SUKABUMIUPDATE.com - Kebun Raya Bogor, yang berfungsi sebagai pusat konservasi berbagai jenis tanaman, adalah pilihan wisata ideal bagi mereka yang ingin berlibur dengan biaya murah.
Kebun seluas 87 hektar ini memiliki fasilitas yang memadai dengan suasana yang teduh dan sejuk karena banyaknya pepohonan, menjadikannya tempat yang sempurna untuk berkumpul dan piknik bersama keluarga.
Harga tiket masuknya hanya Rp 25.000 rupiah per orang pada akhir pekan, menjadikannya destinasi yang cukup terjangkau.
Meskipun Kebun Raya Bogor sangat populer di kalangan wisatawan, sedikit yang tahu bahwa tempat ini awalnya merupakan hutan buatan yang didirikan oleh Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran sebagai upaya pelestarian tanaman langka.
Di dalam kawasan ini, terdapat situs makam Ratu Galuh Mangku Alam dan para leluhur Kerajaan Pajajaran. Menurut juru kunci, makam ini tersembunyi, dan biasanya hanya mereka yang merasa terpanggil secara spiritual yang datang untuk berziarah.
Situs makam Ratu Galuh tidak luas, dikelilingi pepohonan yang rimbun sehingga sinar matahari sulit menembus, menciptakan kesan tertutup meskipun letaknya tidak jauh dari area wisata lain di Kebun Raya.
Karena suasananya yang mistis, banyak wisatawan yang enggan melintas di area tersebut, apalagi sering terdengar desas-desus dari petugas keamanan yang melihat penampakan macan putih saat senja tiba.
Sebelum memasuki area makam, juru kunci mengarahkan para peziarah untuk menyucikan diri di sumur Kahuripan, yang berjarak sekitar 100 meter dari makam Ratu Galuh Mangku Alam.
Air dari Sumur Kahuripan, memiliki hubungan historis dengan makam Ratu Galuh Mangku Alam, yang dianggap suci. Para peziarah diwajibkan mengambil air wudhu sebelum berziarah ke makam keramat.
Sumur ini dipercaya sebagai tempat di mana Prabu Siliwangi mandi, dan airnya yang tak pernah kering diyakini memiliki khasiat untuk kesehatan, membuat awet muda, serta digunakan sebagai sarana pengobatan.
Ratu Galuh Mangku Alam Prabu Siliwangi
Situs makam Ratu Galuh dilindungi oleh pagar berwarna hijau yang memberikan nuansa damai sekaligus membangkitkan rasa ingin tahu. Begitu memasuki gerbang, pengunjung langsung disambut dengan pemandangan makam yang dihiasi keramik serta replika mahkota besar, simbol dari Ratu Galuh Mangku Alam, istri kesayangan Prabu Siliwangi.
Mahkota ini mencerminkan status Ratu Galuh sebagai istri kedua Prabu Siliwangi dan menunjukkan peran pentingnya selama hidup.
Wajib Wudhu dan Wanita Haid Dilarang Memasuki Area Makam
Mengutip Channel YouTube@FENNYRAMAOFFICIAL, sebelum memasuki area makam, pengunjung diwajibkan berwudhu. Wanita yang sedang haid tidak diizinkan masuk karena area makam dianggap sangat sakral, sebagaimana dijelaskan oleh Abdul Rahman, juru kunci situs ini.
Makam Ratu Galuh dan para pendampingnya ditemukan pada tahun 1946 oleh Haji Rahmat, ayah dari Abdul Rahman. Awalnya, makam ini sangat sederhana, tetapi mulai direnovasi pada 1978 setelah ramai dikunjungi para peziarah.
Setiap nisan di makam ini memiliki simbol yang berbeda-beda, menandakan status sosial mereka yang dimakamkan, dan diyakini bahwa penentuan desain tersebut didasarkan pada petunjuk gaib.
Macan Putih dan Makam Leluhur Kerajaan Pajajaran
Kehadiran aura mistis di sekitar makam Ratu Galuh sangat terasa, terutama karena penjaga gaib dalam bentuk macan putih konon sering terlihat di area ini, melindungi makam dari gangguan.
Selain itu, situs makam ini sering dianggap sebagai tempat berkumpulnya leluhur gaib orang Sunda, meskipun kehadiran mereka tidak selalu terlihat oleh mata biasa.
Lokasi ini juga menjadi tempat peristirahatan beberapa tokoh penting Kerajaan Pajajaran, termasuk Panglima Kerajaan Pajajaran Mbah Jepra atau Syekh Ja'far Shodiq dan Senopati Kerajaan Pajajaran Mbah Baul atau Syekh Mambaul Ulum.
Lalu yang terakhir, ada makam sosok Solendang Galuh Pangkuan yang diketahui sebagai putri Prabu Siliwangi dan Ratu Galuh, yang baru ditemukan setelah pemagaran makam keramat tersebut.
Selain menarik perhatian wisatawan lokal, banyak pengunjung asing yang tertarik datang ke Kebun Raya Bogor untuk mengunjungi makam ini, guna mempelajari lebih dalam tentang sejarah Kerajaan Pajajaran dan budaya Sunda.