SUKABUMIUPDATE.com - Prabu Geusan Ulun, yang juga dikenal sebagai Pangeran Kusumadinata II atau Pangeran Angkawijaya, adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Kerajaan Sumedang Larang di Jawa Barat.
Prabu Geusan Ulun adalah simbol keberanian dan kepemimpinan yang kuat dalam sejarah Jawa Barat.
Sejarah Prabu Geusan Ulun
Nama Asli Prabu Geusan Ulun adalah Pangeran Angkawijaya. Ia mendapat gelar, diantaranya gelar Prabu Geusan Ulun dan Pangeran Kusumadinata II.
Prabu Geusan Ulun merupakan keturunan dari Pangeran Santri dan Ratu Pucuk Umun.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Penyakit Huntington, Kelainan Genetik yang Diturunkan dari Keluarga
Masa Kepemimpinan Prabu Geusan Ulun
Prabu Geusan Ulun naik takhta pada tahun 1578 setelah menggantikan ayahnya, Pangeran Santri.
Di masa kepemimpinannya, Prabu Geusan Ulun memindahkan pusat pemerintahan dari Citembong Karang ke Kutamaya, yang masih berada di wilayah Sumedang.
Peran dan Pengaruh Prabu Geusan Ulun
- Prabu Geusan Ulun Penerus Pajajaran
Setelah runtuhnya Kerajaan Pajajaran akibat serangan Kesultanan Banten, Prabu Geusan Ulun menerima pusaka Pajajaran dan dinobatkan sebagai penerus sah trah Kerajaan Sunda.
- Kemerdekaan Kerajaan Sumedang Larang
Pada tahun 1585, Sumedang Larang di bawah kepemimpinan Prabu Geusan Ulun menyatakan diri sebagai negara berdaulat dan terlepas dari Cirebon.
- Puncak Kejayaan Kerajaan Sumedang Larang
Di bawah pemerintahan Prabu Geusan Ulun, Kerajaan Sumedang Larang mencapai puncak kejayaannya dengan wilayah kekuasaan yang semakin luas.
Baca Juga: 6 Manfaat Kurma untuk Kesehatan, Yuk Buka Puasa dengan yang Manis!
Warisan dan Peninggalan Prabu Geusan Ulun
- Mahkota Binokasih
Prabu Geusan Ulun menerima Mahkota Binokasih, yang merupakan mahkota dari Raja Kerajaan Pajajaran beserta perhiasan dan atribut kebesaran lainnya.
Museum Prabu Geusan Ulun didirikan untuk menyimpan benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Sumedang Larang dan Kerajaan Pajajaran.
Sumber: berbagai sumber.