Wisata Baru di Sukabumi, Atraksi Terbang dengan Paramotor Diatas Langit Geopark Ciletuh

Sukabumiupdate.com
Jumat 28 Feb 2025, 20:01 WIB
Para pilot paramotor mengudara di atas Lapangan Garuda Langit Biru Airstrip, menikmati panorama spektakuler Geopark Ciletuh-Palabuhanratu dari ketinggian | Foto : Ilyas Supendi

Para pilot paramotor mengudara di atas Lapangan Garuda Langit Biru Airstrip, menikmati panorama spektakuler Geopark Ciletuh-Palabuhanratu dari ketinggian | Foto : Ilyas Supendi

SUKABUMIUPDATE.com - Penggemar olahraga dirgantara kini dapat menikmati sensasi terbang dengan paramotor di atas langit Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGp), dengan suguhan pemandangan laut, pegunungan, dan sawah yang spektakuler. Atraksi wisata udara ini semakin memperkaya daya tarik Sukabumi.

Lokasi penerbangan ini berada di Lapangan Garuda Langit Biru Airstrep, Kampung Hegarsari Cikupa, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Selain untuk paramotor, area ini juga dirancang agar bisa digunakan oleh pesawat ringan jenis mikrolet.

"Kalau untuk area terbang sebetulnya sudah memadai, cuman kita tinggal merapikan saja lapangannya, seperti yang kita rencanakan, karena disini selain para motor, mudah mudahan pesawat ringan jenis mikrolet itu bisa take off landing disini," kata Muhamad Zaenudi Perwakilan Paramotor Jawa Barat, di lokasi, Jumat (28/2/2025). 

Menurut Muhamad Zaenudin, area tersebut sudah layak untuk penerbangan. Namun perlu adanya beberapa perapihan di lapangan landasan sepanjang 20 x 600 meter dengan berkonsep runway rumput. "Lapangan sudah memadai, tinggal dirapikan sesuai rencana. Selain paramotor, semoga pesawat ringan jenis mikrolet juga bisa take-off dan landing di sini," ucapnya. 

Baca Juga: A Yamin Sosialisasikan Perda Desa Wisata di Cijurey Gegerbitung Sukabumi

"Kalau untuk kondisi angin apalagi paramotor kita aman untuk kondisi begini, tapi dengan lapangan baru seadanya. Mudah - mudahan kedepan lebih berkembang lagi, lebih rapi lagi, lebih ramai lagi, serta meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar," sambungnya. 

Ia juga mengungkapkan bahwa panorama luar biasa yang bisa dinikmati dari udara untuk melihat keindahan Ciletuh-Palabuhanratu yang sangat luar biasa dibandingkan dengan daerah lain. 

"View dari atas sangat istimewa. Kita bisa melihat perpaduan gunung, laut, dan sawah. Dari sini, hanya butuh sekitar 10 menit untuk mencapai pantai. Ombak pun terlihat jelas dari ketinggian," ungkap Zaenudin.

Selain keindahan alamnya, kawasan ini juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata dirgantara. Dengan jalur penerbangan yang memungkinkan perjalanan hingga Ciletuh, pengunjung bisa menikmati pengalaman eksklusif.

"Dengan pesawat mikrolet, kita bisa terbang ke Ciletuh dan kembali lagi. Paramotor juga bisa menjangkau Ciletuh, lalu mendarat di sana atau sebaliknya. Ini bisa menjadi daya tarik wisata yang luar biasa," kata Zaenudin.

Baca Juga: Pantai Sindangkerta, Destinasi Wisata di Tasikmalaya Jawa Barat untuk Libur Lebaran

Zaenudin menegasjab bahwa penerbangan yang dilakukan hari ini merupakan uji coba, dengan dilakukan oleh tim observasi dan jika ada yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan keselamatan penerbangan.

"Runway ini bisa digunakan untuk berbagai arah; timur, barat, selatan, dan utara, sehingga penerbangan lebih fleksibel, kecuali saat hujan. Batas maksimum kecepatan angin untuk paramotor sekitar 15-20 knot, di atas itu tidak aman untuk terbang," jelasnya.

Kedepan, Zaenudin berharap lapangan ini bisa berkembang lebih baik dan menjadi ikon wisata dirgantara di Sukabumi. "Kami ingin ada warga lokal yang bisa belajar terbang paramotor agar mereka bisa menjaga dan mengelola lapangan ini. Jika terus dikembangkan, tempat ini bisa menjadi destinasi wisata unggulan," ungkapnya. 

Sementara itu, Perwakilan pemilik lahan, Kusheryanto Laksono, menjelaskan bahwa awalnya tanah tersebut dibeli untuk keperluan pertambangan. Namun, setelah mempertimbangkan faktor lingkungan dan keberadaan pemukiman, rencana itu dibatalkan.

"Kami menyadari bahwa pertambangan di area pemukiman bukanlah pilihan yang tepat. Oleh karena itu, kami mengalihkan niat awal kami untuk menjadikan lahan ini sebagai fasilitas umum, terutama untuk olahraga dirgantara (aero sport) yang bisa menunjang pariwisata di Geopark Ciletuh," ujar Kusheryanto.

Baca Juga: Berkah Tradisi Ziarah bagi Penjual Bunga di TPU Astana Gunung Cicurug Sukabumi

Kusheryanto menjelaskan bahwa lahan ini akan difokuskan untuk fasilitas paramotor dan pesawat ringan jenis mikrolet. Lalu akan dibangun runway atau landasan pacu dengan lebar 30 meter dan panjang 800 meter, yang nantinya bisa diperpanjang hingga 900 meter secara bertahap.

"Kami ingin membangun seperti yang ada di Cikarang. Tapi tidak muluk-muluk, karena ini non-profit. Yang terpenting, masyarakat sekitar bisa merasakan manfaatnya," tambah Kusheryanto.

Selain membuka peluang bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dari udara. Kusheryanto memaparkan bahwa lahan ini juga diharapkan menjadi pusat pengembangan olahraga dirgantara. Ke depan, fasilitas ini akan dilengkapi dengan berbagai infrastruktur pendukung yang mendukung pariwisata aerosport.

"Intinya, tanah ini kami siapkan untuk kepentingan umum dan masyarakat sekitar dari sisi perekonomiannya. Harapannya, ini bisa menjadi daya tarik baru yang mendukung ekonomi lokal dan memperkenalkan Sukabumi sebagai destinasi wisata udara," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini