Light Dark

Curhat Wanita Pelayan Warung di Pantai Sukabumi: Mantan Buruh yang Gagal jadi TKW karena Pandemi

Sukabumi | 22 Feb 2021, 08:00 WIB

Curhat Wanita Pelayan Warung di Pantai Sukabumi: Mantan Buruh yang Gagal jadi TKW karena Pandemi

Sukabumi | 22 Feb 2021, 08:00 WIB
Ilustrasi siluet wanita | Freepik

SUKABUMIUPDATE.com - pandemi tak hanya membuat perempuan muda ini bercerai dengan suaminya. Ia bahkan tak punya pilihan saat ditawari jadi wanita pelayan warung hiburan di pesisir pantai Sukabumi, hanya karena harus menafkahi keluarganya. 

Sebut saja Mawar (35 tahun), bekerja sebagai pelayan warung hiburan di kawasan wisata Ujung Genteng Kabupaten Sukabumi. Mawar tak hanya menawarkan kopi dan makanan, tapi juga siap menemani pengunjung yang kesepian.  

Baca Juga :

"Sebelumnya saya kerja di beberapa pabrik, mulai dari tahun 2005 hingga dikeluarkan pada 2020, karena saat itu tidak masuk kerja mengurus perceraian," tuturnya kepada sukabumiupdate.com, Minggu (21/2/2021).

Setelah pisah dengan suaminya, perempuan ini kembali mencoba melamar pekerjaan di pabrik. Tapi tidak ada satupun pabrik yang menerima. Dengan berbagai alasan lamarannya selalu ditolak perusahaan.

Disaat membutuhkan pekerjaan, ada temannya yang punya kenalan pemilik warung plus penginapan di Ujung Genteng. Dengan kesadaran sendiri tanpa paksaan, ia mulai pekerjaan malam ini. "Saya baru 5 hari ini disini dan baru dapat 2 orang tamu," katanya. 

Susah mencari kerja, lanjut Mawar, sedangkan kebutuhan sehari-hari keluarga harus tetap terpenuhi. Sebelumnya dia sudah berusaha untuk jadi TKW ke luar negeri namun masih masa pandemi COVID-19.

"Saat ini hanya fokus menghidupi keluarga dengan kerja melayani pria mencari hiburan secara profesional. Dari uang tip dan komisi dari makanan dan minuman yang dibeli oleh tamu tamu warung," ungkapnya.

Ingat Pesan Ibu: Wajib 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas serta aktivitas di luar rumah). Redaksi sukabumiupdate.com mengajak seluruh pembaca untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di setiap kegiatan.

Image

Ragil Gilang

Reporter

Image

Andri Somantri

Redaktur