Ini Menu Puasa dengan Gizi Seimbang menurut Pakar

Senin 11 Mei 2020, 10:00 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Selama Ramadan dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penting membuat perencanaan mingguan menu sahur dan berbuka yang memenuhi kadar gizi. Dilansir dari tempo.co, dalam satu pekan Anda bisa menyajikan satu hari untuk makanan bersantan dan satu hari lain adalah makanan dengan bumbu kacang-kacangan.

Selama masa karantina dan puasa seperti ini, Anda bisa menjadwalkan lauk yang berbeda dari Senin sampai Minggu. Misalnya saja, ayam bakar bumbu rujak, hari berikutnya, pepes tahu, hari berikutnya ikan pesmol, orek tempe pete cabai hijau, pepes jamur, botok teri, dan telur pindang.

Menurut Ahli Gizi dr. Tan Shot Yen, rencana makan harus penting agar tidak menjadi bencana di kemudian hari. Dengan situasi pandemi saat ini, dia menilai perencanaan makan adalah langkah awal yang penting untuk memulai hidup sehat dengan gizi seimbang.

“Apalagi sekarang ada belanja online, seminggu sekali, ada baiknya membuat rencana atau meal preparation,” kata Tan Shot Yen.

Selama ini permasalahan yang muncul terkait makanan menu puasa dikarenakan masyarakat sering mengambil jalan pintas dalam menjaga kesehatan. Dibandingkan harus menyusun rencana makan, orang lebih suka memberi doping pada diri sendiri dengan suplemen dan multivitamin daripada makanan sehat.

“Padahal tubuh ini tidak bisa dikarbit,” sambungnya.

Dia juga menyatakan, selama PSBB juga terkadang membuat penghuni enggan memasak dan memilih memesan makanan instan. Padahal, makanan instan yang yang dikirim belum tentu punya keseimbangan gizi yang dibutuhkan. Imbasnya, sistem imun belum tentu terjaga dan berpotensi memicu kegemukan.

Tan pun mengusulkan pentingnya penyusunan makanan berlandaskan sistem Isi Piringku yang diluncurkan Kementerian Kesehatan. Isi Piringku menggambarkan porsi makan dalam satu piring yang terdiri dari 50 persen buah dan sayur, 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein. Isi Piringku lebih menekankan tak hanya pada jenis makanan saja tetapi membatasi gula, garam dan lemak.

Sementara itu, menurut dr. Steffi Sonia, dari Departemen Ilmu Gizi FKUI - RS Cipto Mangunkusumo, menyatakan ada 10 nutrisi yang wajib terpenuhi selama masa Covid-19. Misalnya saja vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E, asam lemak omega, selenium, seng, besi, dan tembaga.

“Syarat penting adalah memasak makanan secara matang apalagi makanan yang tinggi protein dan lemak, termasuk hewan yang berpotensi jadi pembawa virus,” jelas Steffi.

Dia menambahkan, selama masa pandemi ini kebersihan alat memasak dan alat makan juga sangat krusial. Oleh sebab itu sebaiknya Anda tidak makan bersama dengan alat makan yang sama. Semua alat masakan dan alat makan harus dicuci bersih.

Sumber: Tempo.co

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Editor :
Berita Terkini
Food & Travel27 Februari 2025, 16:00 WIB

Wisata Pantai Pasir Putih Sayang Heulang, Surga Tersembunyi di Selatan Garut

Ombak Pantai Sayang Heulang cukup tenang karena karang-karang di bibir pantai menahan ombak sebelum sampai ke pasir
Wisata Pantai Sayang Heulang di Garut. Foto: IG/@smiling.westjava
Sukabumi27 Februari 2025, 15:48 WIB

Ini Daftar Daerah Paling Sepi di Kabupaten Sukabumi, Tapi Kaya Sumber Daya Alam

Berdasarkan data terbaru dalam Buku Kabupaten Sukabumi dalam Angka 2024, jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi pada tahun 2023 tercatat sekitar 2.802.404 jiwa.
Peta Kabupaten Sukabumi | Foto : Dok/SU
Film27 Februari 2025, 15:30 WIB

Rachquel Nesia Sebagai Nikita di Preman Pensiun 9: Seperti Apa Sosoknya? Yuk Simak!

Rachquel Nesia memerankan sosok Nikita seorang wanita tangguh di Preman Pensiun 9.
Rachquel Nesia memerankan sosok Nikita seorang wanita tangguh di Preman Pensiun 9. (Sumber : Instagram/@premanpensiun.mncp).
Sukabumi27 Februari 2025, 15:26 WIB

Trauma, Mahasiswi Magang Korban Pelecehan di Pengadilan Negeri Sukabumi

Tindakan asusila yang dialami oleh mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Nusa Putra ini terjadi pada Kamis, 20 Februari 2025 di Pengadilan Negeri Sukabumi.
Ilustrasi pelecehan seksual | Foto: Freepik.com
Keuangan27 Februari 2025, 15:18 WIB

Patungan Nih? BGN Minta Kepala Daerah Siapkan Anggaran untuk Rantai Pasok MBG

MBG merupakan program pemerintah pusat.
Salah satu pelajar SD di Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, menerima MBG, Senin (6/1/2025). | Foto: Dokpim Kota Sukabumi
Inspirasi27 Februari 2025, 15:00 WIB

Lowongan Kerja Cook Helper Cafe di Kota Sukabumi, Cek Kualifikasinya!

Apabila kamu tertarik dengan lowongan kerja ini, segera daftarkan diri sekarang juga!
Ilustrasi - Lowongan Kerja Cook Helper di Salah Satu Cafe di Kota Sukabumi, Cek Kualifikasinya! (Sumber : Freepik.com)
Sehat27 Februari 2025, 14:56 WIB

Melon Hijau vs Melon Kuning: Mana yang Lebih Kaya Manfaat?

Melon merupakan salah satu buah yang sangat populer karena rasanya yang manis dan segar, serta kandungan airnya yang tinggi.
Melon Hijau dan Kuning, Mana yang Lebih Kaya Manfaat? (Sumber : Freepik/@jcomp)
Sehat27 Februari 2025, 14:39 WIB

Melon, Si Manis yang Bermanfaat: Kenali Khasiatnya untuk Tubuh

Melon adalah salah satu buah yang dikenal dengan rasa manis dan teksturnya yang lembut. Buah ini sering menjadi pilihan yang tepat, terutama saat cuaca panas, karena kandungan airnya yang tinggi dan rasanya yang menyegarkan.
Buah Melon, Si Manis yang Bermanfaat: Kenali Khasiatnya untuk Tubuh (Sumber : Freepik/@KamranAydinov)
Entertainment27 Februari 2025, 14:30 WIB

Belum Satu Tahun, Rans Nusantara Hebat Raffi Ahmad dan Kaesang Umumkan Tutup

Bisnis Raffi Ahmad bersama Kaesang Pangarep Rans Nusantara Hebat mengumumkan akan berhenti beroperasi mulai pada Jumat, 28 Februari 2025.
Belum Satu Tahun, Rans Nusantara Hebat Raffi Ahmad dan Kaesang Umumkan Tutup (Sumber : Instagram/@ransnusantarahebat)
Nasional27 Februari 2025, 14:28 WIB

Lengkap! Begini Peran 9 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pertamax Oplosan

Kejaksaan Agung mengatakan dugaan korupsi terjadi pada lima komponen.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Pertamax oplosan. | Foto: Kejagung/SU/Asep Awaludin