Menu

31 Mei 2019, 11:02 WIB

Libur Lebaran, Cobain ke Hutan Mangrove Ciemas Sukabumi

Objek wisata Hutan Mangrove Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Kawasan wisata Hutan Mangrove Geoprak Ciletuh Palabuhanratu di Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi kini lebih menarik dengan adanya berbagai sarana dan prasarana penunjang.

Spot Hutan Mangrove dengan luas sekitar empat hektare tersebut lokasinya tidak jauh dari Pantai Cikadal, tepatnya berada di Rawa atau Alor Ciateul.

BACA JUGA: Wajah Baru Wisata Curug Caweni Cidolog Sukabumi, Penasaran?

Untuk mencapai lokasi ini bisa dari arah Tamanjaya atau Kantor Kecamatan Ciemas, sekitar 26 kilometer menuju arah Pantai Palangpang Desa Ciwaru. Setelah melewati kantor Desa Mekarsakti dengan kondisi jalan cukup baik, diselangi jalan bebatuan menuju ke arah Desa Mandrajaya. 

Dari kantor Desa Mandrajaya sekitar dua kilometer baru bisa sampai ke lokasi. Perjalanan memakai kendaraan roda empat bisa memakan waktu sekitar satu jam, sedangkan memakai kendaraan roda dua sekitar 30 menit. Ada juga jalan alternatif buat kendaraan roda dua dari Balai RK lewat Jembatan Kisohir.

Wisatawan menyusuri Hutan Mangrove Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto: Ragil Gilang

"Selain bisa menikmati pemandangan Pantai Cikadal dengan spot Pulau Mandra, pemandangan Hutan Lindung Gunung Badak, para pengunjung juga bisa mencoba spot hutan mangrove sampai kedalam hutan," kata Kepala Desa Mandrajaya, Agustina Abdul Hasanudin kepada sukabumiupdate.com, Kamis (30/5/2019).

BACA JUGA: Ngabuburit di Bonpis Waluran Sukabumi, Nikmati Alam di Atas Hammock

Menurut Agus, untuk pengembangan wisata hutan mangrove tersebut, pihaknya menyiapkan lahan dengan luas sekitar empat hektare. Adapun untuk fasilitas yang sudah ada baru sebatas jogging track sepanjang 80 meter dan satu gazebo

"Kedepannya ada beberapa tahapan lagi untuk penataan lokasi wisata hutan mangrove. Pengembangan wisata hutan mangrove tersebut, biar bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke Desa Mandrajaya, dan juga mengangkat perekonomian warga," pungkasnya.

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan mengumumkan Terminal 2 Bandara Changi akan ditangguhkan selama 18 bulan ke depan. Dilansir dari suara.com, di depan anggota parlemen Senin (6/4/2020), Khaw...

SUKABUMIUPDATE.com – Hingga kemarin, gugus tugas Covid-19 Kabupaten Sukabumi sudah melakukan 2139 rapid test. Hasilnya 6 positif, 584 negatif dan 1549 masih dalam proses, dimana rapid test ini bukan...

Oleh: Milah Nurhasanah  (Mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Nusa Putra Sukabumi) Corona atau Covid-19 adalah virus yang pertama kali di temukan di kota Wuhan, China pada Desember 2019, tidak perlu waktu lama...

SUKABUMIUPDATE.com - Setelah lebih dari dua minggu dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) karena terjangkit Virus Corona jenis baru atau COVID-19, kondisi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya