PVMBG Rilis Peta Potensi Lubang Raksasa di Kadudampit Sukabumi

Selasa 30 April 2019, 03:27 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Geologi PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) Jawa Barat (Jabar), telah membuat sebuah peta situasi amblesan tanah di Kampung Legoknyenang, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Peta potensi lubang raksasa ini dibuat bulan September 2018 lalu, usai kejadian tanah amblas kedua.

Lubang raksasa yang kembaku terjadi pada hari Minggu (28/4/2019) lalu dalam skala lebih besar dibandingkan kejadian pertama dan kedua, sudah diprediksi sebelumnya, oleh tim Geologi PVMBG Jabar. Seperti yang terlihat dalam peta, dibawah lubang raksasa ini membentang aliran sungai bawah air (terowongan air) dari arah Barat Laut ke hilir di Tenggara.

Dikutip dari laman website Kementerian Energi dan Sumbe Daya Mineral (ESDM), yang memuat kajian PBMBG, kawasan amblasnya tanah di Kampung Legoknyenang tersebut adalah hamparan lahan sawah dengan perkiraan luas kurang lebih 5 hektare. Terowongan air yang berada dibawa areal tersebut, berukuran panjang kurang lebih 50 meter, dengan mulut outlet terowongan tinggi 3,2 meter, lebar 2,5 meter.

BACA JUGA: Tim PVMBG: Lubang Raksasa di Kadudampit Sukabumi Bisa Meluas

Berdasarkan pengamatan tim Badan Geologi PVMBG di lapangan, penyebab terjadinya amblesan adalah adanya terowongan air bawah tanah (tanpa konstruksi penguat pada dinding dan atapnya, red) yang melintas tepat di bawah lubang amblesan. Dinding dan atap terowongan tanah tersebut sedikit demi sedikit tergerus oleh aliran air sehingga menyebabkan adanya rongga bawah tanah yang semakin membesar dan tidak kuat menahan beban tanah diatasnya yang mengalami penambahan tingkat kejenuhan tanah akibat mulai turunnya hujan.

Amblesan sawah ini membuat aliran air pada terowongan tertahan, terjadi genangan pada ujung barat laut tempat masuknya air. Tim Badan Geologi PVMBG sudah memberikan rekomendasi perlu dilakukan pembersihan sumbatan tanah amblesan dan sampah pada terowongan agar aliran air pada terowongan tetap terjaga, sehingga tidak terjadi akumulasi dan luapan air pada bagian tempat masuknya air.

Perlu adanya penguatan pada dinding dan atap sepanjang terowongan tanah tersebut, agar tanah diatasnya tetap stabil (tidak ambles, red).  Termasuk saat musim hujan seperti ini,  masyarakat sekitar diimbau agar tetap berhati-hati, mengingat kemungkinan terjadinya amblesan masih dapat terjadi.

Sehingga pemasangan police line yang selama ini sudah dilakukan, perlu ditambahkan papan peringatan untuk tidak terlalu dekat dengan dinding amblesan yang terbentuk.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkini
Entertainment27 Februari 2025, 14:30 WIB

Belum Satu Tahun, Rans Nusantara Hebat Raffi Ahmad dan Kaesang Umumkan Tutup

Bisnis Raffi Ahmad bersama Kaesang Pangarep Rans Nusantara Hebat mengumumkan akan berhenti beroperasi mulai pada Jumat, 28 Februari 2025.
Belum Satu Tahun, Rans Nusantara Hebat Raffi Ahmad dan Kaesang Umumkan Tutup (Sumber : Instagram/@ransnusantarahebat)
Science27 Februari 2025, 14:00 WIB

Mirip Wader: Barbodes Klapanunggalensis, Spesies Baru Ikan Buta Penghuni Gua dari Jawa Barat

Ikan ini sepenuhnya buta, dengan mata yang telah mengalami reduksi, hanya meninggalkan bekas berupa cekungan orbital yang tertutup kulit.
Spesies baru ikan gua buta Barbodes klapanunggalensis (Sumber: dok BRIN)
Life27 Februari 2025, 14:00 WIB

Botram Sunda Punya Cerita, Inilah Sejarah Tradisi Munggahan Puasa di Jawa Barat

Tradisi Munggahan menjadi sarana untuk berkumpul bersama keluarga, tetangga, dan teman-teman, sehingga dapat mempererat tali silaturahmi.
Ilustrasi. Botram Sunda Punya Cerita, Sejarah Tradisi Munggahan Puasa di Jawa Barat (Sumber : AI)
Film27 Februari 2025, 13:15 WIB

Sinopsis Preman Pensiun 9 Episode 1: Tayang Perdana 27 Februari Sore Ini, Ada Cerita Baru!

Preman Pensiun 9 episode 1 akan tayang perdana hari ini 27 Februari 2025.
Preman Pensiun 9 episode 1 akan tayang perdana hari ini 27 Februari 2025. (Sumber : Instagram/@premanpensiun.mncp).
Food & Travel27 Februari 2025, 13:00 WIB

Pantai Sambolo Anyer: Pesona Pasir Putih Hanya 2 Jam 30 Menit dari Jakarta

Pantai Sambolo Anyer terkenal dengan pasir putihnya yang lembut, ombak yang relatif tenang, dan pemandangan laut yang indah.
Pantai Sambolo Anyer adalah salah satu destinasi wisata pantai yang populer di kawasan Anyer, Banten. (Sumber : Instagram/@intandara19/@miraloveosse).
Sukabumi27 Februari 2025, 12:37 WIB

Ayah Anak dan Besan, Keluarga Tukang Bangunan Korban Sambaran Petir di Simpenan Sukabumi

Empat korban sambaran petir di area IPHS (Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial) Perhutani, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Rabu siang 26 Februari 2025, adalah pekerja bangunan.
Ilustrasi sambaran petir. | Foto: Pixabay
Entertainment27 Februari 2025, 12:30 WIB

Billy Syahputra Ungkap Uang Olga Syahputra Pernah Dicuri Oleh Orang Terdekat

Billy Syahputra baru-baru ini menceritakan bahwa uang almarhum kakaknya, Olga Syahputra pernah dicuri oleh orang terdekat dari ATM yang diduga senilai 1,5 miliar rupiah.
Billy Syahputra Ungkap Uang Olga Syahputra Pernah Dicuri Oleh Orang Terdekat (Sumber : x/@IndoPopBase dan instagram/@billysky16)
Bola27 Februari 2025, 12:00 WIB

Persib Hadapi Tantangan Cuaca dan Awal Ramadan Jelang Duel Kontra Persebaya

Persib Bandung siap hadapi Persebaya Surabaya di Liga 1 2024/2025 pekan ke-25.
Persib Bandung siap hadapi Persebaya Surabaya di Liga 1 2024/2025 pekan ke-25. (Sumber : X@persebayaupdate/@persib).
Sukabumi27 Februari 2025, 11:44 WIB

Dugaan Penganiayaan 3 Pemuda di Sukabumi: Kadernya Tewas, GMNI Tunggu Penyelidikan Polisi

Ketua GMNI Sukabumi Raya, Aris Gunawan membenarkan jika RR adalah kader GMNI.
Bendera GMNI (Sumber: dok gmni)
Keuangan27 Februari 2025, 11:34 WIB

Kawal Niat Prabowo, Slamet Minta Bulog Serap Gabah Petani Sesuai Keputusan Pemerintah

Keputusan Bapanas belum disosialisasikan sampai level terbawah.
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS drh Slamet. | Foto: Fraksi.pks.id