SUKABUMIUPDATE.com - Upacara adat nikahan Sunda adalah serangkaian prosesi tradisional yang sarat dengan makna filosofis dan simbolisme, mencerminkan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal masyarakat Sunda. Setiap tahapan dalam Upacara Adat Nikah di Sukabumi memiliki tujuan untuk memuliakan pernikahan sebagai momen sakral dalam kehidupan.
Setiap detail dalam upacara adat pernikahan ini penuh dengan makna, seperti nasihat untuk menjaga keharmonisan, kerja sama, dan saling menghormati dalam rumah tangga. Tradisi nikahan Sunda menciptakan suasana penuh kekeluargaan sekaligus mengukuhkan identitas budaya.
Pernikahan adat Sunda di Sukabumi memiliki rangkaian prosesi yang kaya akan nilai budaya dan tradisi. Setiap tahapan memiliki makna mendalam yang mencerminkan nilai-nilai kebaikan, penghormatan, dan kebersamaan.
Baca Juga: 5 Dampak Buruk Tidur Siang Berlebihan di Bulan Ramadan, Ada Masalah Ritme Sirkadian!
Merangkum berbagai sumber, berikut beberapa tahapan utama dalam upacara adat nikahan Sunda, termasuk di Sukabumi.
Adat Nikahan Sunda di Sukabumi
1. Seserahan
Seserahan adalah penyerahan barang-barang simbolis dari pihak pria kepada pihak wanita sebagai tanda keseriusan dan tanggungjawab suami pada istri.
2. Ngaras
Ngaras dalam Adat Nikah Sunda di Sukabumi yaitu ritual meminta restu kepada orang tua dengan membasuh kaki mereka sebagai simbol penghormatan.
3. Siraman
Siraman adalah upacara pembersihan diri calon pengantin sebagai simbol kesucian sebelum menikah.
4. Ngeuyeuk Seureuh
Ngeuyeuk Seureuh adalah ritual adat yang melibatkan simbol-simbol kehidupan rumah tangga.
5. Akad Nikah
Akad Nikah merupakan prosesi utama di mana pengantin resmi menjadi pasangan suami istri.
Baca Juga: Harus Dibayar H-7 Lebaran, Izin Perusahaan yang Tak Penuhi THR Karyawan Bisa Dicabut
6. Sawer Panganten
Tradisi Sawer Panganten yakni adat melemparkan beras, uang, dan bunga kepada pengantin sebagai simbol keberkahan.
7. Nincak Endog
Nincak Endog dalam Adat Nikah Sunda di Sukabumi yaitu ritual injak telur sebagai simbol awal kehidupan baru.
8. Huap Lingkung
Saat Adat Huap Lingkung, pengantin saling menyuapi makanan sebagai simbol kerja sama dalam rumah tangga.
9. Pabedot Bakakak Hayam
Tradisi Pabedot Bakakak Hayam melibatkan kedua mempelai yang saling menarik ayam bakakak (ayam panggang utuh) dari sisi yang berlawanan.
Potongan ayam yang lebih besar dianggap sebagai simbol rezeki yang akan dibawa oleh masing-masing mempelai ke dalam kehidupan rumah tangga mereka.
Sumber : berbagai sumber.