Menu

Jumat, 08 Maret 2019, 07:40 WIB

Umat Hindu Bali Jalani Catur Brata Penyepian, Ini 4 Pantangannya

Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1941 di kawasan Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis, 7 Maret 2019. | Sumber Foto:ANTARA.

SUKABUMIUPDATE.com - Umat Hindu di wilayah Pulau Bali, memulai menjalani Catur Brata penyepian, saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1941, pada Kamis mulai pukul 06.00 Wita.

Pewarta Antara di wilayah Desa Adat Tuban, Kabupaten Badung, melaporkan sejak sekitar Kamis dini hari, jalanan di kawasan tersebut sudah mulai berangsur lengang dan tepat pada pukul 06.00 Wita, sudah tidak terlihat adanya aktivitas masyarakat.

Catur Brata penyepian yang dijalani umat Hindu saat Hari Raya Nyepi itu berlangsung selama 24 jam, atau hingga Jumat, 8 Maret 2019 pukul 06.00 Wita.

Dalam menjalani Catur Brata penyepian, ada empat pantangan Umat Hindu yaitu, Amati Karya (tidak bekerja), Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang).

Sejak pagi hari, puluhan Pecalang atau petugas keamanan adat Bali di kawasan Desa Adat Tuban, juga tampak mulai berpatroli dan bersiaga di sejumlah titik pos penjagaan yang tersebar untuk memastikan tidak ada warga yang melakukan aktivitas di luar rumah.

Pengamanan itu juga dilakukan Pecalang di sejumlah persimpangan jalan untuk memastikan pelaksanaan Nyepi tetap tenang dan hening.

Meskipun wilayah tersebut terpantau diguyur hujan pada Kamis siang, namun hak tersebut tidak membuat para Pecalang berhenti melakukan penjagaan.

Kondisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang juga masuk kawasan Desa Adat Tuban juga tampak sepi, tanpa aktivitas penerbangan, karena pengelola Bandara Ngurah Rai juga menghentikan operasionalnya selama 24 jam.

"Penghentian sementara operasional bandara dilakukan untuk menghormati umat Hindu di Bali agar dapat menjalankan ibadah Brata Penyepian dengan khusyuk," ujar Communication and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, beberapa waktu yang lalu.

Pada saat Nyepi ini, selama 24 jam penghentian operasional bandara, tercatat sedikitnya 468 penerbangan yang tidak beroperasi. Penerbangan tersebut terdiri dari 261 penerbangan penerbangan rute domestik dan 207 penerbangan rute internasional.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Peristiwa mengejutkan terjadi di buah klub malam O'Club di Toulouse, Perancis. Seorang pengunjung melahirkan di lantai dansa. Pengunjung tersebut diketahui merupakan seorang perempuan berumur 19 tahun. Kala itu, ia...

SUKABUMIUPDATE.com - Komite akreditasi nasional melakukan survei akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), di Puskesmas Pembantu (Pustu) Cipari, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kamis (14/11/2019). Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan,...

SUKABUMIUPDATE.com - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI mendesak pemerintah agar serius dalam menanggulangi kebakaran hutan dan Lahan. PKS mengusulkan untuk segera dibentuknya Panitia Kerja (Panja) kebakaran hutan...

SUKABUMIUPDATE.com - Tenaga Ahli Pengembangan Pesawat Terbang PT Dirgantara Indonesia (DI), Andi Alisjahbana, memberi saran pada Juju, pemuda Sukabumi yang tengah merakit helikopter, untuk membuat gyrocopter. “Yang lebih mungkin dia...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya