Light Dark

Dibabat Hingga Membusuk, Petani Sukaraja Sukabumi Kesal Harga Caisim Anjlok

Sukabumi | 02 Aug 2022, 20:42 WIB
Petani di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi membabat caisim karena kesal harga jual ke pasar anjlok. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Petani sayuran di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, mengeluhkan harga jual sawi caisim ke pasar hanya Rp 200 per kilogramnya. Kondisi ini membuat Petani memilih untuk membiarkan caisim membusuk di ladang hingga membabatnya. 

Ketua Forum Kelompok Tani Sukabumi Utara, Dedi Suryadi menyatakan, caisim yang dibabat merupakan tanaman yang memasuki panen raya di wilayah Kecamatan Sukaraja. Luasnya kata Dedi, sekitar dua hektar.


Advertisement

Baca Juga :

“Kalau untuk luasan lahan tanaman sawi yang dibiarkan membusuk, belum kita hitung, masih dilakukan pendataan ke lapangan," ujar Dedi, Selasa (2/8/2022) 

Dedi menyatakan saat ini caisim yang ada di wilayah Kecamatan Sukaraja melimpah namun kondisi ini tidak didukung jumlah kebutuhan pasar.

Lebih lanjut Dedi menyatakan, Petani di Kecamatan Sukaraja seluruhnya menanam caisim dengan harapan pada saat masa panen harga di pasaran tinggi. Namun hal itu tak sesuai harapan. 


Advertisement

Dalam hal ini, ketika menanam sayuran Petani selalu berdasarkan pada pola kebiasaan bukan berdasarkan kebutuhan pemetaan pasar.

Sehingga pemerintah harus hadir dan memberikan solusi kepada Petani untuk memberikan bimbingan.

“Ini harus dilakukan agar kasus serupa tidak terulang kembali di tahun mendatang. persoalan pembabatan tanaman sawi hingga para Petani membiarkan hektaran lahan tanaman sawi membusuk di ladang itu, sering kali terjadi hampir setiap tahunnya," tandasnya.

Image

Riza

Image

Andri Somantri

Redaktur