Daftar 3 Keraton di Cirebon, Rekomendasi Tempat Wisata Sejarah Jawa Barat

Sabtu 29 April 2023, 12:45 WIB
Keraton Kanoman di Cirebon | Rekomendasi Tempat Wisata Sejarah Jawa Barat (Sumber : Instagram/@keratonkanomancrb)

Keraton Kanoman di Cirebon | Rekomendasi Tempat Wisata Sejarah Jawa Barat (Sumber : Instagram/@keratonkanomancrb)

SUKABUMIUPDATE.com - Long Weekend yang sudah di depan mata rasanya kurang lengkap jika tidak dibarengi dengan pergi berwisata. Belakangan, tempat wisata di Jawa Barat yang cukup populer adalah Pantai, Camping atau sekadar staycation sederhana.

Berbeda dengan rekomendasi tempat wisata di Cirebon berikut ini. Ya, salah satu destinasi Wisata Sejarah Jawa Barat adalah Keraton di Cirebon.

Selain mendapat quality time dengan liburan bersama keluarga, ada hal yang juga bisa dipelajari dari rekomendasi Keraton di Cirebon ini.

Berikut 3 Keraton di Cirebon, Rekomendasi Tempat Wisata Sejarah Jawa Barat, seperti dilansir dari Profil Budaya dan Bahasa oleh Kemendikbud via Tempo.co!

Baca Juga: 10 Curug di Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Wisata Air Terjun Sukabumi

Sebelumnya perlu diketahui, Cirebon, kota kecil yang terletak di Provinsi Jawa Barat, ternyata menyimpan sejuta keindahan sejarah yang masih terjaga hingga kini. Salah satunya adalah tiga Keraton megah yang berdiri kokoh di tengah kota, yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan Keraton Kacirebonan.

3 Keraton di Cirebon, Rekomendasi Tempat Wisata Sejarah Jawa Barat

1. Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton Pakungwati, atau yang juga dikenal sebagai Dalem Agung Pakungwati merupakan asal mula dari Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton ini dibangun oleh Pangeran Cakrabuana, putra Raja Pajajaran, pada tahun 1452, hampir bersamaan dengan pembangunan Tajug Pejlagrahan di sebelah timur. 

Pada abad ke-16, Sunan Gunung Jati wafat dan digantikan oleh cicitnya yang bernama Pangeran Emas Zaenal Arifin, yang bergelar Panembahan Pakungwati I. Kemudian pada tahun 1529, ia membangun keraton baru di sebelah barat daya keraton lama.

Keraton baru ini juga dinamai Keraton Pakungwati, mengambil nama putri Pangeran Cakrabuana atau buyut sultan yang meninggal pada tahun 1549 ketika ikut memadamkan kobaran api yang membakar Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

2. Keraton Kanoman, Cirebon 

Pada sekitar tahun 1510 Saka atau 1588 Masehi, Pengeran Mohamad Badridin atau Pengeran Kertawijaya, yang bergelar Sultan Anom I, mendirikan Keraton Kanoman.

Titimangsa atau penanggalan Keraton Kanoman didasarkan pada prasasti yang terdapat pada pintu Pendopo Jinem menuju ruang Prabayaksa, berupa gambar surya sangkala dan chandra sangkala.

Chandra sangkala tersebut menunjukkan angka tahun 1510 Saka yang terdiri dari rupa Matahari yang berarti 1, wayang Darma Kusuma yang berarti 5, bumi yang berarti 1, dan binatang kemangmang yang berarti 0.

Baca Juga: Astagfirullah! Orang Indonesia Berburu Konten Porno Saat Libur Lebaran

Meski begitu, sumber lain menyebutkan bahwa pembangunan Keraton Kanoman bersamaan dengan pelantikan Pangeran Mohamad Badridin menjadi Sultan Kanoman dan bergelar Sultan Anom I, yang terjadi pada tahun 1678-1679 M.

3. Keraton Kasultanan Kacirebonan

Tahun 1808, Pangeran Anom mendirikan Keraton Kasultanan Kacirebonan di atas tanah seluas 46.500 meter persegi. Pembangunan Keraton Kasultanan Kacirebonan dilakukan karena adanya penggantian Sultan Anom IV yang meninggal pada tahun 1802.

Menurut adat, seharusnya Sultan Anom IV digantikan oleh anak laki-laki atau anak tertua, tetapi ia memiliki anak kembar. 

Baca Juga: 7 Jejak Kontroversi Ponpes Al Zaytun: Diplomasi Israel hingga Kasus Pencabulan

Pada tahun 1807, Gubernur Jendral Daendels memutuskan bahwa keduanya mendapat gelar sultan dan Pangeran Raja Kanoman ditetapkan sebagai Sultan Kacirebonan hingga akhir hayatnya. Namun, keturunan Sultan Kacirebonan hanya memiliki gelar Pangeran dan tidak bisa menjadi sultan atau memerintah wilayah. Hanya Pangeran Raja Kanoman saja yang diangkat menjadi pegawai pemerintah kolonial Belanda.

Sedangkan untuk putra Sultan Anom IV yang lain, yaitu Pengeran Abusaleh Imamuddin, Daendels menetapkan dia sebagai Sultan Anom V, dan keturunannya bisa menggunakan gelar Sultan dan bekerja sebagai pegawai pemerintah kolonial Belanda.

Meskipun Inggris mengambil alih kekuasaan Belanda di Pulau Jawa, keputusan ini tidak diubah lagi, sehingga sejak tahun 1997 Keraton Kacirebonan dipimpin oleh Pangeran Raja Abdul Gani Natadiningrat.

Sumber: Tempo.co

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini
Sukabumi18 Januari 2025, 15:45 WIB

Buruh dan Pelajar Collab Edarkan Hexymer-Tramadol di Sukabumi, Ditangkap saat Transaksi

Barang bukti yang disita adalah empat paket hexymer dan lima setrip tramadol.
Kedua terduga pelaku kasus obat keras terbatas yang ditangkap di Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (18/1/2025). | Foto: Polsek Sagaranten
Sukabumi18 Januari 2025, 15:23 WIB

Lindas Material Longsor, Truk Terguling di Jalan Nasional di Simpenan Sukabumi

Longsor ini sempat menutup Jalan Nasional Bagbagan-Kiara Dua.
Truk terguling di Jalan Nasional Bagbagan-Kiara Dua, tepatnya di Kampung Cisarakan, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (18/1/2025). | Foto: Istimewa
Inspirasi18 Januari 2025, 15:00 WIB

Lowongan Kerja Sukabumi Sebagai Cook Sushi, Cek Kualifikasinya Disini!

Apabila kamu tertarik dengan lowongan kerja ini, segera daftarkan diri sekarang juga!
Ilustrasi - Lowongan Kerja Sukabumi Sebagai Cook Sushi, Cek Kualifikasinya Disini! (Sumber : Freepik.com/@ASphotofamily)
Sukabumi18 Januari 2025, 14:58 WIB

Pengendara Terjebak Berjam-jam, Jalan Nasional di Simpenan Sukabumi Buka Tutup Pasca Longsor

Saat ini jalan sudah dibuka, tetapi dengan sistem buka tutup.
Antrean kendaraan di Jalan Nasional Bagbagan-Kiara Dua, tepatnya di Kampung Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (18/1/2025). | Foto: Dokumen Pengendara
Sukabumi18 Januari 2025, 14:13 WIB

Pulihkan Ekosistem Pasca Bencana, Penanaman Pohon di DAS Sungai Cikaso Sukabumi

Kegiatan ini untuk mencegah bencana serupa di masa depan.
Penanaman pohon di DAS Cikaso, Desa Cibadak dan Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi. | Foto: Dokumentasi Panitia
Food & Travel18 Januari 2025, 14:00 WIB

Menikmati Deburan Ombak di Pantai Karang Tawulan, Wisata Eksotis Mirip Tanah Lot di Tasikmalaya

Tersembunyi di wilayah selatan kabupaten, pantai Karang Tawulan menawarkan keindahan alam yang masih asri dan jauh dari hiruk pikuk kota.
Pantai Karang Tawulan adalah sebuah destinasi wisata pantai yang menarik di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. (Sumber : Instagram/@riskardr/@dadanwardana99).
Bola18 Januari 2025, 12:00 WIB

Prediksi PSM Makassar vs PSBS Biak di Liga 1: H2H, Susunan Pemain dan Skor

PSM Makassar vs PSBS Biak akan tersaji sore ini dalam lanjutan Liga 1 2024/2025.
PSM Makassar vs PSBS Biak akan tersaji sore ini dalam lanjutan Liga 1 2024/2025. (Sumber : Instagram/@psbsofficial/X/@psm_makassar).
Sukabumi18 Januari 2025, 11:57 WIB

Satpam Asal Sukabumi Tewas di Rumah Mewah Bogor, Keluarga Temukan Banyak Luka Serius

Korban sempat menghubungi istrinya melalui pesan singkat.
Rumah duka Septian (37 tahun) di Kampung Cibarengkok RW 01, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. | Foto: SU/Ilyas Supendi
Sukabumi18 Januari 2025, 11:36 WIB

Daftar SKPD dengan Aduan Terbanyak pada 2024, Menurut Data Diskominfo Kota Sukabumi

Pemerintah Kota Sukabumi menerima 106 aduan masyarakat sepanjang 2024.
Apel di Lapang Setda Balai Kota Sukabumi pada Senin (15/7/2024). | Foto: Dokpim Kota Sukabumi
Sukabumi18 Januari 2025, 11:20 WIB

Tahun 2025, Dishub Kota Sukabumi Bakal Perketat Pengawasan Kendaraan Pariwisata

UPTD PKB Dishub akan melakukan upaya untuk mendukung pemerintah pusat.
Kepala UPTD PKB Dishub Kota Sukabumi, Endro. | Foto: Website Kota Sukabumi