Menu

19 Jan 2019, 21:49 WIB

Jelang Tahun Baru Imlek, Henry Slamet Tengok Vihara Sukabumi

Henry Slamet menyambangi Vihara Widhi Sakti Jalan Pajagalan, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Sabtu (19/1/2019). | Sumber Foto:Garis NB.

SUKABUMIUDAPTE.com - Salah seorang tokoh Tionghoa Sukabumi, Henry Slamet menyambangi sejumlah vihara di Kota Sukabumi. Hal tersebut untuk melihat sejauh mana persiapan jelang perayaan tahun baru Imlek 2019 mendatang.

Menurut Henry, persiapan jelang tahun baru Imlek yang jatuh pada Selasa, 5 Februari 2019, Vihara di Kota Sukabumi sudah siap untuk merayakannya, termasuk kebutuhan sembahyang.

"Tadi saya keliling dan cukup siap merayakan imlek," ujarnya kepada sukabumiupdate.com, usai berkeliling di Vihara Widhi Sakti Jalan Pajagalan, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Sabtu (19/1/2019).

Henry berharap, pada tahun ini perayaan Cap Go Meh, atraksi barongsai dan liong  juga dapat berlangsung meriah. Karena ia menilai hal itu bisa menjadi event pariwisata dan daya tarik wisatawan.

"Saat ini kita sedang menggalakan pariwisata, meskipun disisi lain tidak memiliki gunung dan laut. Oleh karena itu, mencoba dengan daya tarik lokal yang lain," paparnya.

Henry menegaskan, toleransi antar umat beragama di Kota Sukabumi sudah sangat baik. Bahkan, lanjut Henry di atas Vihara terlihat sejajar ada tiga tempat ibadah yang besar.

"Itu sudah menunjukan bahwa dari dahulu pendiri kita sudah memikirkan tolerasi beragama. Tinggal bagaimana menjaga kerukunan antar agama yang beragam tersebut dengan saling menghargai, sehingga kita bisa hidup berdampingan damai dan tenang," jelasnya.

Henry Slamet usia memanjatkan doa di Vihara. (Foto: Garis NB).

Perayaan tahun baru Imlek tahun ini, ia berharap bisa diselengarakan dengan sederhana. Apalagi di tempat lain banyak mengalami bencana, sehingga alangkah baiknya dana untuk perayaan sebagian bisa disumbangkan.

"Sebagian dana untuk perayaan bisa disumbangkan bagi saudara-sudara kita yang tertimpa bencana di sejumlah tempat. Tapi bukan berarti perayaan tidak meriah," tandasnya.

Sementara itu, pengurus Vihara Widhi Sakti, Ariefin Nata Didjaja menambahkan persiapan perayaan imlek sejauh ini sudah dipersiapkan sesuai dengan prosedur setiap tahunnya.

BACA JUGA: Ketua DPC Demokrat Kabupaten Sukabumi Minta Pemda Lebih Perhatikan Koperasi

"Kebutuhan sembahyang sudah kita penuhi mulai dari lilin, minyak dan lain sebagainya. Bahkan dari satu bulan menjelang imlek sudah siap, karena mendekati imlek umat datang kemari untuk memanjatkan doa meminta perlindungan serta keberuntungan meningkat," paparnya.

Ariefin juga mengapresiasi kedatangan Henry ke vihara. Ia menilai Henry tokoh yang cukup ternama di Kota Sukabumi.

"Pak Henry memiliki kepedulian terhadap budaya dan tradisi. Bahkan jika vihara ini membutuhkan sesuatu, suka membantu. Tadi juga memberikan motivasi pada anak-anak yang sedang belajar keagaman dan para pemain barongsai," pungkasnya.

Redaktur : GARIS NURBOGARULLAH
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - James Scott, pria 57 tahun ini menderita kondisi yang menyakitkan akibat kecelakaan di tempat kerjanya 4 tahun lalu. Dilansir dari suara.com, saat itu James kejatuhan 1,5 ton...

SUKABUMIUPDATE.com - Pencarian hari terakhir Barji (35 tahun) korban tenggelam di Sungai Cimandiri pada Kamis (20/2/2020) belum membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran dari tempat kejadian hingga Muara...

SUKABUMIUPDATE.com - Dump truk pengangkut batu base course yang mengalami kecelakaan di lokasi proyek double track Kereta Api di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, telah dievakuasi, Kamis (20/2/2020) malam. Pantauan sukabumiupdate.com,...

SUKABUMIUPADTE.com - Satuan Tugas atau Satgas Antimafia Bola Polri bakal melakukan pengawasan sebelum dan saat pertandingan Liga 1 berlangsung untuk mencegah terjadinya kembali kasus pengaturan skor atau match fixing. "Misalnya...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya