Light Dark

Mitos Menir Belanda di Balik Keindahan Curug Nini di Cidadap Sukabumi

Travel | 17 Oct 2020, 16:11 WIB

Mitos Menir Belanda di Balik Keindahan Curug Nini di Cidadap Sukabumi

Travel | 17 Oct 2020, 16:11 WIB
Salah seorang pengunjung di Curug Nini, yang berlokasi di Kampung Liung Gunung RT 03/05 Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Satu lagi objek wisata di Selatan Sukabumi yang patut Anda kunjungi untuk mengisi libur akhir pekan. Namanya curug Nini.

curug yang berada di Kampung Liung Gunung RT 03/05 Desa cidadap, Kecamatan cidadap, Kabupaten Sukabumi ini masih terbilang alami. Namanya yang unik, memiliki cerita tersendiri yang datang dari warga sekitar.

Ketua pemuda M Irfan (22 tahun) menuturkan, penamaan curug Nini berangkat dari mitos saat zaman penjajahan belanda. Kala itu, ada seorang nenek yang menyebrang di atas curug tersebut. Saat melintasi curug, sang nenek dicegat oleh gerombolan tentara Belanda.

Setelah dicegat, sambung Irfan, para tentara itu mengambil harta benda milik sang nenek. Kemudian, tentara langsung membunuh nenek itu dengan cara melemparkannya ke bawah curug. Sejak itulah curug ini diberi nama curug nini. Nini dalam bahasa Indonesia memiliki arti Nenek.

Irfan yang merupakan warga Kampung Keramat Jaya, Desa cidadap ini mengatakan, ketinggian curug nini mencapai kurang lebih 70 meter. Sedangkan kedalaman kolamnya sendiri hingga saat ini belum pernah diukur. Tetapi menurut warga sekitar yang pernah turun ke sungai tersebut, kolam curug nini memiliki kedalaman sepanjang batang bambu. Curug Nini sendiri berada di aliran Sungai Citonjong.

BACA JUGA: Melihat Keunikan Curug Cikarang, Air Terjun Bertingkat di Cidadap Sukabumi

"Kolam curug tersebut belum bisa dijadikan lokasi berenang, karena belum ada pengawasan dari pihak masyarakat sekitar. Namun ke depannya, jika sudah ada pengawasan pasti bisa dijadikan arena kolam bermain," kata Irfan kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (17/10/2020).

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Curug Nini, Anda bisa mencari Kantor Desa atau Kecamatan Cidadap. Jarak Curug Nini dari kantor desa kurang lebih sejauh tiga kilometer. Sedangkan jarak Curug Nini dengan kantor kecamatan berkisar satu kilometer.

"Pengunjung jika dari arah Kemacatan Cidadap, nantinya melaju ke Jalan Cinumpang. Setelah sampai di Cinumpang, nanti ada gapura sebelah kanan terus masuk ke Jalan Keramat Jaya. Setelah itu lurus dan nanti sampai di perumahan kayu," jelas Irfan.

Kendaraan pengunjung dapat diparkir dekat pemukiman menuju curug. Setelah itu pengunjung bisa berjalan kaki menelusuri irigasi yang airnya sangat jernih. Nampak di atas curug tersebut ada jalan setapak yang kerap dilintasi warga.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Cidadap Asep Dian (48 tahun) berujar, Curug Nini merupakan salah satu objek wisata yang ada di wilayah Desa Cidadap. Asep menyebut, pihak desa saat ini tengah melakukan penataan, sebab Curug Nini berlokasi cukup jauh dari ruas jalan aya.

BACA JUGA: Mau Liburan Murah Meriah? 5 Curug di Sukabumi Ini Bisa Jadi Pilihan

"Aksesnya pun masih belum baik, sehingga kita akan terfokus pada akses menuju ke lokasi. Namun ke depannya kita akan tata lokasinya seperti menanam tanaman di pinggiran curug. Lalu bikin sawung untuk tempat istirahat dan juga untuk makan. Ke depannya akan dibangun jembatan gantung di sebelah hilir curug itu untuk akses masyarakat pergi ke ladang," papar Asep.

"Nantinya juga untuk wisatawan jika ingin menikmati Curug Nini bisa menikmati dari atas jembatan gantung tersebut," ungkapnya manambahkan.

Selain menikmati keindahan Curug Nini, pengunjung juga dapat melihat pemukiman warga sekitar yang masih mempertahankan budaya rumah panggung berbahan dasar kayu. Halaman rumah di sana pun nampak bersih.

"Ini akan dipertahankan agar ketika Curug Nini ini sudah ditata rapi, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alamnya saja tetapi menikmati rumah-rumah adat yang masih terjaga," pungkasnya mengakhiri.

Ingat pesan ibu:

Wajib 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun). Redaksi sukabumiupdate.com mengajak seluruh pembaca untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di setiap kegiatan.

Image

Koko Muhamad

Redaktur

Image

RAGIL GILANG

Reporter