Menu

31 Agu 2019, 11:13 WIB

Bawaslu Kabupaten Sukabumi Usulkan Rp 46 Miliar untuk Pilkada 2020

Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Teguh Hariyanto. | Sumber Foto:Herlan Heryadie

SUKABUMIUPDATE.com - Bawaslu Kabupaten Sukabumi masih menunggu finalisasi soal usulan anggaran Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020 mendatang yang nantinya akan tercantum dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

BACA JUGA: Bawaslu Usul Revisi UU Pilkada, Eks Terpidana Korupsi Dilarang Ikut Pilkada

Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Teguh Hariyanto menjelaskan, pihaknya sempat mengusulkan anggaran di kisaran Rp 46 miliar untuk pelaksanaan Pilkada 2020. Namun setelah menggelar beberapa kali pertemuan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), usulan menyusut menjadi Rp 38 miliar.

"Sampai sekarang dana hibah untuk Bawaslu belum ada kepastian. Sudah beberapa kali dibahas. Namun kemungkinan pemerintah daerah bisa memberi anggaran di kisaran Rp 38 miliar," kata Teguh kepada sukabumiupdate.com.

BACA JUGA: Evaluasi Pemilu 2019 di Sukabumi, Satpol PP dan Bawaslu jadi Sorotan

Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Anzar Kusnandar menyebut besaran hibah yang dialokasikan berbasis kinerja, bukan berbasis anggaran. Mengacu pada Permedagri nomor 54 tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Penganggaran Pilkada dan Keputusan Ketua Bawaslu RI nomor 0194/K.Bawaslu/PR/.03.00/VIII/2019 tentang Standar Kebutuhan Pendanaan Kegiatan Pemilihan Gubernur, Bupati serta Walikota. 

"Usulan itu bukan asal-asalan, tapi sudah sesuai aturan. Kita berharap pemerintah daerah bisa memaksimalkan besaran anggaran yang kita usulkan, supaya kita lebih mengedepankan pencegahan pelanggaran Pemilu," ujarnya. 

BACA JUGA: Bawaslu Hentikan Kasus Dugaan Politik Uang Mantan Wali Kota Sukabumi

Anzar memaparkan, besaran anggaran tersebut lebih banyak tersedot untuk honor pengawas, hingga mencapai 51 persen. Selain itu untuk serangkaian kegiatan-kegiatan penguatan internal pengawas, mulai dari tingkat kabupaten hingga TPS.

"Estimasi honor itu dipakai untuk 31 orang terdiri dari komisioner plus kesekreriatan. Lalu, personel Panwascam dengan kesekretariatan mencapai 517 orang, pengawas desa dan kelurahan 386 orang. Belum lagi pengawas adhoc di tiap TPS. Bila mengacu kepada Pilgub Jabar lalu, jumlahnya mencapai 4.018 TPS. Maksimal kapasitas per TPS 800 pemilih. Kalaupun memang ada penambahan paling di bawah 10 TPS," tandasnya.

Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Dilansir dari tempo.co, Psikolog lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa Maya Sita mengatakan masyarakat dapat mengelola emosi untuk mengatasi tekanan psikologis saat harus bekerja di rumah di tengah wabah...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru bicara pusat informasi dan koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi Harun Alrasyid menyatakan, warga Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, yang meninggal di RSUD Sekarwangi Cibadak pada Jumat...

SUKABUMIUPDATE.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis daftar narapidana kasus korupsi yang kemungkinan bebas bila Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly benar-benar merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012...

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Kesehatan mengajak warga Sukabumi yang berprofesi di bidang kesehatan untuk bergabung menjadi sukarelawan yang nantinya akan ditempatkan di Rumah Sakit (RS) darurat Covid-19. Penerimaan sukarelawan dalam penanganan Covid-19...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya