SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengimbau pemerintah daerah atau pemda agar memperkuat daya beli masyarakat menjelang perayaan Idulfitri 1446 Hijriah. Upaya ini dapat dilakukan dengan menyalurkan bantuan sosial atau bansos kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Tolong juga daerah-daerah menjelang lebaran ini digelontorkan bansos, baik tunai maupun non-tunai," kata Tito dalam Rapat Koordinasi (Rakor) hybrid soal Pengendalian Inflasi Daerah yang berlangsung hybrid di kantor Kementerian Dalam Negeri pada 24 Maret 2025.
Mengutip tempo.co, Tito juga meminta kepala daerah di seluruh Indonesia melakukan rapat internal untuk mengoptimalkan target pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Tujuannya supaya pemda dapat memberikan stimulus positif bagi perekonomian daerah dan memperkuat daya beli masyarakat.
Baca Juga: Pengamat Pertanyakan Pengakuan LBP: Rp500 T Bansos Hanya Separoh yang Tepat Sasaran
"Agar target pendapatan betul-betul bisa optimal dan tolong jangan disimpan (anggarannya), belanjakan agar ada uang yang beredar di masyarakat, sehingga dapat memicu juga swasta dan memperkuat daya beli masyarakat," kata mantan Kepala Kepolisian RI ini.
Menurut Tito, ketersediaan bahan pangan menjelang lebaran relatif terkendali. Dia menyebut panen raya beras dan jagung sudah dekat. "Intinya jelang lebaran ini kesiapan pangan kita cukup," kata dia.
Pemerintah belum menetapkan tanggal pasti Idulfitri. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat pada 29 Maret 2025. Rencananya, pemantauan hilal atau rukyatul hilal Syawal akan dilakukan di 33 titik di seluruh Indonesia. Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad mengatakan akan ada satu titik pemantauan di setiap provinsi, kecuali di Bali.
Sumber: Tempo.co