Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Perjalanan Karirnya di Dunia Akting Selama 4 Dekade

Sukabumiupdate.com
Kamis 03 Apr 2025, 12:30 WIB
Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Perjalanan Karirnya di Dunia Akting Selama 4 Dekade (Sumber : Instagram/@raysahetapy)

Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Perjalanan Karirnya di Dunia Akting Selama 4 Dekade (Sumber : Instagram/@raysahetapy)

SUKABUMIUPDATE.com - Kabar duka tengah menyelimuti dunia perfilman Tanah Air, aktor legendaris Ray Sahetapy meninggal dunia pada Selasa, 1 April 2025 di usia 68 tahun.

Kepergian Ray Sahetapy dikabarkan pertama kali oleh sang putra, Surya Sahetapy melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Sang aktor menghembuskan nafas terakhir di RSPAD, Gatot Subroto, Jakarta, pada Selasa, 1 April 2025 pukul 21.04 WIB.

Ray Sahetapy merupakan salah satu aktor ternama yang disegani oleh aktor serta aktris di Indonesia. Ia telah berada di dunia perfilman selama empat dekade dengan berhasil memerankan berbagai karakter.

Kemampuan akting dari Ray Sahetapy ketika bermain peran selalu berhasil mencuri perhatian. Bahkan, ia selalu berusaha untuk memberikan kualitas terbaik dalam aktingnya di sebuah film maupun drama.

Mengutip dari Suara.com, beberapa tahun belakangan, sebelum meninggal dunia, Ray Sahetapy sempat dikabarkan jatuh sakit. Kini Ray telah berpulang meninggalkan keluarga dan penggemar dalam duka.

Baca Juga: Kabar Duka: Aktor Senior Ray Sahetapy Meninggal Dunia

Berikut adalah perjalanan karir Ray Sahetapy selama di dunia perfilman Indonesia yang dikutip dari Suara.com.

1. Awal Mula Karier

Ray Sahetapy yang menghabiskan masa kecil di Panti Asuhan Yatim Warga Indonesia, Surabaya telah lama bercita-cita menjadi seorang aktor. Untuk mewujudkan mimpinya itu, Ray memutuskan untuk kuliah di Institut Kesenian Jakarta tepatnya pada 1977.

Kala itu, Ray satu angkatan dengan Deddy Mizwar dan Didik Nini Thowok. Usaha Ray Sahetapy untuk mewujudkan mimpinya berbuah manis dan menjadi nyata. Namanya dikenal sebagai salah satu aktor senior yang disegani.

2. Debut Layar Lebar

Ray Sahetapy akhirnya debut di layar lebar pada 1980. Debut Ray ini lewat film berjudul Gadis yang disutradarai Nya' Abbas Akup. Lewat film ini pula Ray Sahetapy bertemu dengan Dewi Yull yang kemudian menjadi istri pertamanya. Dalam film inilah, ia bertemu dengan Dewi Yull yang merupakan istri pertamanya.

3. Raih Nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik

Sekitar empat tahun usai debut, Ray Sahetapy sukses mendapat nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik Festival Film Indonesia lewat film Ponirah Terpidana dan Kerikil-Kerikil Tajam yang tayang pada 1984.

Ray juga meraih nominasi sebagai Pemeran Pendukung Pria Terbaik di ajang Festival Film Indonesia 1985 untuk film Secangkir Kopi Pahit. Setelah itu Ray Sahetapy rajin masuk nominasi sebagai Pemeran Utama Pria terbaik sejak 1986 hingga 1990.

Beberapa film yang membawa Ray meraih nominasi itu adalah Ponirah Terpidana (1984), Secangkir Kopi Pahit (1985), Kerikil-Kerikil Tajam (1985), Opera Jakarta (1986), Tatkala Mimpi Berakhir (1988), Noesa Penida (1988) dan Jangan Bilang Siapa-Siapa (1990).

Sayangnya dari tujuh nominasi yang didapatkan Ray sejak tahun 1984 hingga 1990 tersebut, tak satu pun Piala Citra berhasil Ray bawa pulang. Ray pun memegang rekor peraih nominasi terbanyak dalam kategori Pemeran Utama Pria Terbaik tanpa kemenangan.

Baca Juga: Perjalanan Karier Mat Solar, Pemeran Bajuri yang Meninggal di Usia 62 Tahun

4. Terjun ke Dunia Teater

Ray Sahetapy tetap menjaga eksistensinya di dunia akting bahkan saat industri film Indonesia mengalami mati suri. Ray membangun sanggar teater di pinggiran kota dan membentuk komunitas teater.

Namun, Ray sempat membuat kontroversi dengan gagasannya yang menggaungkan perlunya perubahan nama Republik Indonesia menjadi Republik Nusantara.

5. Debut Jadi Penyanyi

Bukan hanya akting di layar lebar dan teater, Ray Sahetapy juga menjajal dunia tarik suara. Bersama dengan istrinya kala itu, Dewi Yull Ray Sahetapy merilis album perdana bertajuk Say… (1985).

Album itu memiliki dua single yang hits yaitu Satu Kenyataan Lagi dan Say… yang dinyanyikan bersama Dewi Yull.

6. Comeback di Dunia Akting

Pada pertengahan 2006, Ray kembali aktif berakting di layar lebar lewat film Dunia Mereka. Pada tahun yang sama, Ray Sahetapy juga dipilih menjadi salah satu ketua PARFI. Ray juga dikenal sebagai Perhimpunan Seniman Nusantara.

Sejak 2019, Ray Sahetapy juga mulai muncul di web series. Sejauh ini sudah empat judul web series Ray bintangi. Sementara itu, satu judul web series Ray yaitu Kisah 3 Pembunuh masih belum dirilis dan diumumkan jadwal tayangnya.

Itu tadi perjalanan karier Ray Sahetapy yang begitu panjang dan cemerlang hingga membentang selama tiga dekade. Kini semua karya Ray Sahetapy akan menjadi kenangan dan bukti betapa gemilangnya hidup Ray sebagai seorang aktor.

Sumber: Suara.com (Safitri Yulikhah)

Berita Terkait
Berita Terkini