5 Destinasi Wisata Religi di Jawa Barat, Salah Satunya Ada di Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Sabtu 05 Apr 2025, 19:00 WIB
Makam Eyang Santri - Kunjungan ke lokasi wisata religi tidak hanya memberikan manfaat secara spiritual, tetapi juga memberikan nilai sosial yang tinggi. (Sumber : Screenshot YouTube/@Koko).

Makam Eyang Santri - Kunjungan ke lokasi wisata religi tidak hanya memberikan manfaat secara spiritual, tetapi juga memberikan nilai sosial yang tinggi. (Sumber : Screenshot YouTube/@Koko).

SUKABUMIUPDATE.com – Selain dikenal karena keindahan alamnya, Jawa Barat juga memiliki banyak destinasi wisata religi. Dengan mayoritas penduduk yang beragama Islam, provinsi ini menyimpan sejumlah situs bersejarah yang sering dijadikan tujuan ziarah dan untuk menambah wawasan keislaman.

Wisata religi di Jawa Barat menarik minat pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia karena tempat-tempat ini menjadi pusat untuk memperdalam spiritualitas dan mempelajari sejarah Islam di tanah Sunda. 

Selain untuk berziarah, kunjungan ke lokasi tersebut memberikan kesempatan untuk lebih memahami perjalanan dakwah Islam serta memperkuat keimanan kepada Allah SWT. 

Tempat-tempat ini sangat ideal untuk dikunjungi selama libur lebaran. Berikut adalah lima destinasi wisata religi di Jawa Barat yang direkomendasikan untuk libur Lebaran, dikutip dari berbagai sumber.

1. Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon

Sunan Gunung Jati merupakan salah satu anggota Wali Songo yang memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Jawa, khususnya di Cirebon. Nama lengkapnya adalah Sultan Syarif Hidayatullah Al-Azhamatkhan Al-Husaini Al-Cirbuni Shahib Jabal Jati bin Sultan Syarif Malik Abdullah Umdatuddin Al-Azhamatkhan Al-Husaini.

Beliau lahir pada tahun 1448 Masehi dari pasangan Syarif Abdullah Umdatuddin bin Ali Nurul Alam dan Nyai Rara Santang, putri dari Prabu Siliwangi, raja Kerajaan Pajajaran. 

Makam Sunan Gunung Djati, yang terletak di kompleks pemakaman Astana Gunung Sembung, Cirebon, memang sering menjadi tujuan ziarah dari berbagai daerah, bahkan luar daerah.

Lokasi: Jalan Alun-Alun Ciledug No. 53, Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon.

2. Makam Syaikh Quro, Karawang

Syaikh Quro, yang juga dikenal dengan nama Syaikh Qurotul Ain, Syaikh Hasanudin, atau Syaikh Mursahadatillah, adalah seorang ulama yang menyebarkan Islam di Karawang. Ia merupakan putra dari Syaikh Yusuf Siddik, seorang ulama besar dari negeri Campa.

Menurut naskah Purwaka Caruban Nagari, sebelum tiba di Karawang, Syaikh Quro sempat singgah di Pelabuhan Muara Jati Cirebon pada tahun 1338 Saka atau 1416 Masehi. Keberadaannya di Karawang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan Islam di wilayah tersebut.

Lokasi: Pulo Bata, Desa Pulo Kalapa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang

3. Goa Safarwadi Pamijahan, Tasikmalaya

Goa Safarwadi awalnya merupakan tempat berkumpulnya para wali dan menjadi lokasi pendidikan bagi para santri yang dibimbing oleh Syekh Abdul Muhyi. Beliau dikenal sebagai pembawa tarekat Syathariyah pertama ke Pulau Jawa dan sangat dihormati oleh masyarakat sekitar.

Syekh Abdul Muhyi juga dikenal dengan sebutan Haji Karang karena pernah menjalani uzlah dan khalwat di Gua Karang. Goa Safarwadi sendiri merupakan bagian dari kompleks wisata religi di Pamijahan, Tasikmalaya. 

Sebelum memasuki gua, pengunjung biasanya akan berziarah terlebih dahulu ke makam Syekh Abdul Muhyi.

Lokasi: Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya.

4. Goa Sunyaragi, Cirebon

Goa Sunyaragi adalah situs bersejarah yang dulunya digunakan sebagai tempat meditasi para Sultan Cirebon beserta keluarganya. Nama "Sunyaragi" berasal dari kata "sunya" yang berarti sepi dan "ragi" yang berarti raga.

Begitu tiba di lokasi, pengunjung akan disambut dengan pemandangan batuan karang yang tertata tanpa pola tertentu, menciptakan bentuk artistik yang unik dan menarik. Keunikan arsitektur Goa Sunyaragi menjadikannya salah satu destinasi wisata religi yang menarik di Cirebon.

Lokasi: Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

5. Eyang Santri, Sukabumi

Padepokan Eyang Santri Astana Giri Jaya terletak di lereng Gunung Salak, tepatnya di Kampung Jabon, Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Tempat ini merupakan makam dan situs ziarah yang dikenal sebagai Pasarean Eyang Santri. 

Di sinilah Eyang Santri, yang juga dikenal sebagai KPH Joko Kusumo—cucu kandung Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyowo—dimakamkan. Lahir pada tahun 1770 M dan wafat pada tahun 1829 M, beliau adalah salah satu tokoh penyebar Islam yang disegani di wilayah Sukabumi.

Lokasi: Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.




Berita Terkait
Berita Terkini