Light Dark

BMKG Ungkap Alasan Jawa Barat Masih Diguyur Hujan Meski Sudah Masuk Kemarau

Science | 21 Jun 2022, 18:30 WIB
(Ilustrasi) Wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi kerap turun hujan meski menurut siklusnya saat ini seharusnya sudah memasuki musim kemarau | IST

SUKABUMIUPDATE.com - Wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi kerap turun Hujan meski menurut siklusnya saat ini seharusnya sudah memasuki musim kemarau. Lantas, apa yang menjadi penyebab fenomena ini?

Melansir dari Suara.com, Prakirawan Stasiun BMKG Bandung Bandung Muhamad Iid Mujtahiddin menjelaskan, melihat dari perkiraan memang wilayah Jawa Barat ini sudah memasuki periode kemarau pada Juni.


Advertisement

Bahkan puncak Hujan sudah terlewati, meskipun setiap daerah berbeda-beda.

Baca Juga :

"Tapi ada beberapa pergeseran, ada gangguan secara lokal maupun global," kata Iid saat dihubungi Suara.com pada Selasa (21/6/2022).

Ia menjelaskan, gangguan lokal itu dikarenakan permukaan suhu laut yang relatif hangat. Kondisi tersebut, kata Iid, berpengaruh terhadap potensi Hujan yang kerap mengguyur wilayah Jawa Barat.


Advertisement

Kemudian penyebab globalnya adalah faktor fenomena La Nina. Yakni fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah Hujan yang lebih tinggi. La Nina menjadi salah satu faktor yang menyebabkan musim hujan.

photo(Ilustrasi) Hujan - (pixabay)

"Kemudian secara globalnya ada gangguan La Nina walaupun sekarang mendekati titik lemah. Kondisinya mirip dengan tahun kemarin tapi sedikit lebih banyak (lama) hujannya daripada tahun kemarin karena ada gangguan La Nina," jelas Iid.

Sementara musim kemarau, terang dia, diperkirakan baru akan masuk pada bulan Juli, Agustus dan September. Tetapi diperkirakan tidak akan ada El Nino, yaitu fenomena yang menyebabkan panas.

"Kemudian nanti Juli Agustus September gangguan relatif lebih ke musim kemarau. Kalau Juni ini masih ada potensi hujan," ucap Iid.

SUMBER: SUARA.COM/Ferrye Bangkit Rizki

Image

Admin SUpdate

Image

Dede Imran