Menu

Jumat, 12 Juli 2019, 07:30 WIB

Dua Bulan Pemilu Berlalu, KPU Kota Sukabumi Santuni Keluarga Petugas KPPS

Penyerahan santunan di rumah Ketua KPPS TPS 15 Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, almarhum Tedi Supriadi, Kamis (11/7/2019). | Sumber Foto:Oksa BC

SUKABUMIUPDATE.com - Pemilu Serentak tahun 2019 sudah selesai sekitar dua bulan yang lalu. Banyak cerita yang menghiasi perhelatan akbar demokrasi tersebut, salah satunya adalah banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia. Alhasil, Kamis (11/7/2019) KPU Kota Sukabumi menyerahkan santunan kepada dua petugas KPPS yang meninggal dunia, melalui ahli warisnya.

BACA JUGA: Petugas Pamsung Meninggal Usai Pemilu, Wali Kota Sukabumi Datangi Rumah Duka

"Santunan yang diberikan memiliki nilai yang berbeda, hal itu dikarenakan santunan tersebut berasal dari sumber yang berbeda pula. Ada yang berasal dari Gubernur Jawa Barat, dan juga dari KPU RI," ujar Ketua KPU Kota Sukabumi, Sri Utami, usai santunan.

Sri melanjutkan, bantuan yang berasal dari KPU RI diberikan kepada ahli waris Ketua KPPS TPS 15 Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, almarhum Tedi Supriadi, yaitu Tati Setiawati, senilai Rp 36 juta.

BACA JUGA: Kelelahan, Ketua KPPS di TPS 15 Cibeureum Sukabumi Meninggal Dunia

Sedangkan untuk bantuan yang berasal dari Gubernur Jawa Barat, diberikan kepada ahli waris petugas KPPS TPS 10 Kelurahan Warudoyong, Kecamatan Warudoyong, almarhum Tatang Supandi, yaitu Reni Anggraeni, senilai Rp 50 juta.

"Uang tersebut sudah ditransfer ke rekening masing-masing. Bantuan tidak diberikan secara serentak, karena berkaitan dengan proses administratif yang dilakukan sebelumnya. Makanya ada yang cair dari KPU RI dulu, tapi belum yang dari Gubernurnya. Begitupun sebaliknya," jelas Sri.

BACA JUGA: Tenaga Terkuras, Enam Petugas KPPS dan Dua Anggota PPK di Kota Sukabumi Jatuh Sakit

Bahkan, masih ada petugas Pamsung yang meninggal dunia bernama Andi Suryandi, yang belum mendapatkan santunan. Hal itu dikarenakan ahli waris almarhum Andi adalah anak-anaknya yang masih kecil, sehingga cukup menjadi kendala dalam proses penerimaan santunan. 

"Akhirnya, ahli warisnya kita alihkan ke sepupunya, karena pada prinsipnya kami akan berjuang untuk petugas KPPS dan penyelenggara," tandas Sri.

Reporter : OKSA BC
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemilihan Umum menetapkan istri musikus Ahmad Dhani, Mulan Jameela, lolos ke Senayan. Mulan sebelumnya menggugat DPP Gerindra setelah sebelumnya sempat dinyatakan tak lolos ke Senayan. Keputusan ini...

SUKABUMIUPDATE.com- Ado (50 tahun) nelayan asal Kampung Pasirpogor RT 07/07 Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi ditemukan meninggal diatas perahu. Saat itu Ado sedang mencari ikan bersama Jeki (45...

SUKABUMIUPDATE.com - KPU RI melakukan uji publik jelang Pilkada Serentak tahun 2020, beberapa waktu lalu. Uji publik membahas beberapa poin penting terkait penyelenggaraan Pilkada Serentak. Kabupaten Sukabumi adalah salah...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua KPU RI Arief Budiman mengungkapkan alasan KPU menentukan pelaksanaan Pilkada serentak 2020 dilakukan pada 23 September 2020. Salah satunya karena KPU mengambil tanggal yang memiliki jumlah...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya