SUKABUMIUPDATE.com - Banyak wanita menggunakan alat kontrasepsi (KB) untuk menunda kehamilan hingga waktu yang dirasa tepat. Namun, ketika Anda memutuskan untuk berhenti KB dan ingin memiliki anak, pasti muncul pertanyaan seperti “kapan kesuburan kembali normal?” Jawabannya tergantung pada jenis alat kontrasepsi yang digunakan serta kondisi tubuh Anda.
Kesuburan Setelah Berhenti KB
Kesuburan wanita dapat menurun seiring bertambahnya usia, terlepas dari penggunaan KB. Faktor lain seperti kesehatan tubuh dan siklus menstruasi yang tidak teratur juga mempengaruhi kemampuan untuk hamil. Setelah melepas KB, waktu yang diperlukan untuk kembali subur sangat bervariasi, mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung jenis kontrasepsi.
Berikut adalah berbagai jenis KB dan pengaruhnya terhadap kesuburan.
1. Metode Penghalang (Barrier)
Metode penghalang, seperti diafragma, kondom (pria atau wanita), spons, cervical cap, spermisida, dan suppositoria, tidak mempengaruhi kesuburan. Alat kontrasepsi ini bekerja dengan mencegah sperma mencapai sel telur.
Jika Anda ingin segera hamil, cukup berhenti menggunakan alat ini. Metode penghalang tidak meninggalkan efek jangka panjang pada tubuh, sehingga Anda bisa kembali subur dengan cepat. Bahkan jika terjadi pembuahan saat menggunakan metode ini, tidak akan ada resiko bagi janin.
Baca Juga: Stroke pada Anak: 6 Dampak Jangka Panjang dan Cara Penanganannya
2. Metode Kombinasi Hormonal
Jenis alat kontrasepsi ini menggunakan kombinasi hormon estrogen dan progesteron untuk mencegah kehamilan. Contohnya adalah pil KB kombinasi, suntik KB kombinasi, dan cincin vagina.
Setelah berhenti menggunakan metode ini, sebagian wanita dapat langsung kembali subur dan mengalami menstruasi dalam waktu satu bulan. Namun, beberapa wanita membutuhkan waktu lebih lama, biasanya hingga tiga bulan, untuk kembali ke siklus menstruasi normal.
Sebagian besar wanita dapat hamil dalam waktu satu tahun setelah berhenti KB kombinasi. Bagi yang membutuhkan waktu lebih lama, faktor usia dan kondisi kesehatan dapat mempengaruhi prosesnya.
3. Metode Hormonal Progestin
KB progestin hanya menggunakan hormon progesteron. Alat kontrasepsi ini mencakup pil progestin, implan, dan suntikan depo-provera.
Pil Progestin: Pil ini mengandung progesteron dosis rendah yang mudah hilang dari tubuh. Setelah berhenti minum pil ini, kesuburan biasanya kembali dengan cepat.
Implan Progestin: Implan berbentuk batang kecil yang dipasang di lengan atas. Setelah dilepas, kesuburan kembali normal dengan cepat, memungkinkan Anda hamil segera.
Suntikan Depo-Provera: Suntikan ini diberikan setiap 12 minggu dan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengembalikan kesuburan. Rata-rata, wanita memerlukan 6-7 bulan setelah suntikan terakhir untuk kembali subur, meskipun beberapa mungkin membutuhkan waktu hingga satu tahun.
Baca Juga: Gempa M4,1 Sukabumi Dipicu Sesar Aktif Bawah Laut, Guncangannya Terasa di Surade-Cidolog
4. IUD (Intrauterine Device)
IUD, baik yang berbahan tembaga maupun hormonal, adalah salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang populer. IUD bekerja dengan mencegah sperma membuahi sel telur.
Kesuburan Anda akan kembali normal segera setelah IUD dilepas. Pada kebanyakan kasus, siklus menstruasi pertama setelah pelepasan menandakan bahwa tubuh Anda telah kembali subur. Tingkat kesuburan Anda sebelum dan sesudah menggunakan IUD akan sama.
Faktor yang Mempengaruhi Kesuburan
Selain jenis KB, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk hamil setelah berhenti menggunakan kontrasepsi:
1. Usia: Kesuburan menurun seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 35 tahun.
2. Kesehatan Reproduksi: Gangguan seperti endometriosis atau PCOS dapat memperlambat proses kehamilan.
3. Pola Hidup: Kebiasaan sehat, seperti menjaga berat badan ideal, makan makanan bergizi, dan menghindari stres, dapat meningkatkan peluang kehamilan.
Tips untuk Meningkatkan Peluang Hamil
Jika Anda ingin cepat hamil setelah berhenti KB, berikut beberapa langkah yang dapat diambil:
1. Pantau Siklus Ovulasi: Menggunakan alat prediksi ovulasi atau mencatat siklus menstruasi dapat membantu menentukan waktu terbaik untuk berhubungan intim.
2. Konsultasi dengan Dokter: Jika Anda tidak hamil setelah satu tahun mencoba (atau enam bulan jika usia Anda di atas 35 tahun), konsultasikan dengan dokter kandungan untuk evaluasi lebih lanjut.
3. Hindari Stres: Stres dapat mempengaruhi hormon yang mengatur ovulasi, sehingga mengurangi peluang kehamilan.
Waktu yang dibutuhkan untuk kembali subur setelah berhenti KB bervariasi tergantung pada jenis kontrasepsi yang digunakan. Beberapa metode memungkinkan kesuburan kembali segera, sementara yang lain membutuhkan waktu lebih lama. Dengan menjaga pola hidup sehat dan memantau siklus ovulasi, peluang untuk hamil dapat meningkat. Jika Anda mengalami kesulitan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional medis.
Sumber: parents.com