Keterlambatan Bicara Pada Anak, Apakah Termasuk Autis? Yuk Simak Disini

Rabu 01 November 2023, 21:46 WIB
Ilustrasi. Keterlambatan bicara dapat terjadi pada anak dan bukan pada anak autis. (Sumber : /pexels.com/@Eren Li)

Ilustrasi. Keterlambatan bicara dapat terjadi pada anak dan bukan pada anak autis. (Sumber : /pexels.com/@Eren Li)

SUKABUMIUPDATE.com - Keterlambatan bicara yang signifikan selalu menimbulkan kekhawatiran. Namun, hal ini tidak selalu merupakan ciri autisme. Ada beberapa perbedaan yang sangat nyata antara keterlambatan bicara pada autisme dan jenis keterlambatan lainnya. Dalam banyak kasus, perbedaan-perbedaan ini dapat terlihat bahkan oleh mereka yang bukan ahlinya.

Seiring perkembangan bayi, mereka dengan cepat belajar bahwa komunikasi adalah kunci untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sebelum mereka belajar menggunakan bahasa lisan, anak-anak kecil melakukan kontak mata, menarik lengan baju, mengoceh, menunjuk, dan sebaliknya bekerja keras untuk menyampaikan maksud mereka kepada orang dewasa dan anak-anak yang lebih besar.

Baca Juga: 11 Jenis Terapi yang Wajib Diterapkan untuk Anak Autisme, Yuk Kenali

Seiring berjalannya waktu, anak-anak belajar menggunakan bahasa lisan karena mereka memperoleh hasil positif dari tindakan tersebut. Selain itu, sebagian besar anak-anak termotivasi dengan:

● Respons sosial seperti senyuman dan pelukan
● Secara alami cenderung meniru tindakan orang-orang di sekitarnya
● Cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengamati orang daripada mengamati sesuatu
● Cenderung menjadi makhluk sosial yang cepat bosan atau kesepian jika ditinggal sendirian

Akan tetapi, hal ini akan berbeda dengan anak-anak autis yang mungkin memiliki tantangan dalam berkomunikasi, sehingga membuat hubungan sosial menjadi lebih sulit. Ana autis aan lebih senang dengan hal-hal berikut:

● Mungkin lebih termotivasi oleh kepentingannya sendiri dibandingkan tanggapan sosial
● Lebih jarang atau tidak pernah meniru tindakan orang lain
● Akan lebih tertarik pada sesuatu benda daripada orang
● Mungkin merasa puas ketika dibiarkan sendiri untuk mengejar kepentingannya sendiri
Semua karakteristik ini mengarah pada perilaku, keinginan, dan hasil yang berbeda.

Kenali Ciri Keterlambatan Bicara Pada Anak Autis

Perbedaan antara keterlambatan bicara autis dan keterlambatan lainnya cukup mudah dikenali. Simak contoh berikut :

Budi belum bisa berbicara sama sekali pada usia 2 tahun. Namun, meskipun dia belum bisa mengucapkan kata-kata, dia bisa menggunakan suara ocehan dan bahasa tubuh untuk berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya seperti menunjuk, menarik orang ke arah yang diinginkannya, dan terlibat dengan orang lain. Dia aktif ketika bermain dengan orang tua dan saudara-saudaranya. Dan dia frustasi ketika ditinggal sendirian untuk tidur siang.

Tono seumuran dengan Budi. Tono memang punya beberapa kata, tapi dia tidak menggunakannya untuk berkomunikasi. Sebaliknya, dia mengulanginya berulang kali pada dirinya sendiri. Bobby belum bisa menemukan cara menggunakan isyarat, suara, atau kata-kata untuk meminta sesuatu yang diinginkannya. Orangtuanya merasa hampir mustahil untuk mempertahankan perhatiannya lebih dari beberapa detik.

Budi mungkin mengalami keterlambatan bicara yang memerlukan intervensi dini. Kemungkinannya termasuk:

● Gangguan pendengaran
● Apraksia bicara yaitu masalah kontrol otot yang digunakan ketika berbicara
● Tantangan kognitif (berpikir)

Meskipun Tono mampu menggunakan beberapa kata, kemungkinan menunjukkan ciri-ciri autisme awal.

Jadi, Anak autis sering kali mengalami keterlambatan bicara, namun keterlambatan bicara saja bukan berarti anak menderita autisme. Keterlambatan bicara autis biasanya terjadi bersamaan dengan masalah komunikasi lainnya, seperti tidak menggunakan gerak tubuh, tidak merespons namanya, dan tidak menunjukkan minat untuk berhubungan dengan orang lain. Kemungkinan penyebab lain dari keterlambatan bicara adalah gangguan pendengaran dan keterlambatan perkembangan.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkait
Berita Terkini
Kecantikan22 Februari 2025, 22:34 WIB

5 Cara Ampuh Memperbaiki Kulit Berminyak yang Dehidrasi, Bisa di Coba di Rumah

Kulit berminyak yang mengalami dehidrasi mungkin disebabkan oleh kurangnya asupan air atau penggunaan produk perawatan kulit yang tidak tepat.
Ilustrasi cara memperbaiki kulit berminyak yang dehidrasi (Sumber: Freepik/@stockking)
Sukabumi22 Februari 2025, 22:32 WIB

Setelah Autopsi, Samson Sang Preman Simpenan Sukabumi Dimakamkan di TPU Pasir Pogor

Kematian Samson masih menyisakan tanda tanya besar bagi keluarga.
Jenazah Suherlan alias Samson (33 tahun) saat akan dimakamkan di TPU Pasir Pogor, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (22/2/2025). | Foto: SU/Ilyas Supendi
Kecantikan22 Februari 2025, 22:25 WIB

Kulit Berminyak dan Dehidrasi: Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Dengan perawatan yang tepat, kulit berminyak yang dehidrasi dapat dikembalikan keseimbangannya. Ingat, hidrasi adalah kunci untuk kulit yang sehat dan bercahaya.
Ilustrasi kulit berminyak dan dehidrasi (Sumber:  Freepik/@KamranAydinov)
Nasional22 Februari 2025, 21:54 WIB

Diduga Dipecat Jadi Guru Pasca Kritik Polisi, Mendikdasmen Diminta Segera Bela Citra Sukatani

Guru merupakan warga negara yang dijamin hak-haknya.
Personel band punk Sukatani. | Foto: X/barengwarga
Life22 Februari 2025, 21:30 WIB

10 Cara Efektif Menghilangkan Noda Pewarna Rambut yang Menempel di Kulit

Mewarnai rambut tidak diragukan lagi merupakan salah satu cara termudah untuk mengubah penampilan. Namun, terkadang, betapapun kerasnya upaya untuk mencegahnya, warna rambut ini dapat meninggalkan bekas pada kulit.
Ilustrasi seorang wanita menggunakan pewarna rambut (Sumber: Freepik/@user18526052)
Sukabumi22 Februari 2025, 21:13 WIB

Tulang Tengkorak Terpotong, 4 Luka pada Wajah Warga Sukabumi yang Tewas di Tangan Adiknya

Tim dokter tidak melakukan tindakan autopsi terhadap jenazah Hendra.
Ketua tim dokter forensik RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi dr Nurul Aida Fathya saat dimintai keterangan oleh wartawan soal kematian Hendra (55 tahun) pada Sabtu (22/2/2025). | Foto: SU/Asep Awaludin
Sehat22 Februari 2025, 21:00 WIB

Panduan Lengkap Mengatasi Sakit Punggung: Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahannya

Dengan memahami penyebab, pengobatan, dan langkah pencegahan, Anda dapat mengelola sakit punggung secara efektif dan mencegahnya mengganggu aktivitas harian.
Ilustrasi seseorang mengalami sakit punggung (Sumber: Freepik/@stefamerpik)
Sehat22 Februari 2025, 20:30 WIB

Panduan Aman Puasa Intermiten untuk Ibu Menyusui: 8 Tips dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Puasa intermiten dapat memberikan manfaat bagi ibu menyusui jika dilakukan dengan benar dan hati-hati. Namun, keamanan dan efektivitasnya bergantung pada kebutuhan tubuh masing-masing ibu dan respons bayi.
Ilustrasi panduan aman puasa intermiten untuk ibu menyusui (Sumber: Freepik/@freepik)
Life22 Februari 2025, 20:00 WIB

Amankah Mencoba Puasa Intermiten Saat Menyusui? Simak Ulasan Berikut

Sebelum mencoba puasa intermiten ini, penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar proses menyusui tetap optimal dan kesehatan bayi tetap terjaga.
Amankah mencoba puasa intermiten saat menyusui? (Sumber: Freepik/@freepic.diller)
Musik22 Februari 2025, 20:00 WIB

Sapa Penggemar Pertama Kali, Harga Tiket NCT Wish Asia Tour Log di Jakarta

boygroup NCT Wish akan menyapa penggemar Indonesia untuk pertama kali sejak debut melalui Asia Tour yang bakal digelar pada 31 Mei 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
Sapa Penggemar Pertama Kali, Harga Tiket NCT Wish Asia Tour Log di Jakarta (Sumber : Instagram/@nctwish_official)