Light Dark

Melihat 500 Fosil Hiu Purba Koleksi Museum Sri Asih Pakidulan Sukabumi

Video | 25 Feb 2021, 12:22 WIB 25 Feb 2021, 12:22 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Penemuan fosil Hiu Purba atau Megalodon di Desa Gunung Sungging Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat semakin menuai perhatian. Untuk melestarikan warisan purbakala tersebut, telah didirikan Museum Sri Asih Pakidulan.

Kepala Desa Gunung Sungging, Nanang mengatakan, beberapa Fosil yang sudah ditemukan dan terdata jumlahnya ada 500 buah, terdiri dari Fosil gigi hiu atau Megalodon, moluska jenis kerang, keong, tulang paus, hingga ambergris atau muntahan paus.

"Untuk ukuran fosil Megalodon bervariatif. Yang terkecil berukuran 1 centimeter dan terbesar 15 centimeter. Untuk moluska juga bervariatif," kata Nanang kepada sukabumiupdate.com, Kamis (25/2/2021).

Museum Sri Asih Pakidulan lokasinya ada di samping kantor Desa Gunung Sungging. Ukuran mini Museum itu 8x6 meter dengan luas 48 meter persegi.

"Nama Museum mini Sri Asih Pakidulan ini ada makna tersendiri. Sri Asih maknanya dengan adanya museum ini kita jalin silaturahmi, ramah dalam pelayanan, serta peduli terhadap sesama, peduli terhadap lingkungan, sumber daya alam yang ada, sehingga mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya warga Desa Gunung Sungging," jelas Nanang.

"Sedangkan Pakidulan, maknanya identik dengan keberadaan Museum di selatan. Bahasa sundanya Pakidulan. Museum ini dibuka untuk umum setiap hari," terangnya.

Plt Camat Surade Ukat Sukayat usai meresmikan Museum mini Sri Asih Pakidulan mengatakan berdirinya Museum Sri Asih Pakidulan merupakan bukti kepedulian pemerintah.

"Alhamdulillah hari ini telah diresmikan dan dibuka Museum hewan laut purba. Banyak barang hewan laut purba yang bisa dilestarikan, juga nantinya sebagai wisata edukasi. Ini  membuktikan bahwa di Kecamatan Surade ada jejak kehidupan hewan laut purba," pungkas Ukat.

Image

Herlan Heryadie

Redaktur

Image

Ragil Gilang

Reporter

Image

Budiono

Redaktur