation

4. PhET Interactive Simulations University of Colorado

5. Chemistry Experiment Simulations and Conceptual Computer Animations

Indonesia juga tidak  kalah dengan  luar negeri  karena kemendikbud juga mempunyai  Virtual lab untuk belajar anak anak Indonesia .walaupun masih terbatas tapi Indonesia juga berusaha untuk  memberi pembelajaran bagi warganya.

Image

Andri Somantri

Redaktur

Image

Andri Somantri

Redaktur

Image

Reporter