Menu

17 Apr 2019, 14:11 WIB

Kepala Lapas Klas IIB Sukabumi, Younianto. | Sumber Foto:Muhammad Gumilang

SUKABUMIUPDATE.com - Pelaksanaan pencoblosan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Sukabumi, mengalami hambatan karena TPS 23 dan 24 yang berada di Lapas tersebut kekurangan surat suara untuk Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Akibat kekurangan surat suara ini sebanyak 99 penghuni Lapas Klas IIB Sukabumi belum menggunakan hak pilihnya.

Kepala Lapas Klas IIB Sukabumi, Younianto, memaparkan, jumlah DPT di TPS 23 sebanyak 110 kemudian DPT di TPS 24 berjumlah 130. Kemudian DPT aktif di TPS 23 berjumlah 65 dan di TPS 24 berjumlah 83. Sedangkan jumlah DPTb di TPS 23 sebanyak 119 dan di TPS 24 berjumlah 75. 

Adapun 99 penghuni lapas dengan kategori DPTb yang belum melakukan pencoblosan itu belum ditentukan apakah membutuhkan lima surat suara atau hanya Pilpres saja.

BACA JUGA: Malam Hari, KPU Kota Sukabumi Bakar 2.392 Surat Suara

"Jadi saat ini kita ada kendala kekurangan surat suara untuk 99 orang, di TPS 23 untuk 71 orang dan di TPS 24 untuk 28 orang, kekurangan ini juga berlaku tidak hanya untuk penghuni lapas saja, tapi beberapa petugas yang sedang berjaga di sini juga yang belum mencoblos yang masuk kategori DPTb," kata Younianto kepada sukabumiupdate.com, Rabu (17/4/2019).

Untuk mengantisipasi hal ini, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan KPU Kota Sukabumi untuk mendapatkan surat suara tambahan bagi 99 orang kategori DPTb di Lapas tersebut.

"Tadi sudah kita koordinasikan, caranya mengambil stok surat suara yang ada di TPS tetangga, sampai dengan saat ini baru terkumpul 40 surat suara," ujarnya.

BACA JUGA: KPU Kabupaten Sukabumi Bakar 10.814 Lembar Surat Suara

Menurutnya, secara umum pelaksanaan pemilu di Lapas Sukabumi ini berjalan dengan lancar dan aman. Untuk pemilih kategori DPT selesai dilaksanakan, dimulai pukul 017.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB.

"Pelaksanaan disini relatif cepat, cuman kita sekarang lagi nunggu surat suara untuk DPTb saja," tandasnya.

Sementara itu, ketua KPPS TPS 24 Nyomplong, Asep Agus Mustari, menuturkan, kekurangan surat suara DPTb terjadi dikarenakan dinamika penguhuni Lapas yang tidak bisa diprediksi atau jumlahnya akan berubah seiring berjalannya waktu.

BACA JUGA: Cara Sah Mencoblos Surat Suara Pemilu 2019

"Ini kan Lapas, ada yang keluar dan masuk tergantung masa hukumannya," tuturnya.

Sebelumnya, pihaknya sudah mencoba memberi tahu KPU Kota Sukabumi bahwa pencoblosan di Lapas Sukabumi situasinya berbeda dengan situasi pencoblosan di TPS umum lainnya.

"Tidak ada aturan khusus yang mengatur pencoblosan di ruang lingkup Lapas. Idealnya harusnya ada. Soalnya kan kondisi di sini berbeda dengan TPS di luar sana, seolah-olah ini disamakan," pungkasnya.

Reporter : MUHAMMAD GUMILANG
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Jajaran pelatih tim Persib Bandung menyesuaikan program para pemainnya dengan menggelar latihan bersama hanya tiga kali dalam sepekan untuk merespons kompetisi Liga 1 Indonesia yang hingga saat...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengajak masyarakat untuk beraktivitas lingkungan selama periode libur panjang, 28 Oktober 2020 hingga 1 November 2020. "Contoh musim hujan bisa mencari bibit...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengajak para netizen bijak memanfaatkan media internet demi kebaikan bersama. Jangan sampai internet dijadikan ajang menebar benih kebencian, fitnah, hingga permusuhan,...

SUKABUMIUPDATE.com - Pelaksana tugas Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Oman Fathurahman menyatakan pihaknya mulai menyusun persiapan mitigasi pelaksanaan haji dan umrah pada 2021.  "Perintah Menag, untuk segera melakukan konsolidasi...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya