Kenaikan PPN 12 Akan Berdampak Turunya Penjualan Tekstil, Ini Alasannya

Senin 25 November 2024, 08:40 WIB
Kenaikan PPn 12 persen bisa berdampak turunnya penjualan tekstil | Foto : Kain / Tekstil by Pixabay

Kenaikan PPn 12 persen bisa berdampak turunnya penjualan tekstil | Foto : Kain / Tekstil by Pixabay

SUKABUMIUPDATE.com - Rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen mulai banyak yang mengkritisi. Pasalnya kenaikan PPN ysng akan mulai berlaku awal tahun 2025 tersebut dinilai membebankan masyarakat. Salah satu yang turut bersuara memprotes kenaikan ini adalah Yayasan Konsumen Tekstil Indonesia (YKTI).

Dalam keterangan tertulis yang dikutip tempo.co, YKTI menyampaikan bahwa kenaikan PPN ini akan sepenuhnya akan dibebankan kepada konsumen akhir, yang akan merasakan dampaknya dalam harga barang yang mereka beli.

Direktur Ekskutif YKTI, Ardiman Pribadi, menjelaskan bahwa jika PPN dinaikkan menjadi 12 persen, beban pajak yang diterima konsumen akhir akan mencapai 21,6 persen dari harga barang.

Ardiman menegaskan, saat ini PPN masih 11 persen, konsumen sudah terbebani dengan pajak sekitar 19,8 persen. "Hal ini disebabkan oleh rantai nilai panjang dalam industri tekstil, di mana pajak yang dibayar oleh setiap subsektor akan dibebankan kepada harga barang yang sampai ke konsumen," kata dia, seperti dikutip tempo, Minggu (24/11/2024).

Baca Juga: Berlaku 1 Januari 2025, Ini Daftar Barang dan Jasa yang Terkena PPN 12 Persen

Menurut Ardiman, di tengah menurunnya daya beli masyarakat, Ardiman khawatir kenaikan PPN justru akan mengurangi konsumsi masyarakat terhadap produk tekstil. Menurutnya, hal ini bisa berbalik merugikan, karena menurunnya konsumsi akan berdampak pada penurunan penjualan di industri tekstil, yang pada akhirnya mengurangi pemasukan negara.

Sebagai alternatif, Ardiman menyarankan agar pemerintah fokus pada pemberantasan impor ilegal sebagai langkah yang lebih efektif untuk meningkatkan penerimaan negara.

Berdasarkan data perdagangan tekstil dan produk tekstil (TPT) selama lima tahun terakhir, ia memperkirakan penerimaan negara hilang hingga Rp 46 triliun akibat impor ilegal yang tidak membayar bea masuk, PPN, dan Pajak Penghasilan (PPh). Nilai barang yang masuk tanpa kewajiban pajak tersebut mencapai US$ 7,2 miliar atau sekitar Rp 106 triliun.

“Jika impor ilegal diberantas, penerimaan negara dari TPT bisa meningkat hingga Rp 9 triliun per tahun tanpa perlu menaikkan PPN,” ujar Ardiman.

Baca Juga: Siap-siap, Harga Rumah Diproyeksi Bakal Naik Imbas Kebijakan PPN 12 Persen

Selain itu, pemberantasan impor ilegal diharapkan dapat menggairahkan kembali industri tekstil domestik, meningkatkan kapasitas produksi pabrik-pabrik tekstil, dan menyerap lebih banyak tenaga kerja. Peningkatan daya beli masyarakat melalui lapangan pekerjaan baru ini, kata Ardiman, akan secara otomatis meningkatkan konsumsi, yang pada gilirannya juga dapat mendongkrak penerimaan PPN.

Dengan demikian, Ardiman menegaskan bahwa langkah pemberantasan impor ilegal bisa menjadi solusi yang lebih tepat dalam mendongkrak perekonomian tanpa menambah beban bagi konsumen.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkait
Berita Terkini
Sehat22 Februari 2025, 20:30 WIB

Panduan Aman Puasa Intermiten untuk Ibu Menyusui: 8 Tips dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Puasa intermiten dapat memberikan manfaat bagi ibu menyusui jika dilakukan dengan benar dan hati-hati. Namun, keamanan dan efektivitasnya bergantung pada kebutuhan tubuh masing-masing ibu dan respons bayi.
Ilustrasi panduan aman puasa intermiten untuk ibu menyusui (Sumber: Freepik/@freepik)
Life22 Februari 2025, 20:00 WIB

Amankah Mencoba Puasa Intermiten Saat Menyusui? Simak Ulasan Berikut

Sebelum mencoba puasa intermiten ini, penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar proses menyusui tetap optimal dan kesehatan bayi tetap terjaga.
Amankah mencoba puasa intermiten saat menyusui? (Sumber: Freepik/@freepic.diller)
Musik22 Februari 2025, 20:00 WIB

Sapa Penggemar Pertama Kali, Harga Tiket NCT Wish Asia Tour Log di Jakarta

boygroup NCT Wish akan menyapa penggemar Indonesia untuk pertama kali sejak debut melalui Asia Tour yang bakal digelar pada 31 Mei 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
Sapa Penggemar Pertama Kali, Harga Tiket NCT Wish Asia Tour Log di Jakarta (Sumber : Instagram/@nctwish_official)
Sehat22 Februari 2025, 19:30 WIB

Mengenal Maskne: Ketahui Penyebab dan 7 Masalah Kulit Akibat Penggunaan Masker

Maskne adalah masalah kulit yang umum terjadi akibat penggunaan masker secara terus-menerus.
Ilustrasi berbagai permasalahan kulit akibat penggunaan masker wajah (Sumber: Freepik/@freepik)
Sehat22 Februari 2025, 19:10 WIB

Mengenal Maskne: Siapa yang Lebih Berisiko dan 5 Cara Efektif Mengatasinya

Maskne adalah tantangan kulit yang bisa dialami siapa saja, tetapi dengan perawatan yang tepat, masalah ini dapat dikelola.
Ilustrasi cara efektif mengatasi maskne (Sumber: Freepik/@rawpixel.com)
Film22 Februari 2025, 19:00 WIB

Dipenuhi Genre Aksi, 8 Drama Korea Baru yang Tayang di Disney+ pada 2025

Platform Disney+ Hotstar telah resmi mengumumkan daftar drama korea terbaru yang bakal tayang selama tahun 2025. Bahkan, beberapa di antaranya akan segera tayang.
Dipenuhi Genre Aksi, 8 Drama Korea Baru yang Tayang di Disney+ pada 2025 (Sumber : Instagram/@disneypluskr)
Sukabumi22 Februari 2025, 18:52 WIB

Momen Langka Keakraban Dua Kepala Daerah Sukabumi Disorot Aktivis, Beri Catatan Soal Kolaborasi

Ayep Zaki mengaku ia bersama Asep Japar hanya melangsungkan obrolan ringan.
Bupati Sukabumi Asep Japar dan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki. | Foto: Istimewa
Sehat22 Februari 2025, 18:50 WIB

6 Tips Mudah Perawatan Kulit untuk Menghindari Maskne

Maskne mungkin menjadi tantangan baru dalam perawatan kulit, tetapi dengan kebiasaan yang benar, Anda bisa mencegahnya. Pilih masker yang nyaman, jaga kebersihan masker, dan berikan waktu bagi kulit untuk beristirahat.
Ilustrasi tips mudah merawat kulit untuk menghindari maskne (Sumber: Freepik/@diana.grytsky)
Sukabumi22 Februari 2025, 18:44 WIB

Motif Warisan Muncul di Balik Pembunuhan Tragis Kakak oleh Adik di Sukabumi

F menghabisi nyawa kakaknya menggunakan pedang jenis samurai katana.
Keranda jenazah Hendra (55 tahun) di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi. | Foto: SU/Asep Awaludin
Nasional22 Februari 2025, 18:29 WIB

Diperiksa Propam, 4 Polisi Diduga Menekan Band Sukatani untuk Tarik Lagu Kritik

Polda Jawa Tengah memeriksa empat polisi yang diduga menekan Band Sukatani hingga menarik lagu kritik mereka, Bayar, Bayar, Bayar. Polri membantah intervensi, sementara publik menyoroti kebebasan berekspresi.
Band Sukatani saat tampil di atas panggung, dikenal dengan gaya bermusik punk dan kritik sosial dalam lirik lagunya. (Sumber : Instagram/@sukatani.band)