Satu Bulan Lebih, Warga Dua Desa di Palabuhanratu Sukabumi Berjibaku Lawan Lumpur

Kamis 30 Januari 2020, 00:30 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Kurang lebih satu bulan warga Desa Cibodas dan Desa Cirendang, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi melintasi jalan berlumpur akibat longsor. Warga setempat, Mustika (23 tahun) mengatakan, jalan tertutup lumpur setelah tebing lapang sepakbola di Kampung Sirnarasa RT 07/02 Desa Cibodas longsor pada Jumat, 6 Desember 2019 silam sekitar pukul 07.30 WIB.

BACA JUGA: DPU Jawab Viral Jalan Cibuntu Sukabumi Berujung Ancaman Golput

Mustika menyebut, sampai saat ini akses jalan tertutup oleh material lumpur dan batu kerikil. Rata-rata lumpur tebalnya se-mata kaki orang dewasa. Alhasil, jalanan licin dan membuat warga yang sehari-hari beraktivitas melewati jalanan tersebut harus ekstra hati-hati.

"Kondisi begini sudah lama, sekitar satu bulan. Sampai saat ini belum bisa dibersihkan secara maksimal. Ini harus pakai alat berat kalau pengin bersih dan tebing di lapang sepakbola dibangun tembok penahan," kata Mustika kepada sukabumiupdate.com, Rabu (29/1/2020).

BACA JUGA: Jalan Ruas Ciemas-Tamanjaya Sukabumi Tergenang Lumpur

Warga, lanjut Mustika, bukan tidak mau berupaya melakukan pembersihan. Meski sudah dikeruk oleh warga menggunakan cangkul dan alat seadanya. Namun saat hujan deras mengguyur, jalan kembali tertutup material tanah. "Sudah dicangkul tapi enggak selesai selesai. Mungkin warga sudah lelah, makanya enggak dilanjut," ujarnya.

Masih kata Mustika, kondisi diperparah saat turun hujan deras. Lantaran akses jalan alternatif ke Kampung Cikurutug Desa Cibodas memutar cukup jauh, sekitar satu kilometer, warga yang menggunakan sepeda motor maupun yang berjalan kaki kerap nekat melewati medan berlumpur. "Jalan alternatif itu juga katanya sedang diperbaiki. Jadi terpaksa lewat sini meski taruhannya jatuh di lumpur," tandasnya.

BACA JUGA: Jalan Rusak Berlumpur Akibat Proyek Tol Bocimi di Ciambar Sukabumi, Warga Pilih Bersabar

Warga lainnya, Marwandi (23 tahun) menambahkan semenjak jalan tersebut dipenuhi lumpur, aktivitas warga menjadi sangat terganggu. "Sekarang kalau mau ke pasar pikir-pikir dulu. Warga mengharapkan segera ada perbaikan tebing di lapang sepakbola dengan membangun tembok penahan agar saat terjadi hujan, longsoran tanah di lapang tidak kembali ke jalan," singkatnya.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkini
Bola23 Februari 2025, 21:46 WIB

Gagal Bawa U-20 ke Piala Dunia, Erick Thohir Pecat Indra Sjafri

PSSI memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas Indonesia U-20.
Jelang laga Timnas Indonesia U-24 vs Uzbekistan di babak 16 Asian Games, pelatih Indra Sjafri telah menyiapkan taktik khusus (Sumber : dok.pssi)
Sukabumi23 Februari 2025, 21:28 WIB

Api Merembet dari Hawu, Rumah Panggung di Purabaya Sukabumi Ludes Terbakar

Rumah panggung milik Adsiah (65 tahun) warga Kampung Cipari RT 006/01, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, ludes terbakar
Rumah panggung milik Adsiah (65 tahun) warga Kampung Cipari RT 006/01, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, ludes terbakar pada Minggu (23/2/2025) | Foto : P2BK Purabaya
Sukabumi23 Februari 2025, 21:03 WIB

Wabup Andreas Gelar Open House, Komitmen Kerja untuk Semua Warga Sukabumi

Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menggelar acara open house di kediamannya di Kampung Pasir Reungit, Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Minggu (23/2/2025)
Ribuan warga menghadiri open house Wakil Bupati Sukabumi Andreas di kediamannya di Cidahu, Minggu (23/2/2025) | Foto : Ibnu Sanubari
Sukabumi23 Februari 2025, 21:00 WIB

SPI Sukabumi Temukan 3 Lahan Eks HGU Dikuasai Segelintir Orang, Minta GTRA Bertindak

DPC SPI Sukabumi menyoroti berbagai masalah ketimpangan kepemilikan tanah dan konflik agraria yang terjadi di Kabupaten Sukabumi.
Ketimpangan kepemilikan tanah dan konflik agraria yang terjadi di Kabupaten Sukabumi. | Foto : Ilustrasi kebun pIxabay
Life23 Februari 2025, 20:00 WIB

6 Hal Kritis di Usia 20-30 Tahun yang Harus Dihadapi Generasi Muda

Generasi muda di usia 20-30 tahun menghadapi banyak tantangan dan peluang yang akan membentuk masa depan mereka.
Ilustrasi. Hal Kritis di Usia 20-30 Tahun yang Harus Dihadapi Generasi Muda (Sumber : Pexels/AndreaPiacquadio)
Sukabumi23 Februari 2025, 19:51 WIB

Wabup Sukabumi Antar Almarhum Dedi Damhudi ke Peristirahatan Terakhir, Sebut Kehilangan Sosok Kakak

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sukabumi, Dedi Damhudi, telah meninggal dunia pada Minggu (23/2/2025) dini hari.
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, saat berdoa di peristirahan terakhir almarhum Dedi Damhudi | Foto : Ibnu Sanubari
Life23 Februari 2025, 19:00 WIB

4 Cerita Mitos Curug Seribu di Bogor yang Menambah Daya Tarik Wisatawan

Disclaimer: meskipun cerita-cerita mistis ini menambah daya tarik Curug Seribu, penting untuk selalu berhati-hati dan menghormati tempat tersebut saat berkunjung.
Curug Seribu 100 Meter, Wisata Air Terjun Tertinggi di Bogor Jawa Barat. Foto: IG/@ferdinandpatar/@pesonaairterjunindonesia
Bola23 Februari 2025, 18:00 WIB

Link Live Streaming Malut United vs PSS Sleman di BRI Liga 1

Berikut ini link live streaming Malut United vs PSS Sleman akan berlangsung di Stadion Kie Raha, Minggu, 23 Februari 2025 mulai pukul 19.00 WIB.
Malut United vs PSS Sleman (Sumber : Vidio)
Musik23 Februari 2025, 17:00 WIB

Lewat Lagu Tawamu, Keisya Levronka Dedikasikan Karyanya untuk Sang Adik Tercinta

Segmen awal Official Music Video ini menyebutkan bahwa Lagu Tawamu didedikasikan oleh Keisya untuk sang adik, Lexi VallenoHavlenda yang mengalami musibah jatuh dari lantai 6.
Official Music Video Tawamu dari Keisya Levronka. Foto: YouTube/@KeisyaLevronkaChannel
Inspirasi23 Februari 2025, 16:34 WIB

Bayar Pajak Dapat Hadiah Umrah, Bapenda Sukabumi Jelaskan Regulasi dan Ketentuannya

Bapenda Kabupaten Sukabumi memastikan pemberian hadiah umrah gratis telah mendapat izin resmi dari Kemensos dan dilakukan melalui mekanisme pengundian yang transparan.
Program Gebyar Sipenyu: Bayar Pajak Berhadiah Umrah yang digagas Bapenda Kabupaten Sukabumi. (Sumber Foto: Istimewa)