Light Dark

10 Spot Bertelur Penyelamat Lautan di Sukabumi, Hari Kura-kura dan Penyu Sedunia

Science | 23 May 2022, 18:03 WIB
Tukik atau anak penyu hijau menuju lautan di Pantai Pangumbahan Sukabumi | istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Hari ini, 23 Mei 2020 didedikasikan untuk sang penyelamat lautan, sebagai hari kura-kura dan penyu sedunia. Sukabumi dan banyak pantai di pesisir selatan Indonesia lainnya, adalah spot pendaratan atau tempat bertelur penyu hijau, satu diantara jenis penyu dilindungi.

Kementerian Kelautan dan Perikanan membuat infografis menarik terkait manfaat satwa yang satu ini bagi kelestarian lingkungan, khususnya sea atau lautan. 


Advertisement

"Hai #SahabatBahari tahu ga sih dari 7 penyu yang ada di dunia, 6 diantaranya hidup di perairan Indonesia lho! Selain itu, penyu juga dijuluki sebagai penjaga sumber daya laut. Namun, sangat disayangkan keberadaan penyu ini mulai terancam. Di momentum ini, Mimin mau ajak #SahabatBahari untuk sama-sama menjaga kelestarian ekosistem penyu untuk menjaga kesehatan laut kita

Selamat Hari Kura-Kura dan penyu Sedunia ," tulis admin facebook Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), 23 Mei 2022.

photoInfografis hari kura-kura dan penyu sedunia, 23 Mei 2022 - (akun facebook Kementerian Kelautan dan Perika)

KKP menyebut keberadaan penyu sangat kesehatan laut. Sedikitnya ada 5 fungsi penyu bagi sumber daya kelautan, yaitu;


Advertisement

-Menjaga keberlangsungan hidup lamun dan rumput laut

-Dengan merumput penyu membantu menambah nutrisi dan produktivitas lamun

-Mengontrol ekosistem spon dari terumbu karang

-Menjaga fungsi terumbu karang tetap produktif

-Mencegah meledaknya populasi ubur-ubur

Begitu berharganya penyu bagi laut, dan tentunya manusia, karena hasil laut tergantung dari lima tugas penyu yang sudah disebutkan tersebut. KKP menegaskan ada 7 jenis penyu di dunia, enam diantaranya hidup di perairan Indonesia, pesisir selatan Kabupaten Sukabumi salah satunya.

photoTukik atau anak penyu hijau menuju lautan di Pantai Pangumbahan Sukabumi - (istimewa)

Pantai di wilayah Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi seperti Pangumbahan dan sekitarnya adalah tempat pendaratan, bertelur dan berkembang biak penyu hijau (Chelonia Mydas). Salah satu penyu yang terancam punah jika tidak dijaga.

Pangumbahan bahkan menjadi salah satu destinasi unggulan untuk isu pelestarian lingkungan dan wisata bagi Kabupaten Sukabumi. Tak heran jika penyu hijau kemudian menjadi salah satu icon Kabupaten Sukabumi, banyak patungnya tersebar di wilayah ini.

Baca Juga :

Ternyata ada beberapa titik pendaratan penyu hijau di luar pantai konservasi Pangumbahan yang dikelola Balai Pengawasan dan Konservasi Sumber daya Kelautan dan Perikanan wilayah selatan. penyu hijau naik ke darat dan bertelur bukan hanya di wilayah konservasi Pangumbahan, namun ada sejumlah titik lainnya yang masih di pantai pesisir selatan Sukabumi, yaitu di Hujungan, Legon Mata Hiang, Karang Dulang, Citireum, Pandan Jangkung, Karang Cantigi, Cibuaya, Cibulakan, dan Cikeupeuk.

Semuanya berada di kawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Suaka Margasatwa Cikepuh di Kecamatan Ciracap, dan Kecamatan Ciemas. Luas wilayah Suaka Margasatwa Cikepuh, mencapai 8.541 Hektar yang berada di Kecamatan Ciracap, dan Kecamatan Ciemas, serta empat desa, yaitu Pangumbahan, Gunungbatu, Sidamulya, dan Mandrajaya. 

Image

Admin SUpdate

Image

Fit NW

Redaktur