SUKABUMIUPDATE.com - Munggahan adalah tradisi masyarakat Sunda di Jawa Barat untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Tradisi Munggahan adalah salah satu cara masyarakat Sunda menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh makna dan kebersamaan. Tradisi orang Sunda ini biasanya dilakukan pada hari-hari terakhir bulan Syaban, sebelum memasuki bulan Ramadan.
Tradisi Munggahan adalah salah satu cara masyarakat Sunda untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadan dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan.
Baca Juga: Kasus SPBU Curang di Sukabumi Viral, Yuk Mengenal BBM Pertalite!
Sejarah Munggahan di Jawa Barat
Ilustrasi. Botram Sunda Punya Cerita, Sejarah Tradisi Munggahan Puasa di Jawa Barat
Tradisi Munggahan diperkirakan telah ada sejak masuknya agama Islam ke tanah Sunda, sekitar abad ke-7 Masehi. Para penyebar agama Islam menggabungkan tradisi lokal dengan ajaran Islam untuk memudahkan proses penyebaran agama.
Kata "Munggahan" berasal dari bahasa Sunda "unggah" yang berarti naik. Tradisi Munggahan melambangkan peningkatan spiritual menuju bulan penuh berkah.
Tujuan dan Makna Munggahan Sebelum Puasa Ramadan
Munggahan bukan hanya sekadar tradisi makan bersama, tetapi juga memiliki makna yang lebih dalam, yaitu sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan, serta sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar keluarga, tetangga, dan teman
- Meningkatkan Keimanan
Munggahan bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan kedekatan dengan Allah SWT, serta menyucikan diri dari dosa.
- Mempererat Silaturahmi
Tradisi Munggahan menjadi sarana untuk berkumpul bersama keluarga, tetangga, dan teman-teman, sehingga dapat mempererat tali silaturahmi.
- Ungkapan Rasa Syukur
Munggahan juga menjadi ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan selama ini.
- Persiapan Diri
Munggahan menjadi momen untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menyambut bulan Ramadan.
Baca Juga: Viral Kasus Korupsi Pertamina 193,7 Triliun, Ini Perbedaan Pertalite vs Pertamax!
Jenis Kegiatan Munggahan Puasa
Makan bersama di momen munggahan puasa Ramadan ini dikenal dengan istilah "botram".
Kegiatan yang dilakukan dalam Tradisi Munggahan orang Sunda antara lain makan bersama, bermaaf-maafan, berdoa bersama, berkumpul dan bersilaturahmi, serta berziarah ke makam leluhur atau keluarga.
- Makan Bersama
Tradisi Munggahan masyarakat Sunda juga diwarnai dengan keluarga, tetangga, dan teman-teman yang berkumpul untuk makan bersama. Makan bersama di momen munggahan puasa Ramadan ini dikenal dengan istilah "botram".
- Bermaaf-maafan
Tak hanya makan, masyarakat Sunda Jawa Barat juga saling meminta maaf dan memaafkan kesalahan yang telah diperbuat saat munggahan puasa Ramadan.
- Berdoa Bersama
Tradisi Munggahan sebelum puasa juga diisi dengan momen berdoa bersama untuk memohon keberkahan di bulan Ramadan.
- Ziarah Kubur atau Nyekar
Berziarah ke makam leluhur atau keluarga sebagai bentuk penghormatan juga kerap dilakukan saat munggahan menyambut puasa Ramadan.
Sumber: berbagai sumber.