//
Menu

26 Okt 2020, 14:22 WIB

Bisnis Kuliner Penuh Risiko Dimasa Pandemi, Ini Kata Founder Komunitas Langsungenak

Nina Susilowati, Founder Komunitas Langsungenak dalam Webinar “Adaptasi Bisnis Kuliner dengan Kebiasaan Baru” yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (19/10/2020). | Sumber Foto:dok. KPCPEN

SUKABUMIUPDATE.com - "Jangan Takut!", seruan itulah yang beberapa kali ditegaskan oleh Nina Susilowati, Founder Komunitas Langsungenak dalam  Webinar “Adaptasi Bisnis Kuliner dengan Kebiasaan Baru” yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (19/10/2020). 

"Memang butuh yang namanya keberanian ya untuk memulai. Kebanyakan rencana biasanya hanya akan berhenti pada wacana. Tapi kalau, oke, hari ini gua mau jualan dawet, kasi ke kanan kiri. Sudah enak oke, gua terima pesanan ya,” tambahnya. 

Sebagai pengusaha yang sudah lama terjun dalam bisnis kuliner dan merambah platform digital untuk berjualan produk makanannya, Nina menilai banyak orang terlalu takut untuk memasarkan dagangan mereka. Menurutnya penolakan adalah hal biasa yang harus dihadapi dalam memulai usaha. 

"Ditolak itu sebuah keniscayaan, sebuah kepastian. Jangan malu, jangan kecil hati. Ditolak di sini, aku tawarin di sana. Ditolak di sana, aku nawarin di sini lagi,." ujar Nina. 

Ia pun mendorong masyarakat yang ingin memulai usaha, untuk segera merealisasikannya dan jangan takut untuk memulai. Baginya, masalah pasti akan selalu muncul baik saat pandemi maupun tidak. "Stop complaining, lebih baik segera dipikirkan solusinya apa. Berprioritas lah pada solusi, jangan kepada masalah.",serunya. 

Pemerintah sendiri sangat mendukung masyarakat yang ingin memulai usaha kecil dan menengah di tengah pandemi. Salah satunya dengan membuat Program Bantuan Presiden melalui Kementerian dan Koperasi. 

SUMBER:Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN)

Ingat pesan ibu: Wajib 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun). Redaksi sukabumiupdate.com mengajak seluruh pembaca untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di setiap kegiatan.

Redaktur : FIT NW
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua DPD Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) Riau Ridwan Nurbaqin menjadi salah satu narasumber dalam acara seminar 'Prospek dari Tantangan Pengembangan Perluasan Tanam Komoditi Porang di Sumatera...

SUKABUMIUPDATE.com - Dua remaja asal hilang saat berenang di Bendungan Cikanteh aliran Sungai Cikanteh Kampung Cikanteh RT 02/01 Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Rabu (25/11/2020). Perangkat Desa Ciwaru, Jajang...

SUKABUMIUPDATE.com - Para nelayan di Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi mengaku cukup khawatir setelah Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo kena OTT KPK. Bukan tanpa alasan, para nelayan sebelumnya dilarang menangkap...

SUKABUMIUPDATE.com – Ucapan hari guru nasional 2020 memenuhi beranda media sosial. Akun-akun tim pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati Sukabumi di Pilkada Sukabumi ikut menampilkan flyer ucapan hari...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya