Viral Tarian THR Disebut Mirip Hora Bangsa Yahudi, Benarkah? Simak Penjelasannya!

Sukabumiupdate.com
Jumat 04 Apr 2025, 19:59 WIB
Tarian THR viral karena dianggap mirip dengan tarian Hora dari Bangsa Yahudi. (Sumber : Instagram/@acehgroundtimes/Yiddishetaam).

Tarian THR viral karena dianggap mirip dengan tarian Hora dari Bangsa Yahudi. (Sumber : Instagram/@acehgroundtimes/Yiddishetaam).

SUKABUMIUPDATE.com - Baru-baru ini, media sosial diramaikan dengan tren tarian yang dikenal sebagai “Tarian THR” atau “Tarian Bagi THR.” Namun, tahukah kamu bahwa gerakan dalam tarian ini memiliki kemiripan dengan tarian tradisional Yahudi, seperti Hora?

Tarian THR, yang juga disebut sebagai tarian pemanggil THR, menjadi viral menjelang perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025. 

Banyak orang mengikuti tren ini dengan menirukan gerakan khasnya, yaitu berbaris, berjoget, serta melompat maju dan mundur secara serempak.

Dalam berbagai video yang beredar, tarian ini diawali dengan gerakan kaki ke kanan dan ke kiri, kemudian disusul dengan lompatan kecil ke depan dan ke belakang. 

Seiring dengan popularitasnya, muncul perbincangan bahwa gerakan tarian THR sangat mirip dengan Hora, tarian tradisional Yahudi. Hora juga memiliki pola gerakan serupa, yakni langkah kaki ke kanan dan kiri, diikuti dengan lompatan kecil maju mundur.

Fenomena ini pun memicu perdebatan. Sebagian pihak mengimbau agar masyarakat tidak mengikuti tarian tersebut, sementara yang lain menganggapnya sekadar hiburan belaka. 

Kontroversi muncul karena kemiripan gerakan tarian ini dengan budaya Yahudi, sehingga beberapa warganet mengingatkan umat Muslim untuk lebih berhati-hati dalam meniru budaya lain guna menjaga nilai-nilai aqidah.

Benarkah Tarian THR Sama dengan Tarian Hora Yahudi?

Menurut laman Brides, Hora merupakan tarian tradisional yang sering dilakukan dalam perayaan pernikahan Yahudi. Dalam tarian ini, pengantin baru diangkat ke udara, sementara keluarga dan teman-temannya menari melingkar di sekitar mereka.

Tarian dengan formasi melingkar bukanlah hal baru. Selama berabad-abad, berbagai budaya di Balkan dan Eropa Tenggara telah mempraktikkan jenis tarian serupa. Turki, Rumania, Bulgaria, dan Rusia masing-masing memiliki versi mereka sendiri.

Hora modern mulai dikenal sejak tahun 1924, ketika komunitas Yahudi yang bermigrasi ke Palestina mulai mempraktikkannya. Sejak saat itu, tarian ini menjadi bagian dari perayaan di Israel maupun Amerika, khususnya dalam acara-acara kebahagiaan seperti pernikahan.

Pada awalnya, Hora dilakukan dalam gerakan melingkar, tetapi kini sering dilakukan dalam kelompok, di mana para peserta bergandengan tangan dan bergerak mengikuti pola gerakan tertentu. 

Dalam komunitas Yahudi yang lebih tradisional, pria dan wanita menari secara terpisah. Namun, dalam komunitas yang lebih modern, mereka menari bersama dalam kelompok campuran dengan pasangan pengantin di tengah.

Beberapa lagu yang paling sering mengiringi tarian Hora adalah Hava Nagila (yang berarti "mari bergembira") dan Siman Tov U’Mazal Tov (yang berarti "pertanda baik dan keberuntungan akan datang kepada kita").

Bunda Corla Beri Tanggapan Terkait Tarian THR

Sementara Itu, selebgram dan influencer Indonesia Bunda Corla dalam akun instagramnya @corla_2 ikut menjelaskan mengenai viralnya tarian tarian tersebut.

Bunda Corla mengatakan jika tarian bagi-bagi THR ini asalnya dari negara Finlandia dan tidak ada kaitannya dengan ibadah, pemujaan, ritual khusus atau agama.

“Biar tidak keliru Yg lagi di ikutin trending bagi bagi THR , ini aslinya Joget dari Negara FINLANDIA. Finland adalah sebuah kelompok etnik Finnick Baltik Siberia barat laut atau Rusia barat, pesisir Laut Baltik sekitar tahun 1000 SM, “Negara Finlandia pecahan dari Uni Soviet.. jadi tidak Ada keturunan Yahudi Imigran atau pelarian dari Jerman helooo bunda tinggal di jerman, bangsa Yahudi gak sampai ke Finland, ngaco sejarah kau sok tau, “Jadi joget itu bukan dri org Yahudi,Turki ,Mesir atau nenek moyang kau paham…?? Dance / Nari yang juga tidak ada kaitanya dgn Ibadah, Budaya ,Pemujaan ,Ritual khusus apalagi Agama,” ” tulis Bunda Corla dalam akun Instagramnya.

Influencer yang tinggal di Jerman itu juga mengatakan bahwa joget yang viral ini hanyalah tarian pesta dari tahun 1960-an yang dilakukan untuk bersenang-senang. 

Tarian ini tidak memiliki kaitan dengan ritual tertentu, pesugihan, atau hal mistis lainnya. Selain itu, penyebaran berita bohong atau fitnah terkait tarian tersebut sebaiknya dihindari, karena bisa menjadi propaganda yang dibuat hanya karena ketidaksukaan terhadap suatu kepercayaan.

“Ini joget ala ala Happy saat Pesta di tahun 1960. Bukan joget Cari Pesugihan atau Tumbal… hati” menyebarkan Berita bohong / fitnah hanya karena tidak suka oleh satu kepercayaan di buat lah Propaganda,” kata Bunda Corla.

Kemiripan yang Memicu Perdebatan

Tidak dapat disangkal bahwa gerakan tarian THR memiliki kesamaan dengan tarian Hora. Seperti halnya Hora, tarian ini diawali dengan langkah kaki ke kanan dan kiri, kemudian diikuti dengan lompatan kecil maju dan mundur.

Meskipun sebagian orang menganggap tarian ini hanya sebagai bagian dari tren hiburan di media sosial, banyak netizen yang mengkhawatirkan masuknya pengaruh budaya asing tanpa disadari. Terlebih lagi, Hora memiliki keterkaitan erat dengan tradisi serta perayaan dalam budaya Yahudi.

Perdebatan pun tak terhindarkan. Sebagian netizen berpendapat bahwa tarian THR hanyalah bentuk kesenangan semata dan tidak perlu dipermasalahkan. Namun, ada juga yang meyakini bahwa meniru gerakan yang menyerupai Hora dapat dianggap sebagai bentuk penyerupaan dengan budaya Yahudi, yang dinilai tidak selaras dengan nilai-nilai Islam.



Berita Terkait
Berita Terkini