Kesehatan Mental Remaja di Tengah Melonjaknya Kasus Covid-19

Senin 05 Juli 2021, 18:03 WIB

Oleh: Eli Maymunah, M.Pd

Pengamat Pendidikan

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang luar biasa pada semua sektor dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya di Indonesia akan tetapi juga di seluruh dunia. Terpukulnya sektor kesehatan fisik telah menyebabkan banyak dampak terkait dengan sektor-sektor terkait dengan kesejahteraan umat manusia. Setelah satu tahun lebih Pandemi melanda negeri ini tidak berlebihan jika penulis menilai adanya dampak negatif  terhadap kesehatan mental warga negara Indonesia terutama di kalangan usia muda. 

Kesehatan mental adalah sebuah kondisi dimana individu terkait dengan kesehatan emosional, psikologis dan sosial, dimana individu berpikir,  merasakan dan bertindak dalam kehidupannya sehari-hari. Di masa pandemi ini juga telah menyumbangkan hal-hal yang menurut penulis kemudian menjadi penyebab terjadinya penurunan kesehatan mental. Hal-hal yang muncul merespon adanya pandemi ini kemudian menjadi sebuah stress atau tekanan terkait dengan ketidakpastian akan lingkungan yang sehat, keadaan ekonomi yang tidak menentu, keresahan terkait kesehatan pribadi dan orang-orang terdekat dan masih banyak lagi yang lebih kompleks. 

Kesehatan mental merupakan hal penting yang harus diperhatikan selayaknya kesehatan fisik. Kestabilan kondisi mental seseorang akan berpengaruh terhadap kesehatan fisiknya secara keseluruhan. Rasa takut dan cemas tentu merupakan sebuah respon yang wajar dalam menghadapi sebuah ancaman. Akan tetapi akan lebih baik dan menguntungkan jika respon ini dapat kita kendalikan. 

Dalam penelitian laporan risiko global 2021 yang diterbitkan World Economic forum bersama Zurich Insurance Group menyebut bahwa 80% Generasi muda di seluruh dunia mengalami penurunan  kondisi mental selama Pandemi COVID-19. Dan menurut platform kesehatan Halodoc Konsultasi kesehatan mental ini mengalami kenaikan hingga 300% selama masa Pandemi. Secara langsung ataupun tidak langsung maka pandemi  ini telah membuat kesehatan masyarakat terutama di kalangan generasi muda menjadi menurun. Hal ini disebabkan karena bidang pendidikan yang terbatas pada pengaksesannya dan juga bidang ekonomi yang terpukul tidak seimbang dengan kebutuhan masyarakat secara riil. Keterbatasan pendidikan yang tidak dapat menyalahkan pada segi sarana dan prasarana saja akan tetapi juga pada segi sumber daya manusia dan semangat belajar yang tidak sama antara satu individu dengan individu yang lainnya. Kegiatan perekonomian yang melambat selama masa pandemi tentu menyebabkan jumlah pengangguran terdidik. Sekolah tetap meluluskan siswanya, Universitas tetap mewisuda sarjana-sarjana yang dicetaknya sedangkan lowongan kerja dipersempit bahkan yang sudah bekerja tidak sedikit yang dirumahkan bahkan di PHK. 

Dunia digital telah menawarkan berbagai pekerjaan baru yang menjanjikan  bagi mereka yang menguasainya. Akan tetapi digitalisasi yang terpaksa karena mengimbangi dampak dari Pandemi ini tentu belum dapat dirasakan secara merata diseluruh wilayah Indonesia. Di kawasan perkotaan digitalisasi bisa menjadi sumber kehidupan baru dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan. Sementara untuk penduduk di kawasan pedesaan yang jumlahnya cukup besar tentu digitalisasi ini masih merupakan masalah karena minimnya akses dan infrastruktur digital. 

Depresi menjadi salah satu akibat dari kesehatan mental. Depresi terjadi dengan salah satu ciri kecemasan yang berkepanjangan yang menyebabkan terhambatnya  aktivitas dan menurunnya kualitas  fisik. Saat ini mungkin tidak semua orang dapat menyadari bahwa dirinya berada dalam keadaan depresi ini. Namun kita sebagai orang terdekat dapat menganalisis apa yang terjadi pada seseorang terutama yang dekat dengan kita. Keadaaan yang bisa menjadi tolak ukur depresi ini diantaranya adalah kekhawatiran dan kecemasan terhadap kesehatan dirinya dan orang-orang terdekatnya yang ditunjukkan dengan sikap protektif yang berlebihan. Hal ini tidak selamanya buruk akan tetapi jika dilakukan terus menerus maka selain dirinya kan merasa tertekan juga orang-orang yang dikhawatirkannya akan mendapatkan perlakuan yang sama dengan dirinya.

Yang kedua adalah adanya perubahan pola tidur.  Dimasa pandemi ini seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa sekolah yang dilakukan secara daring menyebabkan sebagian besar remaja dan pemuda usia sekolah dan kuliah akan menggeser waktu tidurnya sehingga kegiatan bangun pagi juga akan tergeser dengan bangun siang. Hal ini bukan saja menggeser pola makan dan pola kegiatan yang lainnya tapi tentu saja akan membawa dampak yang sangat besar dalam pembiasaan dan juga kegiatan remaja dan pemuda yang seharusnya berada pada usia produktif. Dapat kita bandingkan apabila sebelum masa pandemi kegiatan remaja atau pemuda usia sekolah akan terlihat pada pukul tujuh pagi atau sebelumnya maka setelah adanya pandemi  ini maka usia produktif ini baru akan muncul dan berkegiatan ketika menjelang siang sekitar pukul  sepuluh atau sebelas. Hal ini berdasarkan pengamatan penulis yang memulai kegiatan pembelajaran secara daring pada pukul tujuh tiga puluh akan tetapi siswa baru akan hadir pada pukul sepuluh atau sebelas siang.

Yang ketiga ciri dari individu yang depresi adalah sulit berkonsentrasi. Hal ini tentu sangat tidak menguntungkan baik terhadap individu itu sendiri ataupun untuk lingkungannya. Karena bagi individu tersebut baginya akan kesulitan untuk mengerjakan pekerjaan atau bahkan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya. 

Kemudian apa yang harus dilakukan jika ternyata kita adalah salah satu yang merupakan orang yang terdampak dalam kesehatan mental yang tidak baik tersebut ? ada beberapa tips yang berdasarkan pengalaman dan juga beberapa hasil dari membaca penelitian kesehatan yang dapat menjadi rujukan kita yaitu, yang pertama adalah melakukan aktifitas fisik yaitu aktivitas yang dapat anda pilih sendiri dapat merupakan aktivitas rutin anda sehari-hari dirumah ataupun aktivitas yang sebelumnya anda belum pernah lakukan seperti membersihkan lingkungan rumah, mengurus tanaman atau hewan peliharaan  ataupun hanya sekedar jalan ditempat atau senam mengikuti instruktur di youtube. Dengan melakukan kegiatan fisik yang menyenangkan maka akan keluar hormon endorphin yang dapat meredakan stress dan mengurangi kekhawatiran.

Kegiatan yang kedua yang dapat anda coba adalah membuat rutinitas tersendiri. Apa hobi anda yang lama tidak anda jalani ? Bisa memasak, melukis, membuat kerajinan atau membongkar kendaraan anda. Hal ini dapat menghilangkan rasa jenuh dan juga dapat melupakan waktu yang berjalan. Ada waktunya seseorang merasa perlu untuk menghabiskan waktu untuk menyenangkan diri sendiri. Dalam waktu yang tidak terbatas ini bisa menjadikan anda kagum dengan diri sendiri terhadap pencapaian yang telah anda raih.

Kegiatan ketiga yang dapat anda pilih adalah bijak dalam memilih informasi. Tidak menutup memang saat ini informasi di semua media sosial adalah tentang pandemi COVID-19. Akan tetapi dengan bijak kita harus mampu mengatasi informasi  yang akan kita pilih tentunya yang akurat, dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan yang paling penting adalah tidak menambah kekhawatiran dan kegelisahan dalam masa yang sulit ini.

Kegiatan yang penulis tawarkan selanjutnya adalah kegiatan wajib yang harus dilakukan semua orang baik dimasa normal apalagi saat ini kita berada di masa yang sangat sulit bagi semua orang. Yaitu kegiatan mendekatkan diri kepada sang penguasa hidup, yang telah menciptakan dan akan meniadakan kita dalam kehidupan didunia ini. Dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT maka segala sesuatu yang akan kita lakukan tidak akan jauh dan bertentangan dengan ajaran agama serta perintah dari Allah yang maha kuasa.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkini
Sukabumi31 Januari 2025, 09:39 WIB

Dinkes Kabupaten Sukabumi Gelar Serah Terima Jabatan Pejabat Struktural, Ini Nama yang Berganti

Agus memberikan pesan kepada pejabat yang berpindah tugas ke instansi lain.
Dinkes Kabupaten Sukabumi menggelar prosesi serah terima jabatan pada Kamis (30/1/2025). | Foto: SU/Turangga Anom
Sehat31 Januari 2025, 09:30 WIB

Jamur Dalam Ruangan, Mengenal Apa Itu Black Mold yang Berbahaya untuk Kesehatan

Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik untuk mengurangi kelembaban yang dapat menyebabkan Black Mold.
Ilustrasi. Jamur Dalam Ruangan, Mengenal Apa Itu Black Mold yang Berbahaya untuk Kesehatan (Sumber : Pexels/RodionKutsaiev)
Film31 Januari 2025, 09:23 WIB

Banjir Pujian, Ini Fakta Menarik dari Drakor "The Trauma Code: Heroes on Call" yang Sedang Booming!

Drakor The Trauma Code: Heroes on Call belakangan ini sedang menjadi buah bibir di kalangan pecinta drama Korea.
Culikan Drakor The Trauma Code: Heroes on Call (Sumber : Twitter/@thalyonfilm)
Sehat31 Januari 2025, 09:00 WIB

Ternyata Bisa Jaga Kesehatan Mental, 12 Manfaat Buah Sawo yang Jarang Diketahui

Dikenal juga dengan nama sawo manila, buah ini berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko, namun sekarang telah banyak dibudidayakan di berbagai negara tropis, termasuk Indonesia.
Ilustrasi. Buah sawo, dengan rasa manisnya yang khas dan teksturnya yang lembut, bukan hanya lezat untuk dinikmati tetapi juga kaya akan manfaat kesehatan. Foto: Pexels.com/@damrithpLodkham
Life31 Januari 2025, 08:00 WIB

Jangan Takut! Ini 10 Tips Keluar Dari Zona Nyaman Kehidupan yang Toxic

Buat tujuan yang spesifik mengapa Anda ingin keluar dari Zona nyaman yang toxic.
Ilustrasi. Zona Nyaman Kehidupan yang Toxic (Sumber : Freepik/@stockking)
Food & Travel31 Januari 2025, 07:00 WIB

Resep Buncis Bawang Putih, Menu Rebusan Diet Simpel Namun Tetap Gurih!

Buncis Bawang Putih cocok sebagai pendamping berbagai jenis protein, seperti ayam panggang atau ikan.
Resep Buncis Bawang Putih, Menu Rebusan Diet Simpel Namun Tetap Gurih. Foto: IG/@menu.makanan_
Science31 Januari 2025, 06:00 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Barat 31 Januari 2025, Cek Langit di Akhir Bulan

Sebagian besar wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi dan sekitarnya diperkirakan mengalami cuaca hujan di siang hari pada 31 Januari 2025.
Ilustrasi - Sebagian besar wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi dan sekitarnya diperkirakan mengalami cuaca hujan di siang hari pada 31 Januari 2025. (Sumber : pexels.com/Gabriela Palai)
Sukabumi Memilih31 Januari 2025, 02:09 WIB

Termasuk Sukabumi, Nasib 11 Sengketa Pilkada Di Jabar Diputuskan 4-5 Februari

Mahkamah Konstitusi (MK) dijadwalkan akan membacakan putusan dismissal terhadap setiap sengketa Pilkada 2024. Dari seluruh sengketa yang ada, sebelas diantaranya terjadi di Jawa Barat, pada 4-5 Februari 2025.
Hakim MK dalam sidang perdana sengketa hasil Pilbup Sukabumi 2024. (Sumber : YouTube/Mahkamah Konstitusi)
Keuangan30 Januari 2025, 22:49 WIB

Fokus 3 Program Prioritas, Pemprov Jabar Kaji Efisiensi APBD 2025 hingga Rp4 Triliun

3 Program yang menjadi prioritas Pemprov Jabar di APBD 2025 adalah pembangunan jalan, elektrifikasi dan pembangunan ruang kelas baru.
Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin saat memimpin rapat pembahasan tindak lanjut Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi APBD 2025, Kamis (30/1/2025). | Foto: Humas Jabar
Sukabumi30 Januari 2025, 22:41 WIB

Izin Tak Kunjung Diurus, DPMPTSP Sukabumi Tegas Minta Proyek Tambak Udang Di Minajaya Ditunda

Kepala DPMPTSP Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan surat teguran tertulis sudah dilayangkan sebanyak dua kali kepada pihak perusahaan PT. Berkah Semesta Alam selaku pengembang proyek Pembesaran Crustasea Air Payau.
Lokasi proyek tambak udak di Minajaya, Desa Buniwangi, Surade, Kabupaten Sukabumi | Foto : Ragil Gilang