SUKABUMIUPDATE.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespon banyaknya postingan warga di media sosial yang memintanya untuk memperbaiki jalan yang rusak di seluruh daerah di Jabar.
Dedi mengaku punya sejumlah langkah terkait hal itu. Namun yang pertama, ia menjelaskan kembali bahwa kewenangan perbaikan jalan di Indonesia terbagi berdasarkan tingkatan pemerintahan, mulai dari desa, kabupaten/kota, provinsi, hingga pemerintah pusat.
“Bahwa kewenangan jalan itu, ada jalan desa, jalan kabupaten/kota, dan jalan provinsi, dan jalan nasional," ujar Dedi dikutip dari cuplikan video di Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Rabu (2/4/2025).
Baca Juga: Dedi Mulyadi Tetapkan Kantor Gubernur di 5 Wilayah Jabar, Sebutannya Berbeda-beda
Oleh karena itu Dedi menyampaikan bahwa prioritas utamanya adalah memastikan seluruh jalan provinsi di daerah dalam kondisi sempurna terlebih dahulu, sebelum beralih ke langkah selanjutnya yaitu memberikan bantuan keuangan kepada pemerintah Kabupaten/Kota dalam memperbaiki jalan yang rusak di wilayahnya.
“Pemerintah provinsi saat ini memiliki anggaran Rp 2,4 triliun yang akan dialokasikan untuk pembangunan jalan provinsi, membuat jembatan di jalan provinsi. Ini fokus kita untuk tahun ini dan tahun depan,” kata KDM, panggilan akrabnya.
“Setelah jalan provinsi semuanya siap dan dalam keadaan sempurna, kami akan melangkah yang kedua, memberikan stimulus kepada kabupaten/kota yang tidak punya kemampuan keuangan untuk membangun jalan," tambahnya.
Terkait kerusakan di jalan desa, KDM menyebut pemerintah desa sebenarnya sudah memiliki Dana Desa yang dapat digunakan untuk memperbaiki insfrastruktur tersebut.
Meski begitu ia tetap akan mengupayakan bantuan untuk desa yang memiliki wilayah luas tapi alokasi dana tidak mencukupi.
Dedi menyebut pemerintah provinsi akan memberikan stimulus tapi dengan syarat Dana Desa telah dimanfaatkan secara optimal dan desa tersebut memang tidak memiliki anggaran yang cukup.
“Tahapan ini akan kami lakukan secara bertahap, tidak bisa dalam tahun ini saya bangun ketiga-tiganya, anggarannya tidak akan terfokus. Semua akan dilakukan berdasarkan jenjang," jelasnya.
Gubernur Dedi juga meminta maaf jika masih ada kekurangan dalam perbaikan infrastruktur di Jawa Barat. Ia berjanji bahwa pemerintah akan fokus menyelesaikan persoalan jalan ini secara bersama-sama dengan pemerintah desa, kabupaten/kota, provinsi, dan pusat.
"Insya Allah, kita akan fokus menyelesaikan problem (jalan) di Jawa Barat secara bersama-sama pemerintahan desa, kabupaten/kota dan pemerintah provinsi dan pemerintahan pusat," tandasnya.