Light Dark

Kisah Mama Ai, Pemilik Penginapan yang Tewas Penuh Luka di Ujunggenteng Sukabumi

Sukabumi | 21 Jun 2022, 16:42 WIB
Jenazah Mama Ai pemilik penginapan di Ujunggenteng yang ditemukan tewas, hari ini dimakamkan di TPU Babadan, Kampung Ciranjang Sawah Desa Karangmekar Kecamatan Cimanggu Kabupaten Sukabumi | istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Jenazah dua wanita yang ditemukan tewas penuh luka di Ujunggenteng Kabupaten Sukabumi Jawa Barat hari ini, Selasa 21 Juni 2022 dimakamkan di kampung halaman masing-masing. Salah satunya adalah Aisah alias Mama Ai (65 tahun) pemilik penginapan Sinar Laut yang ditemukan mengambang di perairan kalapacondong, pada Senin kemarin, 20 Juni 2022.

Usai proses otopsi di RS Kramat Jati Jakarta, jenazah mama Ai langsung di antar ke rumah duka untuk dimakamkan. Menurut, Tisman jenazah saudaranya tersebut dimakamkan sekitar pukul 15.00 WIB tadi, di TPU Babadan.


Advertisement

"Mama Ai ini asli dari Kampung Ciranjang Sawah Desa Karangmekar Kecamatan Cimanggu, sebelum merantau membuka usaha warung dan penginapan di Ujunggenteng. Jadi dimakamkannya di sini," ungkap Tisman kepada sukabumiupdate.com.

Keluarga berharap kasus kematian Mama Ai segera terungkap. "Kami berharap keadilan dan jika memang ini pembunuhan maka pelakunya harus cepat ditangkap dan dihukum seberat-beratnya," sambung Tisman.

Menurut Tisman, Mama Ai memiliki lima anak dari sejumlah suami dan di mata keluarga, almarhumah adalah sosok perempuan tangguh. Perempuan ini membuktikan sebagai figur yang ulet dan memiliki semangat untuk maju.

Mama Ai tahun 2006 silam mulai menjadi pekerja dari rumah makan dan kafe di tempat wisata di Ujunggenteng. Tahun 2010 ia punya modal sendiri, lalu bangun tempat usaha sendiri, penginapan dan warung Sinar Laut di Kalapacondong Ujunggenteng.


Advertisement

photoPolisi di depan penginapan Sinar Laut, Kampung Kalapacondong, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. 2 Wanita yang merupakan pemilik dan pekerja penginapan ditemukan tewas. - (Ragil Gilang)

Almarhumah adalah salah satu pelaku usaha tempat makan, kafe dan penginapan senior di kawasan pantai tersebut. "Mama Ai itu senior disini," jelas pelaku usaha lainnya yang enggan namanya disebutkan dalam berita.

Usahanya terus berkembang, Sinar laut tak hanya penginapan dan warung makan, tapi juga ada fasilitas seperti karaoke dan sewa room. Dan sekitar 4 bulan lalu ia merekrut Adel (26 tahun) sebagai pelayan di warung makan dan tempat karaokenya.

Baca Juga :

"Mama Ai dan Adel itu akrab, malah kayak ibu sama anak. Kalau izin pulang ke kampungnya di Bantargadung, Adel selalu bawa oleh-oleh untuk Mama Ai," jelas tetangganya di Kalapacondong.

Tetangga dan keluarga tak pernah menyangka, jika Senin pagi kemarin, keduanya Mama Ai dan Adel ditemukan tak bernyawa dalam kondisi yang mengenaskan. Tubuh Mama Ai ditemukan oleh nelayan yang baru pulang melaut, mengambang di perairan dengan sejumlah luka di bagian kepala . 

Sementara Adel, terkapar berlumuran darah di atas pasir pantai di belakang Penginapan Sinar Laut. Saat ini polisi masih berusaha mengungkap kasus dugaan pembunuhan Mama Ai dan Adel.

Image

Ragil Gilang

Reporter

Image

Fit NW

Redaktur