Pendakian Ditutup Mulai 3 April! 21 Kali Gempa Vulkanik Terjadi di Gunung Gede

Sukabumiupdate.com
Kamis 03 Apr 2025, 09:23 WIB
Pantauan CCTV Gunung Gede Pangrango dari Pos PGA di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Cianjur, Selasa, 1 April 2025 pukul 08.10 WIB. | Foto: esdm.go.id

Pantauan CCTV Gunung Gede Pangrango dari Pos PGA di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Cianjur, Selasa, 1 April 2025 pukul 08.10 WIB. | Foto: esdm.go.id

SUKABUMIUPDATE.com - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) menutup sementara pendakian Gunung Gede Pangrango mulai 3 hingga 7 April 2025. Kabar ini diunggah Instagram @bbtn_gn_gedepangrango, Rabu, 2 April 2025.

Penutupan pendakian dilakukan karena terjadi peningkatan gempa vulkanik di Gunung Gede, berdasarkan siaran pers Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kebijakan ini berlaku sampai ada informasi lebih lanjut hasil pemantauan Badan Geologi.

"Kepada para calon pendaki yang sudah melakukan pendaftaran pada tanggal 3 April 2025 dan seterusnya agar dapat melakukan 𝘳𝘦𝘴𝘀𝘩𝘦π˜₯𝘢𝘭𝘦 atau perubahan jadwal," tulis keterangan.

Mengutip tempo.co, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan peningkatan signifikan aktivitas vulkanik Gunung Gede. Dalam enam jam terakhir, tercatat 21 kali gempa vulkanik dalam (VA), jauh di atas rata-rata harian bulan sebelumnya.

Baca Juga: Pendakian TNGGP Ditutup Sementara Imbas Peningkatan Aktivitas Vulkanik Gunung Gede

PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi letusan freatik dan embusan gas beracun.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid mengatakan lonjakan aktivitas kegempaan ini cukup signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Pada 1 April 2025, antara pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, terjadi 21 kali gempa vulkanik dalam. Sebagai perbandingan, rata-rata harian selama Maret 2024 hanya 0-1 kejadian,” ujar Wafid dalam keterangan tertulis, Rabu.

Menurutnya, peningkatan aktivitas ini menunjukkan adanya tekanan yang meningkat di dalam tubuh Gunung Gede. Jika tekanan terus bertambah, potensi letusan freatik dan pelepasan gas beracun bisa terjadi.

Meski demikian, PVMBG belum menaikkan status Gunung Gede dari Level I (Normal). Berdasarkan pemantauan visual dan instrumental hingga 1 April 2025 pukul 10.00 WIB, aktivitas vulkanik masih dalam kategori normal. “Kami mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak mendekati atau bermalam dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon,” kata Wafid.

Gunung Gede, yang memiliki ketinggian 2.958 mdpl, secara administratif berada di wilayah Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Bogor, Jawa Barat. Pemantauan dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Gede di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Cianjur.

Gunung Gede terakhir meletus pada 1957 melalui Kawah Ratu, dengan kolom letusan mencapai 3.000 meter di atas puncak. Saat ini, aktivitas embusan terpantau dari Kawah Wadon dengan ketinggian asap berkisar 50-100 meter selama Maret 2025.

Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi PVMBG di Bandung melalui nomor (022) 7272606 atau Pos Pengamatan Gunungapi Gede di 0812-2431-4051.

Berita Terkait
Berita Terkini