SUKABUMIUPDATE.com - Anak-anak menggunakan perilaku mereka untuk menunjukkan apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka pikirkan. Seringkali, mereka mengkomunikasikan sesuatu melalui perilakunya yang belum tentu mampu mereka ungkapkan secara verbal. Saat akan menentukan strategi disiplin apa yang akan digunakan, pertimbangkan kemungkinan penyebab masalah perilaku.
Berikut beberapa alasan mengapa anak berperilaku buruk dan cara mengatasinya
1. Mereka Menginginkan Perhatian
Ketika orang tua berbicara di telepon, mengunjungi teman atau keluarga, atau sedang sibuk, maka anak-anak merasa tersisih. Sehingga mereka mengamuk, merengek, atau memukul saudaranya, dan ini adalah cara yang bagus untuk menarik perhatian.
Meski perhatiannya negatif, namun anak-anak tetap mendambakannya. Mengabaikan perilaku negatif dan memuji perilaku positif adalah salah satu cara terbaik untuk mengatasi perilaku mencari perhatian.
2. Mereka Meniru
Anak-anak belajar bagaimana berperilaku dengan memperhatikan orang lain. Entah mereka melihat teman di sekolah berperilaku buruk atau meniru sesuatu yang mereka lihat di TV, dan biasanya anak-anak akan mengulangi apa yang mereka lihat.
Untuk mengatasinya, batasi paparan anak Anda terhadap perilaku agresif di TV, video game, dan kehidupan nyata. Berikan juga contoh perilaku sehat untuk mengajari anak Anda cara berperilaku yang tepat dalam berbagai situasi.
3. Untuk Menguji Batasan
Ketika Anda telah menetapkan peraturan dan memberi tahu anak-anak apa yang tidak boleh mereka lakukan, mereka sering kali ingin mengetahui apakah Anda serius. Maka dari itu, mereka menguji batasan hanya untuk mengetahui apa konsekuensinya jika melanggar aturan.
Atasi hal ini dengan menetapkan batasan yang jelas dan tawarkan konsekuensi secara konsisten.
4. Mereka Kurang Keterampilan
Terkadang masalah perilaku berasal dari kurangnya keterampilan. Seorang anak yang kurang memiliki keterampilan sosial mungkin akan memukul anak lain karena ingin bermain dengan mainan. Seorang anak yang kurang memiliki keterampilan memecahkan masalah mungkin tidak membersihkan kamarnya karena tidak yakin apa yang harus dilakukan jika mainannya tidak muat di dalam kotak mainan.
Ketika anak berperilaku buruk, alih-alih hanya memberi konsekuensi, ajarkan ia apa yang harus dilakukan. Tunjukkan pada mereka alternatif lain terhadap perilaku buruk sehingga mereka dapat belajar dari kesalahan mereka.
5. Untuk Menunjukkan Kemandiriannya
Ketika anak-anak prasekolah belajar melakukan lebih banyak hal sendiri, mereka sering kali ingin memamerkan keterampilan baru mereka. Anak-anak juga dikenal karena upaya mereka untuk mandiri. Mereka mungkin menjadi lebih argumentatif dan terkadang berperilaku tidak sopan, serta memberontak dalam upaya ingin menunjukkan bahwa mereka bisa berpikir sendiri.
Maka dari itu, berikan anak Anda pilihan yang tepat. Tanyakan kepada anak Anda apa yang mereka ingin lakukan dan biarkan memilih sendiri. Dan begitu tugasnya selesai, maka Anda bisa mengizinkannya menggunakan barang elektronik. Memberikan kebebasan sesuai usianya akan memenuhi kebutuhan anak untuk mandiri.
6. Mereka Memiliki Emosi yang Besar
Terkadang anak-anak tidak tahu apa yang harus dilakukan terhadap perasaannya. Mereka mungkin mudah kewalahan saat merasa marah, dan akibatnya menjadi agresif. Mereka bahkan mungkin bertingkah ketika merasa bersemangat, stres, atau bosan.
Sehingga, anak-anak perlu mempelajari cara-cara yang sehat untuk menghadapi perasaan seperti kesedihan, kekecewaan, frustasi, dan kecemasan. Ajari anak tentang perasaan dan tunjukkan cara yang sehat untuk mengelola emosi agar mereka tidak berperilaku buruk.
7. Mereka Memiliki Kebutuhan yang Belum Terpenuhi
Ketika seorang anak merasa lapar, lelah, atau sakit, sering kali terjadi perilaku buruk. Kebanyakan balita dan anak prasekolah tidak pandai mengomunikasikan apa yang mereka butuhkan. Akibatnya, mereka sering menggunakan perilakunya untuk menunjukkan bahwa kebutuhannya belum terpenuhi.
Orang tua dapat membantu mencegah masalah perilaku dengan mencari kebutuhan yang belum terpenuhi. Misalnya, ajak balita berbelanja setelah ia tidur siang dan saat Anda mempunyai makanan ringan. Tanyakan kepada anak Anda bagaimana perasaannya dan carilah isyarat bahwa kebutuhannya mungkin belum terpenuhi.
8. Untuk Mengerahkan Kekuasaan dan Kontrol
Kebutuhan akan kekuasaan dan kendali sering kali berkontribusi pada perilaku buruk. Terkadang perilaku menantang dan argumentatif terjadi ketika seorang anak mencoba untuk mengambil kendali. Jika masalah perilaku diakibatkan oleh upaya anak untuk mengendalikan suatu situasi, maka perebutan kekuasaan mungkin terjadi.
Salah satu cara untuk menghindari hal ini adalah dengan menawarkan dua pilihan kepada anak. Misalnya, tanyakan “Apakah Anda lebih suka membersihkan kamar sekarang atau setelah acara TV ini selesai?” dan hal ini dapat mengurangi banyak perdebatan dan meningkatkan kemungkinan anak mematuhi instruksi.
9. Mereka Telah Mempelajari Perilaku Buruk
Salah satu alasan paling sederhana mengapa anak-anak berperilaku buruk adalah karena hal itu efektif. Jika melanggar aturan membuat mereka mendapatkan apa yang diinginkan, mereka akan segera menyadari bahwa perilaku buruk itu berhasil. Misalnya, seorang anak yang merengek sampai orang tuanya mengalah akan belajar bahwa merengek adalah cara terbaik untuk mendapatkan apapun yang diinginkannya.
Pastikan perilaku buruk anak Anda tidak memberikan manfaat yang baik bagi mereka. Meskipun menyerah atau mundur mungkin membuat hidup Anda lebih mudah saat ini, pada akhirnya Anda akan melatih anak Anda untuk melanggar peraturan.
10. Mereka Memiliki Masalah Kesehatan Mental yang Mendasari
Terkadang anak-anak memiliki masalah kesehatan mental yang berkontribusi terhadap masalah perilaku. Anak-anak dengan ADHD misalnya, kesulitan mengikuti arahan dan berperilaku impulsif. Kecemasan atau depresi yang mendasari juga dapat menyebabkan masalah perilaku.
Jika Anda menduga anak-anak mungkin memiliki masalah kesehatan mental atau gangguan perkembangan, bicarakan dengan dokter anak. Evaluasi oleh ahli kesehatan mental terlatih mungkin diperlukan untuk menentukan apakah ada masalah emosional mendasar yang berkontribusi terhadap masalah perilaku.

Mengejutkan, Ini 10 Alasan Mengapa Anak Berperilaku Buruk dan Cara Menanganinya
Sukabumiupdate.com
Rabu 24 Apr 2024, 20:40 WIB

Ilustrasi anak berperilaku buruk. (Sumber : Freepik)
Editor :
Tags :
Berita Terkait
Bersikap Konsisten, Ini 7 Cara Memberi Anak Konsekuensi yang Benar-benar Berhasil
LifeRabu 24 Apr 2024, 18:31 WIB
6 Dampak Menyakitkan Perceraian Kepada Anak, Orang Tua Wajib Tahu!
Rabu 24 Apr 2024, 17:30 WIB

Doa Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria untuk Memohon Dikaruniai Anak yang Sholeh Sholehah
Rabu 24 Apr 2024, 18:00 WIB

Simak 10 Cara Menanggapi Anak saat Tidak Patuh Agar Tidak Menantang
Rabu 24 Apr 2024, 13:58 WIB

Jadilah Teladan, Berikut 10 Strategi Peraturan di Rumah Agar Lebih Efektif bagi Anak
Rabu 24 Apr 2024, 13:12 WIB

Perhatian Positif Bisa Kurangi Masalah Perilaku, Terapkan 3 Tips Ini untuk Bantu Anak
Rabu 24 Apr 2024, 11:40 WIB

Beri Pujian, Terapkan 8 Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Memukul
Rabu 24 Apr 2024, 11:01 WIB

Berita Terkini
Lirik Lagu Hari Lebaran Ismail Marzuki, Viral di Momen Hari Raya Idulfitri
Musik 03 Apr 2025, 17:00 WIB

Cerita Petugas Pertemukan 2 Anak yang Terpisah dari Orangtuanya di Pantai Sukabumi
Sukabumi 03 Apr 2025, 16:34 WIB

5 Wisata Pemandian Air Panas Sukabumi, Hangatkan Tubuh di Libur Lebaran
Food & Travel 03 Apr 2025, 16:30 WIB

Memprihatinkan, Pasangan Lansia di Surade Sukabumi Alami Kebutaan-Huni Rumah Reyot
Sukabumi 03 Apr 2025, 16:14 WIB

Sejarah Halal Bihalal di Indonesia, Tradisi Maaf-maafan di Hari Lebaran
Life 03 Apr 2025, 16:00 WIB

DPRD Soroti Kondisi Kumuh TPI Palangpang Sukabumi, Minta Dinas Segera Bertindak
DPRD Kab. Sukabumi 03 Apr 2025, 15:43 WIB

Loker Sukabumi Sebagai Center Coordinator Minimal D3 Semua Jurusan
Inspirasi 03 Apr 2025, 15:00 WIB

Sukabumi Macet! Penyempitan Jalur hingga Dampak One Way Puncak, Arus Balik Diprediksi 5-6 April
Sukabumi 03 Apr 2025, 14:37 WIB

Puluhan Kendaraan Wisatawan Kesulitan Lintasi Tanjakan Dini Geopark Ciletuh Sukabumi
Sukabumi 03 Apr 2025, 14:37 WIB

Emas Antam: Investasi Logam Mulia Favorit yang Kini Harganya Tembus Rp17 Ribu!
Keuangan 03 Apr 2025, 14:30 WIB

Pantai Karanghawu Sukabumi Tetap Jadi Tujuan Favorit Wisatawan di Libur Lebaran 2025
Food & Travel 03 Apr 2025, 14:00 WIB

Tidak Menoleh Saat Disapa Warga, Nagita Slavina Dituding Sombong
Entertainment 03 Apr 2025, 14:00 WIB

Tragedi Brexit 2016: Kemacetan Mudik Lebaran Indonesia yang Menelan Korban
Life 03 Apr 2025, 13:30 WIB

Emas Antam Hari Ini Naik Rp17 Ribu per Gram, Rupiah Kian Dekati 17 Ribu per Dolar
Keuangan 03 Apr 2025, 13:05 WIB

Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Perjalanan Karirnya di Dunia Akting Selama 4 Dekade
Entertainment 03 Apr 2025, 12:30 WIB

Jadwal Persib Bandung Bulan April 2025, Unggul 8 Poin di Klasemen Liga 1 2024/2025
Bola 03 Apr 2025, 12:00 WIB

Selamat! Zaskia Gotik Telah Melahirkan Anak Ketiganya Berjenis Kelamin Laki-Laki
Entertainment 03 Apr 2025, 11:30 WIB

Waspada Hoaks! Link Pendaftaran THR dan Sembako Hari Raya
Cek Fakta 03 Apr 2025, 11:19 WIB

Gunung Gede Pernah Meletus 1957, Kini Tercatat 21 Gempa Vulkanik dalam Enam Jam
Science 03 Apr 2025, 11:04 WIB
