Menu

01 Des 2018, 14:48 WIB

Flying Fox di Jembatan Kuning Bagbagan Sukabumi, Siapa Mau Coba

Aksi memacu adrenalin komunitas penggiat alam bebas Paguris (Petualangan Alam Gunung Rimba Sukabumi) di jembatan Kuning Bagbagan. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Berada di ketinggian bagi sebagian besar orang merupakan hal yang menakutkan. Tapi tidak demikian dengan komunitas penggiat alam bebas Paguris (Petualangan Alam Gunung Rimba Sukabumi).

Paguris tidak hanya aktif dengan kegiatan outdoor yang menguji adrenalin, tapi terlibat dalam beragam kegiatan sosial salah satunya membersihkan sampah di jembatan Kuning Bagbagan, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Membersihkan sampah di jembatan ini bukan sesuatu yang mudah karena harus dalam posisi tergantung diatas ketinggian sedangkan dibawahnya aliran sungai yang deras, tapi bagi komunitas ini tak ada masalah karena terjamin soal keamanan tentunya dengan dukungan alat keamanan.

Ketua Komunitas Paguris, Sutha (41 tahun) mengungkapkan sampah tersebut dibuang oleh oknum masyarakat ke sungai namun nyangkut ke badan dan rangka jembatan. Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan sehingga komunitas ini tergerak membersihkanya.

"Kami pikir harus peduli juga terhadap lingkungannya," ujar Sutha kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (1/11/2018).

Kedepannya, Paguris ingin berusaha menjadikan lokasi tersebut sebagai sebuah objek wisata agar mengangkat kembali sejarah dari jembatan tersebut. Serta menyampaikan pesan agar masyarakat berperan serta menjaga.

BACA JUGA: Curug Ciminyak, 'Obat' Pelepas Penat Rutinitas di Cidadap Sukabumi

"Kami juga berusaha ingin mengangkat potensi-potensi wisata, Alhamdulillah di Cimaja kemarin kami berusaha mengangkat kegiatan di Sungai Cimaja, rafting dan tubbing, kalau disini Flying Fox dan hammock," jelasnya.

Nantinya, setiap akhir pekan di jembatan kuning akan dipasang 5 sampai 10 hammock. Apabila ada aktivitas, secara bersamaan ikut mengawasi jembatan dan sunga agar tidak dijadikan tempat pembuangan sampah.

"Intinya promosi kepada masyarakat supaya tidak membuang sampah sembarangan. Nah dengan adanya kegiatan ini akan terpantau," pungkasnya.

Reporter : NANDI
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Dewan Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Wiku Adisasmito mencatat hingga 28 Juni 2020 terdapat 66 kabupaten atau kota yang masuk ke Zona Hijau Covid-19. "Sebanyak 33...

SUKABUMIUPDATE.com - Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, hingga saat ini bioskop di Kota Sukabumi belum beroperasi. Hal itu dikatakan Fahmi setelah diterbitkannya Surat Edaran tentang Protokol Kesehatan pada...

SUKABUMIUPDATE.com - Lebih dari seratus seniman rupa di Jawa Barat bergabung dalam pameran bersama secara daring atau online sejak 26 Juni hingga 26 Juli 2020. Penjualan karyanya untuk membantu...

SUKABUMIUPDATE.com - Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Cepi Hermawan menyebut, dugaan sementara penyebab tewasnya pedagang kaos kaki di Jalan Ahmad Yani, Gang Harapan, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya