SUKABUMIUPDATE.com - Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, A. Yamin menanggapi larangan penyelenggaraan study tour oleh Gubernur Dedi Mulyadi yang menuai polemik.
Yamin berpendapat bahwa ketegasan Gubernur terkait kegiatan tersebut merupakan peringatan bagi sekolah-sekolah agar tidak menjadikan siswa sebagai sumber pendapatan. Pasalnya ia juga menyoroti masih ada sekolah yang mengadakan kegiatan study tour justru memberatkan atau membebani siswa dan orang tua.
"Iurannya itu kan yang dipersoalkan," kata Yamin kepada sukabumiupdate.com, Jumat (28/2/2025).
Baca Juga: A Yamin Sosialisasikan Perda Desa Wisata di Cijurey Gegerbitung Sukabumi
Menurut Yamin, study tour itu sebenarnya bisa jadi kegiatan yang positif jika benar-benar terdapat nilai pembelajaran. Sehingga ia menyayangkan bila sekolah menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan tujuan ke tempat-tempat yang tidak memiliki kegiatan edukatif bagi para siswa. Alhasil esensi kegiatan yang seharusnya 'belajar di luar sekolah' kemudian berubah menjadi 'jalan-jalan di luar sekolah'.
Tak hanya itu, Yamin juga dengan tegas tak setuju bila dalam penyelenggaraan study tour terdapat unsur pemaksaan kepada siswa untuk mengikuti kegiatannya dan mengandung risiko karena dilakukan dengan bepergian ke lokasi yang jauh.
"Study tour itu sebenarnya bagus buat siswa untuk belajar di luar sekolah. Supaya anak tidak 'kurung batokeun'. Cuman, study tournya jangan jauh-jauh, jangan ke luar negeri, ke luar jawa, ke luar provinsi. Sesuai kemampuan saja, juga jangan ada pemaksaan," tandasnya.