Menu

03 Nov 2019, 09:58 WIB

Agrowisata Cisande Sukabumi, Bisa Panen Sayuran Tanpa Punya Kebun

Agrowisata Cisande di Kampung Pondokleungsir RT 24/07, Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, di tempat ini pengunjung dapat berwisata sekaligus belajar bertani. | Sumber Foto:Oksa BC

SUKABUMIUPDATE.com - Anda tertarik untuk berwisata sekaligus belajar pertanian? Jika iya, anda harus datang ke agrowisata Cisande di Kampung Pondokleungsir RT 24/07, Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan yang paling seru di objek wisata ini yaitu pengunjung bisa panen sayuran serasa punya kebun sendiri.

Selain panen sayuran, ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan di Agrowisata Cisande seperti outbound, flying Fox, treking, panahan, dan laboratorium alam. 

BACA JUGA: Dari Sukajaya Kabupaten Sukabumi Menuju Desa Agrowisata Edukatif

 

Taman bungan matahari di agrowisata Cisande di Kampung Pondokleungsir RT 24/07, Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.

"Agrowisata adalah perpaduan antara pariwisata dan pertanian atau perkebunan yang dikombinasikan menjadi destinasi wisata yang menarik bagi masyarakat. Orang-orang dapat belajar tentang perkebunan, menikmati buah segar hasil petikan langsung dari pohonnya, atau sekedar jalan-jalan menghirup aroma segar yang jarang mereka jumpai diperkotaan," tutur Ketua BUMMAS (Badan Usaha Milik Masyarakat) Anugerah Tani, Maman Mulyana, kepada sukabumiupdate.com, Minggu (3/11/2019).

BACA JUGA: Warga Pasirdatar Indah dan Sukamulya Dukung PT SNN Bangun Agrowisata

Maman menyatakan, agrowisata adalah cara baru bagi petani untuk mendapatkan penghasil tambahan karena disamping menjual hasil tani juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat perkotaan untuk belajar tentang pertanian dan perkebunan. Agrowisata Cisande sejatinya dibawah binaan lembaga kemanusiaan Rumah Zakat dan dikelola oleh BUMMAS (Badan Usaha Milik Masyarakat) Anugerah Tani. 

"Selain kegiatan wisata, juga tersedia untuk belajar wirausaha bagi pelajar, seperti budidaya cacing, budidaya Lele, pengolahan abon lele, workshop pembuatan busur dan panah. Jadi, bisa disebut juga sebagai ekonomi kreatif masyarakat," pungkas Maman.

Reporter : OKSA BC
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar proses pengujian spesimen bisa lebih dipercepat dengan target hingga 20 ribu per hari. Dengan begitu, pemerintah berencana untuk merekrut relawan besar-besaran...

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md memastikan tak akan ada penundaan Pilkada 2020. Pilkada yang telah digeser jadwalnya menjadi 9 Desember 2020, akan tetap...

SUKABUMIUPDATE.com - Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Endang L. Achadi memprediksi kehidupan normal baru di tengah wabah Covid-19 akan berlangsung lama. Menurut dia, itu karena butuh waktu yang...

SUKABUMIUDPATE.com - Liga Inggris secara resmi memberlakukan format lima pergantian pemain untuk sisa pertandingan musim 2019/20 yang akan digelar kembali pada 17 Juni mendatang. Sebagaimana diketahui, Liga Inggris sempat...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya