Light Dark

Rumah Panggung Mak Timah di Surade Sukabumi Ambruk

Sukabumi | 24 Nov 2020, 20:20 WIB

Rumah Panggung Mak Timah di Surade Sukabumi Ambruk

Sukabumi | 24 Nov 2020, 20:20 WIB
Rumah panggung milik Mak Timah (70 tahun) di Kampung Sindangsirna 2 RT 21/07 Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi ambruk pada Selasa (24/11/2020). | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah rumah panggung di Kampung Sindangsirna 2 RT 21/07 Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi ambruk pada Selasa (24/11/2020).

Rumah berukuran 4x6 meter dengan dua kamar tidur, ruang tengah dan dapur itu diketahui milik Mak Timah, seorang nenek berusia 70 tahun.

Warga setempat, Ari Gunawan (30 tahun) mengatakan, rumah Mak Timah ambruk sekira pukul 07.00 WIB. Ari menyebut, bagian rumah Mak Timah yang pertama kali ambruk adalah bagian dapur.

"Yang pertama kali dengar suara ambruk adalah ibu saya, karena memang jarak rumah nenek Timah sama rumah ibu saya dekat, sekitar tiga meter," kata Ari Gunawan kepada sukabumiupdate.com, Selasa malam.

BACA JUGA: Dihuni Anak Kembar, Rumah di Surade Sukabumi Ambruk saat Hujan Deras

Ari menuturkan, sebelumnya rumah itu dihuni oleh dua orang. Nenek Timah dan putri bungsunya yang bernama Yayah (40 tahun). Namun Yayah sempat sakit stroke hampir tiga tahun dan meninggal dunia bulan Februari kemarin. 

"Jadi sekarang hanya Mak Timah yang menempati rumah tersebut. Waktu rumahnya ambruk, Mak Timah lagi ada di rumah Ibu Yoyoh (45 tahun), anak keduanya yang tempat tinggalnya tidak jauh. Ibu Yoyoh juga sama, kondisinya lagi sakit. Semenjak anak perempuan bungsunya meninggal, sesekali Mak Timah menginap di rumah ibu Yoyoh," kata Ari lagi.

Masih kata Ari, rumah Mak Timah memang sudah lama rusak. Selain karena bangunan sudah lama, material rumah juga sudah lapuk. "Ditambah dengan kondisi hujan terus menerus. Nenek Timah saat ini berada dirumah anaknya, ibu Yoyoh," imbuh Ari. 

BACA JUGA: Rumah Warga Jampang Tengah Sukabumi Ambruk, Penghuni Mengungsi ke Dapur

Ari melanjutkan, Mak Timah memiliki tiga orang anak. Selain Yoyoh dan Yayah, Mak Timah memiliki satu anak sulung, yakni Pardi.

"Untuk kehidupan ekonominya, Mak Timah mengandalkan dari anak-anaknya. Anak pertama juga kerjanya hanya serabutan, jadi kuli kalau ada yang nyuruh. Kalau Ibu Yoyoh suaminya nelayan. Biaya sehari-hari kebanyakan ngandelin hasil laut dari menantu Mak Timah yang menikah sama ibu Yoyoh," tandas Ari.

Ingat pesan ibu: Wajib 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun). Redaksi sukabumiupdate.com mengajak seluruh pembaca untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di setiap kegiatan.

Image

Herlan Heryadie

Redaktur

Image

RAGIL GILANG

Reporter