Light Dark

Permainan Capit Boneka Dicap Haram, Dinilai Ada Unsur Perjudian

Nasional | 23 Sep 2022, 17:36 WIB
(Ilustrasi) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purworejo menyebutkan bahwa permainan capit boneka haram digunakan | via Wikipedia

SUKABUMIUPDATE.com - Permainan Capit Boneka yang sudah beredar masyarakat sejak lama dan banyak digemari oleh anak-anak hingga orang dewasa.

Mengutip dari Suara.com, baru-baru ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purworejo menyebutkan bahwa mainan Capit Boneka haram digunakan.


Advertisement

Hal ini ditetapkan Lembaga Fatwa Hukum Keagamaan atau Lembaga Bahtsul masail (LBM) PCNU Purworejo saat membahas hukum permainan Capit Boneka dalam rutinan selapanan Sabtu legi (17/9/2022) di MWC NU Kemiri.

Baca Juga :

Permainan capit disebut PCNU Purworejo Haram karena mengandung unsur judi. Pada Permainan ini koin dimasukkan untuk menjepit Boneka di dalam wadah.

Capit yang mudah lepas dari target membuat pemain penasaran dan ingin memasukkan koin berikutnya untuk mendapatkan boneka.


Advertisement

"Hukum permainan Capit Boneka sebagaimana dalam deskripsi hukumnya tidak diperbolehkan atau Haram karena mengandung unsur perjudian, sehingga hukum menyediakannya pun juga haram," ungkap PCNU Purworejo dalam pernyataan mereka di laman resmi nupurworejo.com.

photo(Ilustrasi) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purworejo menyebutkan bahwa permainan capit boneka haram digunakan - (wikiwand)

Ada beberapa catatan yang disebutkan oleh PCNU tentang penetapan haramnya Permainan capit, antara lain:

  1. Unsur perjudian dalam permainan capit adalah setiap penyerahan harta sebagai perbandingan suatu kemanfaatan yang akan ia terima namun kemanfaatan tersebut bisa jadi berhasil dan bisa jadi gagal (spekulasi).
  2. Praktik sebagaimana dalam deskripsi di atas tidak bisa diarahkan kepada aqad ijaroh atau praktik sewa menyewa, karena seandainya pemain sudah mengetahui bahwa dia akan gagal, maka ia tidak akan mengikuti permainan tersebut.
  3. Orangtua atau wali harus melarang anaknya dengan cara menegur, menasehati dan memberi pengertian untuk tidak mengikuti permainan tersebut, karena mengandung unsur perjudian yang dilarang agama.

Baca Juga :

SUMBER: SUARA.COM

Image

Admin SUpdate

Image

Dede Imran