Menu

03 Jun 2017, 17:54 WIB

Siapa Bilang Cewek Sukabumi Matre, 9 dari 10 Anggap Baju Lebaran Tak Penting

Koleksi Butik Ermina. | Sumber Foto:Annissa Rahmatillah

SUKABUMIUPDATE.com - Sebulan setelah umat Muslim melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, menahan hawa lapar, haus, juga nafsu lainnya. Puncak dari semua itu adalah hari kemenangan yaitu Idul Fitri atau Lebaran.

Selain Idul Fitri identik dengan makanan khas tersaji, seperti ketupat, opor ayam, sambel goreng kentang, dan masih banyak lainnya, tentu saja baju baru menjadi bagian tradisi di perayaan Idul Fitri.

Hana Amalia Viranti (21), satu dari 10 wanita yang menilai baju lebaran itu penting. “Menurut saya penting, karena saya sudah di biasakan dari kecil membeli baju lebaran, dan baju lebaran juga buat saya itu hadiah dari sebuah ujian yang sudah dilewati selama satu bulan,“ jelasnya kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (3/6).

BACA JUGA: Tahukah Anda, 10 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Ini Dihuni Manula Terbanyak

Dan sembilan orang wanita lainnya, menganggap baju lebaran itu tidak penting, karena membeli baju tidak harus lebaran, dan lebaran tidak harus segala baru.

“Saya kira membeli baju lebaran itu tidak penting, karena lebaran itu bukan masalah bajunya yang baru, tapi tentang hikmah yang kita ambil pada Bulan Ramadhan, dan jika kita masih mempunyai baju yang layak pakai, kenapa harus beli yang baru, apalagi sampai memaksakan diri membeli dengan keadaan yang tidak mendukung,” ujar Visi Septiani (22).

Namun demikian, dari sembilan orang yang menyatakan tidak penting membeli baju lebaran, delapan di antaranya akan tetap membeli baju lebaran jika ada yang traktir.

BACA JUGA: Jumlah Duda Tertinggi Kabupaten Sukabumi Ada di 10 Kecamatan Ini

Menurut Siti Sarah Awaliah (20), dia akan membeli baju lebaran jika memang, bajunya dibelikan. “Ya kan kalau emang mau dibeliin baju, kenapa kita harus menolaknya, kan rizki gak boleh ditolak,” kata warga Jalan Nyomplong, Gang Bustomi, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi itu.

Dan satu di antara sembilan orang itu, tetap akan menolak baju lebaran, walaupun dibelikan. ”Tetap gak mau, lebih baik dibeliin barang yang lain,” jelas Siti Nur Ulfah.

Sementara, untuk pertanyaan, di mana biasa membeli baju, lima orang dari sepuluh orang menjawab onlineshop. ”Aku kalau mau beli baju paling di onlineshop, karena apapun model disitu ada,” ujar Sufy Irianati (21).

BACA JUGA: Ini 10 Kecamatan yang Penduduknya Paling Setia di Kabupaten Sukabumi

Dua orang dari sepuluh menjawab, butik. “Karena kalau membeli di butik, bajunya gak pasaran, karena kalau butik biasanya stok bajunya gak banyak, jadi gak pasaran,” kata Melisa Veronica (21), warga Rambay, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Sementara sisanya, menjawab di departement store, dengan alasan bisa memilih langsung, dan biasanya banyak diskon. “Selain bisa memlih langsung, banyak potongan harga jugan,” jawab Hani Zahir Alfat (22).

Reporter : ANNISA RAHMATILLAH
Sumber : Annissa Rahmatillah
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Hujan kian sering tertumpah dan kubangan air atau banjir tak terelakkan untuk diterabas pengguna mobil dan motor. Dilansir dari Tempo.co, kadang tak ada kesempatan pengendara menunggu hujan reda...

SUKABUMIUPDATE.com -  Atletico Madrid telah mengonfirmasi bahwa bek Jose Maria Gimenez dinyatakan positif Covid-19. Pemain Uruguay itu diketahui terinfeksi virus corona setelah menjalani tes reguler yang dilakukan klub Senin...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menegaskan bahwa pemerintah tak berencana mengubah definisi angka kematian akibat Covid-19, menjadi hanya akibat virus Corona dan mencoret akibat...

SUKABUMIUPDATE.com – Selain menyerahkan bantuan bahan pangan tanggap darurat, legislator senayan Heri Gunawan siap membantu proses perbaikan hunian (rumah) warga terdampak Banjir Bandang Sukabumi. Proses bantuan ini akan disalurkan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya