Light Dark

Selain Pungli? Buruh Pabrik Gaun Pengantin di Sukabumi Juga Keluhkan Uang Lembur

Sukabumi | 30 May 2022, 13:37 WIB
Buruh Pabrik Gaun Pengantin di Parungkuda Sukabumi Keluhkan Pungli dan Uang Lembur Tak Sesuai. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.COM - Sejumlah buruh pabrik garmen PT Kenlee Indonesia mengeluhkan hak-hak pekerjanya tidak dibayarkan selama bekerja di perusahaan ekspor-impor yang memproduksi pakaian jadi khusus gaun pengantin di Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat itu. Selain itu mereka juga mengeluh adanya dugaan pungutan liar atau pungli yang harus dibayarkan selama bekerja.

Dari informasi yang didapat sukabumiupdate.com Senin (29/5/2022), banyak upah lembur karyawan yang tidak dibayarkan. Diketahui setiap harinya buruh atau karyawan PT Kenlee mulai masuk pukul 06.30 WIB pagi dan sering pulang pukul 20.00 WIB malam.


Advertisement

Saat bekerja di hari biasa hingga pukul 20.00 WIB malam itu, hitungan bayaran hanya didapat hingga pukul 17.00 WIB saja, sehingga 3 jam lembur itu tidak dibayar.

"Hari Minggu dan libur nasional pun, kita tetap masuk kerja lembur dengan jam kerja masuk jam setengah tujuh sampai setengah empat, tapi upah kita cuma dibayar sampai jam setengah dua belas," ungkap pekerja yang enggan disebutkan namanya menambahkan.

Baca Juga :


Advertisement

Terkait adanya dugaan pungli, buruh lain bernama Melati (bukan nama sebenarnya) mengaku, jika dirinya dimintai sejumlah uang oleh oknum dari perusahaan tersebut.

"Saya sama karyawan lain diwajibkan membayar uang dua ribu rupiah dan lima ribu rupiah untuk penanganan karyawan yang sakit. Kalau tidak bayar hari ini, besoknya saya ditagih lagi sampai bayar," jelas Melati.

"Yang lebih parah waktu bulan puasa kemarin, kita dimintai uang dengan nominal yang sama setiap hari selama Ramadan," tambahnya.

Saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut, HRD PT Kenlee Herman menyangkal adanya pungutan liar dan memastikan pembayaran uang lembur sudah sesuai.

Adapun mengenai pungutan selama Ramadan, pihak perusahaan membenarkan, namun itu adalah iuran dari Badan Amil Zakat (BAZ) kecamatan Parungkuda yang nominalnya 5.000 rupiah dan hanya dilakukan sekali saja yakni menjelang Idulfitri. 

"Tidak ada pungli di perusahaan kami, cuma kemarin (menjelang hari raya) memang ada iuran untuk BAZ, mungkin itu. Kemudian untuk pembayaran uang lembur sepertinya sudah sesuai," jawabnya singkat.

REPORTER: CRP 4 (BILLIE)

Image

Admin SUpdate

Image

Denis Febrian