Gempa Susulan Bikin Panik! 6 Cara Sederhana Atasi Panic Attack

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sudah terjadi ratusan gempa susulan pasca gempa M5.6 pada Senin 21 November 2022.

25 November 2022, 18:11 sukabumiupdate.com sukabumiupdate.com sukabumiupdate.com sukabumiupdate.com sukabumiupdate.com sukabumiupdate.com 0 sukabumiupdate.com sukabumiupdate.com 0 sukabumiupdate.com sukabumiupdate.com
Gempa Susulan Bikin Panik! 6 Cara Sederhana Atasi Panic Attack

SUKABUMIUPDATE.com - Masih seputar Gempa Bumi Cianjur yang tak henti-henti nya membuat masyarakat panik, terutama wilayah sekitar Cianjur termasuk Sukabumi. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sudah terjadi ratusan gempa susulan pasca gempa M5.6 pada Senin 21 November 2022.

Getaran, guncangan atau goyangan dari gempa-gempa susulan ini tak jarang menimbulkan serangan panik atau panic attack, sering disertai perasaan cemas dan rasa takut berlebihan. Gejala serangan panik (panic attack) dapat berupa gemetar, disorientasi, mual, detak jantung tidak teratur, mulut kering, sesak nafas, berkeringat dan pusing.

Melansir dari Halodoc, simak enam cara sederhana untuk mengatasi serangan panik (panic attack)!

1. Coba Kendalikan Rasa Takut

Jangan biarkan rasa takut yang muncul mengambil alih pikiran. Ketika terjadi serangan panik, kendalikan rasa takut dengan sugesti, yakinkan diri bahwa serangan akan segera berakhir.

2. Saat Panik, Minta Bantuan Orang Terdekat

Serangan panik biasanya disertai gejala munculnya keringat.Solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan meminta bantuan kepada orang terdekat untuk menenangkan, bercerita atau sekadar menemani sehingga merasa lebih tenang, aman dan damai.

Jangan enggan juga untuk meminta keluarga dan kerabat dekat untuk meyakinkan bahwa rasa panik pasti berakhir.

3. Kendalikan Pernapasan

Cara mengatasi serangan panik (panic attack) dapat dilakukan dengan mengendalikan pernapasan.Harus diatur sedemikian rupa agar menjadi lebih pelan, dalam, dan teratur. Beberapa langkah yang dapat dilakukan misalnya:

• Tarik napas perlahan melalui hidung.

• Napas dikeluarkan melalui mulut pelan-pelan.

• Opsional: Pejamkan mata dan fokus pada aturan pernapasan yang sedang berlangsung.

• Gunakan hitungan satu sampai lima untuk menarik napas.

4. Menutup Mata Sejenak

Beberapa serangan panik dapat disebabkan oleh pemicu tertentu dan membuat diri kewalahan untuk mengendalikan, seperti gempa bumi mendadak.Kondisi pemicu serangan panik lainnya adalah berada di lingkungan super sibuk sehingga sulit konsentrasi.

Cara sederhana mengatasi kepanikan yang muncul bisa dengan menutup mata sejenak.

Menutup mata dapat menghalangi beberapa rangsangan di sekitar untuk membuat pikiran lebih fokus mengatur pernapasan.

5. Lakukan Teknik Relaksasi Otot

Seperti pernapasan, teknik relaksasi otot juga termasuk cara sederhana menghentikan serangan panik (panic attack) yang dirasakan. Teknik relaksasi otot yang dilakukan yakni upaya membuat otot tertentu rileks, seperti jari-jari tangan atau leher pada tubuh bagian atas.

6. Berimajinasi Hal-hal yang Menyenangkan

Cara sederhana terakhir untuk meredakan serangan panik (panic attack) yaitu dengan berimajinasi hal-hal menyenangkan, baik itu suasana, tempat atau seseorang.Jika tempat misalnya imajinasi yang muncul bisa berupa pantai cerah dibalut pasir putih bersih, pemandangan alam asri nan hijau atau sekadar bangunan historis dengan orang spesial.

Buat diri lebih fokus untuk membayangkan seolah berada di tempat tersebut secara detail sehingga serangan panik (panic attack) dapat reda dengan sendirinya.

Saat gempa terjadi, upayakan tidak terlalu panik, segera jernihkan pikiran untuk segera melakukan langkah mitigasi bencana seperti mengamankan diri sendiri dan orang sekitar. Sebenarnya, serangan panik (panic attack) dapat dicegah dengan pola hidup yang sehat.

Pola hidup sehat tersebut misalnya jaga kadar gula darah tetap stabil dengan mengkonsumsi makanan teratur serta menghindari konsumsi kafein, alkohol dan merokok. Sebab, ketiganya dapat memperburuk serangan panik bila sedang terjadi.

Meskipun serangan panik (panic attack) dapat dialami oleh siapapun.

Namun serangan panik (panic attack) paling rentan dialami oleh remaja wanita hingga dewasa dibandingkan laki-laki, anak-anak, dan lansia (lanjut usia).

Writer: Nida Salma M

Baca Juga

A

Informasi Redaksi . Laporkan Konten
sukabumiupdate.com

Admin SUpdate
SU Admin

sukabumiupdate.com

Fitriansyah
Redaktur

Komentar