Jadi Perhatian Bersama! Terlilit Utang dan Jadi Jambret, Guru Ngaji Ditangkap di Sukabumi

Kamis 12 November 2020, 06:23 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Kesejahteraan guru ngaji jadi sorotan public usai seorang guru ngaji di Kota Cimahi Jawa Barat terpaksa beralih profesi menjadi jambret akibat terlilit utang rentenir. Gmana di wilayah kita? Apakah guru ngaji menjadi perhatian bersama, khususnya pemerintah?

Suarajabar.id jaringa suara.com, berkesepatan berbincang dengan Ketua Forum Guru Honorer Madrasah (FGHM) Jawa Barat Ismet Iis Mulyani untuk membahas kesejahteraan guru ngaji. Ia mengaku sering menerima keluhan dari para guru ngaji akibat minimnya kesejahteraan.

Minimnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan dan juga upah yang dibayarkan kepada guru ngaji berimbas banyak dari mereka terlilit utang. Akhirnya berurusan dengan rentenir.

Kecilnya bayaran yang didapat dari masjid juga menjadi salah satu penyebab dan membuat para guru ngaji hanya menggantungkan bantuan dari pemerintah. “Jujur, Sampai saat ini kurang sejahtera, kalau misal dari iuran itu kan jauh buat kesejahteraan mah, dari kas DKM juga kecil, paling menunggu bantuan-bantuan dari pemerintah, dan kalau tidak salah sampai hari ini belum ada yang cair karena memang dari pemkot pemasukannya lagi berkurang saat ini,” ungkapnya melalui sambungan telepon, Rabu kemarin 11 November 2020.

Terkadang, para guru ngaji harus iklas dengan bayaran seadanya dari pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Selain kesejahteraan, keluhan juga datang dari masih banyaknya fasilitas di masjid-masjid yang kurang.

Iis mengatakan pihaknya banyak mendapat keluhan dari para guru ngaji. Menurutnya banyak guru ngaji yang terlilit hutang yakni mereka yang berprofesi sebagai guru honerer di sekolah negeri Islam, juga dari mereka yang tidak memiliki pekerja lain selain mengajar ngaji.

“Keluhan pertama pasti kesejahteraan, karenakan walaupun rata-rata guru ngaji itu juga perangkat guru sekolah di yang Madrasah di bawah Kemenag, tapi dalam instansi, jadi kadang suka terhambat juga (bayarannya), mereka yang berstatus honorer. Banyak juga yang hanya berprofesi tidak tetap kayak kerja serabutan, ini yang rentan terlilit utang,” ungkapnya.

Profesi guru ngaji yang bukan lembaga formal juga membuat mereka jarang diperhatikan, berbeda dengan sekolah formal lainnya. Iis mengatakan banyak juga dari para guru ngaji yang akhirnya ikhlas dengan bayaran seadanya.

“Kan lembaga ngaji non formal berbeda dengan Madrasah yang formal, lebih kurang diperhatikan. Soalnya banyak yang gitu terlilit utang. Cuman memang tidak semua bisa terbuka,” katanya.

Seperti diberiakan suara.com, seorang guru ngaji di Kota Cimahi nekat melakukan aksi penjambretan. Alasannya untuk menutupi tagihan pinjaman uang ke renternir.

Guru ngaji berinisial ER (43) itu akhirnya dibekuk Satreskrim Polres Cimahi. Ia ditangkap setelah beberapa kali melakukan penjambretan.

Eri punya target khusus, yakni anak perempuan yang menggunakan perhiasan. "Pelaku sudah lakukan aksi penjambretan sebanyak delapan kali," kata kata Kapolres Cimahi, AKBP Indra Setiawan di Mapolres Cimahi, Jalan Jenderal Amir Machmud, Kota Cimahi, Rabu (11/11/2020).

Ia tertangkap di Sukabumi, yang menjadi tempat pelariannya dari kejaran petugas kepolisian. Tidak Dijelaskan alamat penangkapan ER di Sukabumi.

Aksi terakhir tersangka dilakukan di Puri Kahuripan Residence Blok B RT 02/06, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, KBB pada 23 Oktober 2020. Korbannya anak berusia 9 tahun yang saat itu sedang bermain di sekitaran rumahnya.

Dari bocah tersebut, pelaku berhasil merampas kalung seberat 3,6 gram. Hasil curiannya langsung ia jual untuk melarikan diri. "Atas perbuatan tersangka, pelaku kita kenakan Pasal 365 ayat (1) KUHPidana. Ancaman pidananya, diatas lima tahun penjara," ucap Kapolres.

ER yang kesehariannya mengaku berprofesi sebagai guru ngaji, mengaku nekat menjambret karena terdesak kebutuhan hidup. Selain memenuhi kebutuhan hidup, ia juga terlilit hutang pada rentenir. "Buat bayar hutang uang hasil jambret. Soalnya buanganya tinggi," singkat ER.

SUMBER: SUARA.COM

 

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Editor :
Berita Terkini
Kecantikan22 Februari 2025, 22:34 WIB

5 Cara Ampuh Memperbaiki Kulit Berminyak yang Dehidrasi, Bisa di Coba di Rumah

Kulit berminyak yang mengalami dehidrasi mungkin disebabkan oleh kurangnya asupan air atau penggunaan produk perawatan kulit yang tidak tepat.
Ilustrasi cara memperbaiki kulit berminyak yang dehidrasi (Sumber: Freepik/@stockking)
Sukabumi22 Februari 2025, 22:32 WIB

Setelah Autopsi, Samson Sang Preman Simpenan Sukabumi Dimakamkan di TPU Pasir Pogor

Kematian Samson masih menyisakan tanda tanya besar bagi keluarga.
Jenazah Suherlan alias Samson (33 tahun) saat akan dimakamkan di TPU Pasir Pogor, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (22/2/2025). | Foto: SU/Ilyas Supendi
Kecantikan22 Februari 2025, 22:25 WIB

Kulit Berminyak dan Dehidrasi: Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Dengan perawatan yang tepat, kulit berminyak yang dehidrasi dapat dikembalikan keseimbangannya. Ingat, hidrasi adalah kunci untuk kulit yang sehat dan bercahaya.
Ilustrasi kulit berminyak dan dehidrasi (Sumber:  Freepik/@KamranAydinov)
Nasional22 Februari 2025, 21:54 WIB

Diduga Dipecat Jadi Guru Pasca Kritik Polisi, Mendikdasmen Diminta Segera Bela Citra Sukatani

Guru merupakan warga negara yang dijamin hak-haknya.
Personel band punk Sukatani. | Foto: X/barengwarga
Life22 Februari 2025, 21:30 WIB

10 Cara Efektif Menghilangkan Noda Pewarna Rambut yang Menempel di Kulit

Mewarnai rambut tidak diragukan lagi merupakan salah satu cara termudah untuk mengubah penampilan. Namun, terkadang, betapapun kerasnya upaya untuk mencegahnya, warna rambut ini dapat meninggalkan bekas pada kulit.
Ilustrasi seorang wanita menggunakan pewarna rambut (Sumber: Freepik/@user18526052)
Sukabumi22 Februari 2025, 21:13 WIB

Tulang Tengkorak Terpotong, 4 Luka pada Wajah Warga Sukabumi yang Tewas di Tangan Adiknya

Tim dokter tidak melakukan tindakan autopsi terhadap jenazah Hendra.
Ketua tim dokter forensik RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi dr Nurul Aida Fathya saat dimintai keterangan oleh wartawan soal kematian Hendra (55 tahun) pada Sabtu (22/2/2025). | Foto: SU/Asep Awaludin
Sehat22 Februari 2025, 21:00 WIB

Panduan Lengkap Mengatasi Sakit Punggung: Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahannya

Dengan memahami penyebab, pengobatan, dan langkah pencegahan, Anda dapat mengelola sakit punggung secara efektif dan mencegahnya mengganggu aktivitas harian.
Ilustrasi seseorang mengalami sakit punggung (Sumber: Freepik/@stefamerpik)
Sehat22 Februari 2025, 20:30 WIB

Panduan Aman Puasa Intermiten untuk Ibu Menyusui: 8 Tips dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Puasa intermiten dapat memberikan manfaat bagi ibu menyusui jika dilakukan dengan benar dan hati-hati. Namun, keamanan dan efektivitasnya bergantung pada kebutuhan tubuh masing-masing ibu dan respons bayi.
Ilustrasi panduan aman puasa intermiten untuk ibu menyusui (Sumber: Freepik/@freepik)
Life22 Februari 2025, 20:00 WIB

Amankah Mencoba Puasa Intermiten Saat Menyusui? Simak Ulasan Berikut

Sebelum mencoba puasa intermiten ini, penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar proses menyusui tetap optimal dan kesehatan bayi tetap terjaga.
Amankah mencoba puasa intermiten saat menyusui? (Sumber: Freepik/@freepic.diller)
Musik22 Februari 2025, 20:00 WIB

Sapa Penggemar Pertama Kali, Harga Tiket NCT Wish Asia Tour Log di Jakarta

boygroup NCT Wish akan menyapa penggemar Indonesia untuk pertama kali sejak debut melalui Asia Tour yang bakal digelar pada 31 Mei 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
Sapa Penggemar Pertama Kali, Harga Tiket NCT Wish Asia Tour Log di Jakarta (Sumber : Instagram/@nctwish_official)