SUKABUMIUPDATE.com - Istri dari hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Mangapul, yang memvonis bebas Gregorius Ronald Tannur, Marta Panggabean, meminta agar suaminya diberikan hukuman yang ringan. Permintaan tersebut dia sampaikan kepada majelis hakim saat memenuhi panggilan sebagai saksi pada Selasa, 7 Januari 2025.
"Saya minta kepada bapak (majelis hakim), tolong bapak berikan vonis yang seringan-ringannya untuk suami saya," katanya di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Mengutip tempo.co, Marta menceritakan mereka punya empat anak. Tiga di antaranya masih berkuliah dan satu lagi berusia 13 tahun. Kemudian dia juga mengungkapkan kepada majelis hakim bahwa mempunyai riwayat penyakit. Diketahui, Ronald Tannur divonis bebas oleh Mangapul dalam kasus pembunuhan wanita asal Sukabumi, Dini Sera Afriyanti.
"Anak saya tiga mahasiswa. Satu lagi masih kecil. Saya juga punya penyakit. Kami tidak punya banyak harta, hanya rumah itu aja. Jadi, tolonglah, bapak. Kasihanilah kami. Itu yang mau saya sampaikan kepada bapak," ujar Marta.
Dia mengatakan, suaminya sudah tak lagi menerima gaji. Marta mengklaim sedih karena beberapa kali mengecek saldo di rekeningnya yang kosong. Sementara itu, dia mengaku butuh uang untuk membiayai kuliah tiga anaknya. "Satu lagi (kuliah) di swasta juga itu yang bungsu. Saya dua kali datang ke ATM, selalu saldo nol, saldo nol. Saya sedih sekali. Saya sampai marah sama bapak, karena kau jadi begini," kata dia.
Marta menuturkan, Mangapul sudah tak mendapatkan gaji sejak Desember 2024. Selama Desember dan Januari, tidak ada lagi gaji suaminya yang biasanya sekitar Rp 28 juta per bulan.
Sebelumnya, Mangapul dan dua hakim PN Surabaya lain yakni Erintuah Damanik dan Heru Hanindyo didakwa menerima suap dan gratifikasi sebesar Rp 1 miliar dan $Sing 308 ribu atau sekitar Rp 3,67 miliar. Jaksa penuntut umum menduga hadiah atau janji tersebut diberikan untuk memengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepada mereka untuk diadili.
Ketiganya diduga telah mengetahui bahwa uang yang diberikan oleh pengacara Lisa Rahcmat adalah untuk menjatuhkan putusan bebas (vrijspraak) terhadap kliennya, Ronald Tannur. Mangapul didakwa menerima gratifikasi berupa uang tunai sebesar Rp 21,4 juta, USD 2.000, dan SGD 6.000.
Sumber: Tempo.co